Solo Raya — Suara tegas datang dari KH. Mubarok, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Solo Raya. Ia mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rida dari Kota Tangerang.
Dalam pernyataannya, KH. Mubarok menilai tindakan pengeroyokan yang menimpa Sahabat Rida sangat keji dan biadab. Ia menegaskan bahwa rekaman video yang beredar menunjukkan luka serius yang dialami korban, sehingga aparat penegak hukum tidak boleh menunda penindakan.
“Ini adalah perbuatan keji. Kalau tidak segera ditangani cepat oleh Polri, saya khawatir masyarakat akan mencari jalan sendiri, melakukan pengadilan sendiri, bahkan bertindak sendiri,” tegas Kiai Mubarok.
Ia menyebut nama Bahar Smith bersama pengawal-pengawalnya sebagai pihak yang harus segera diproses hukum atas dugaan keterlibatan dalam aksi penganiayaan tersebut. Menurutnya, langkah cepat aparat kepolisian sangat penting bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.
“Demi citra baik polisi sebagai pelayan masyarakat, kami mohon sekali lagi Bapak Kapolri segera tangkap para pelaku dan penjarakan mereka. Ini negara hukum, bukan negara rimba. Mereka telah mengancam nyawa manusia,” ujarnya.
KH. Mubarok menutup pernyataannya dengan seruan agar hukum benar-benar ditegakkan demi keadilan, serta peringatan bahwa kemarahan masyarakat bisa meledak jika aparat tak segera mengambil langkah tegas.