• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Berita

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR
0
BAGIKAN
11
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

(Telaah Kitab Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie; Merawat Khazanah Keislaman, Menjaga Sanad Keilmuan)

Oleh: Riko Aji Darma (Alumni Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences)

Dinamika perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir tidak terlepas dari peran karya-karya ringkas yang kemudian mendorong lahirnya pengembangan keilmuan yang lebih luas. Salah satu di antaranya adalah kitab Nuqāyah al-‘Ulūm karya Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (849-911 H), yang kemudian disempurnakan oleh penulisnya sendiri melalui kitab Itmām al-Dirāyah li Qurra’ al-Nuqāyah . Karya ini menghimpun secara ringkas empat belas disiplin keilmuan dalam khazanah keislaman, dengan pembahasan tentang ilmu al-Qur’an dan tafsir sebagai salah satu bagian integral di dalamnya.

Meskipun kitab Nuqāyah al-‘Ulūm tidak disusun secara khusus sebagai karya dalam bidang ilmu tafsir, pembahasan ilmu al-Qur’an dan tafsir di dalamnya kemudian dikembangkan dalam bentuk nazham oleh Syaikh ‘Izzuddīn ‘Abd al-‘Azīz al-Zamzamī (900–976 H), dalam karyanya yang dikenal dengan Manẓūmah al-Zamzamī fī al-Tafsīr dan terdiri dari 158 bait. Nazham ini selanjutnya disyarahi oleh Sayyid Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H) dalam kitab Nahj al-Taysīr ‘alā Naẓm al-Tafsīr . Karya tersebut kemudian diperkaya dengan ḥāsyiyah oleh Sayyid ‘Alawī ibn Sayyid ‘Abbās ibn ‘Abd al-‘Azīz al-Mālikī al-Makkī (1328–1391 H) dalam kitab Fayḍ al-Khabīr wa Khulāṣah al-Taqrīr ‘alā Nahj al-Taysīr , serta dilengkapi dengan ta‘līqāt oleh Musnid al-Duniā , Syaikh Muhammad Yāsin al-Fādānī (1335–1410 H).

Tiga lapisan literatur keilmuan berupa nazham, syarḥ, dan ḥāsyiyah (di antaranya ta‘līqāt ) dalam dinamika perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir tersebut, dihimpun secara komprehensif oleh ulama Nusantara asal Banten, yaitu KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie (lahir 19 Sya‘bān 1396 H), pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Banten, dalam karyanya bernama al-Fatḥ al-Munīr fī Syarḥ Manẓūmah al-Tafsīr.

Menariknya, kitab al-Fatḥ al-Munīr fī Syarḥ Manẓūmah al-Tafsīr karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie tersebut tidak sekadar menghimpun tiga lapisan literatur keilmuan sebelumnya sebagai khazanah intelektual keislaman saja, melainkan juga memiliki keterhubungan mata rantai sanad keilmuan yang kuat dengan para pengarangnya.

KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie tercatat sebagai salah satu murid yang sangat dekat dan belajar langsung belbagai disiplin keilmuan Islam dengan Abuya KH. Tubagus Ahmad Hasuri al-Bantanie ibn Tubagus Ahmad Thohir al-Bantanie. Abuya KH. Tubagus Ahmad Hasuri al-Bantanie sendiri merupakan pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren At-Thohiriyah, Serang, Banten. Beliau memiliki silsilah yang tersambung hingga Kesultanan Banten, lahir pada 30 Desember 1930 dan wafat pada usia 87 tahun, tepatnya pada hari Selasa, 29 Mei 2018, bertepatan dengan 13 Ramadan 1439 H.

Setelah menikah beberapa saat, Abuya KH. Tubagus Ahmad Hasuri al-Bantanie melanjutkan perjalanan ilmiahnya ke Makkah al-Mukarramah pada tahun 1950. Di sana, beliau belajar secara langsung kepada para ulama terkemuka pada masa itu, di antaranya Syaikh Ḥasan bin Muhammad al-Masyāṭ (1317–1399 H), yang merupakan guru bagi pengarang kitab Nahj al-Taysīr ‘alā Naẓm al-Tafsīr yaitu Syekh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H). Selain itu, beliau juga menimba ilmu dari Sayyid ‘Alawī ibn Sayyid ‘Abbās ibn ‘Abd al-‘Azīz al-Mālikī al-Makkī (1328–1391 H), pengarang kitab Fayḍ al-Khabīr wa Khulāṣah al-Taqrīr ‘alā Nahj al-Taysīr.

KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie juga memiliki keterhubungan sanad keilmuan dengan Syaikh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H), karena beliau pernah belajar langsung dengan Syaikh Sayyid Muhammad ibn Ibrāhīm ibn ‘Abd al-Bā‘ith al-Kattānī al-Iskandarī, murid dari Syaikh ‘Abd al-Ḥayy al-Kattānī (1302–1382 H), yang juga menjadi guru bagi Syaikh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H). KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie juga memiliki keterhubungan sanad keilmuan dengan Syaikh Muhammad Yāsin al-Fādānī (1335–1410 H), karena Syaikh Muhammad Yāsin al-Fādānī (1335–1410 H) adalah salah satu murid dari Saikh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H).

Keterhubungan sanad keilmuan tersebut menjadikan hadirnya kitab al-Fatḥ al-Munīr fī Syarḥ Manẓūmah al-Tafsīr karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie bukan sekadar sebagai tambahan khazanah intelektual keislaman dalam disiplin ilmu al-Qur’an dan tafsir, tetapi sebagai warisan hidup yang memelihara sanad keilmuan, terutama di tengah lanskap zaman yang berubah radikal akibat disrupsi teknologi dan arus informasi masif, yang berpotensi menimbulkan pemahaman yang dangkal. _Nāfa‘anā Allāhu bihim wa bi-‘ulūmihim fī al-darayn, āmīn.

Terkait Kiriman

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

26 Juli 2026
Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

23 Juli 2026
PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

21 Juli 2026
DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

11 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Dorong Masjid Ramah Lingkungan, Siapkan Charger Motor Listrik di Ribuan Masjid

10 Juni 2026
DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

10 Juni 2026

Info Baru Lainnya

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

26 Juli 2026
Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

23 Juli 2026
PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

21 Juli 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Muhammadiyah di Jogja Bukan Wahabi, Waketum PBNU Launching Kitab Ajak Ulama Hidupkan Kembali Semangat Keilmuan

20 Juli 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .