• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Opini

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?
0
BAGIKAN
1
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Kita telah mengetahui bersama fakta bahwa si Historian Palsu, Rumail Abbas Al Ahdal Al Yamani, dibayar untuk membela Klan Habib Baalwi.

Sedikit flashback tentang itu, pada tahun 2023 dia menyebar tuduhan bahwa orang-orang yang mengkritisi nasab Klan Habib Baalwi memperoleh dana 4-5 Trilyun. Dia mengatakan[1]:

memang benar kan sekitar 4 sampai 5 triliun itu uang berputar di beberapa bulan terakhir untuk hanya untuk isu nasab ini. jadi yang untung itu siapa? yang untung ternyata konten kreator kan youtuber-youtuber seperti Zaini, Hanif Farhan, Mohsen Official,  Gus Hasan Syarief, yang mengkapitalisasi hal ini sebagai konten.

Pada kesempatan yang sama si Historian Palsu menegaskan:

jadi banyak orang yang berusaha mencari uang ya dari YouTube untuk kasus ini itu haqqon itu, itu bener Itu. Kebetulan saya bukan konten kreator bikin konten paling seminggu sekali.

Tak berselang lama pasca dia menebar fitnah itu, malah justru yang terbukti dibayar atau disponsori adalah dia sendiri. Sahabat seperjuangan Rumail Abbas, Zaini, menceritakan[2]:

Sebab itu, itu rencananya, rencananya begini Kak Ya Anggaplah kak ini kan fair ya jadi pembicaranya begini di Jakarta itu kemarin kalau bukunya Rumail sudah selesai dan mereka sudah juga bicara itu ada sponsornya Kak sponsor yang siap membiayai berangkat atau apa, nah salah satu dari pembicaranya itu kalau bukunya sudah selesai itu kan nanti akan ada roadshow, roadshow buku itu, Rumail bicara tentang penelitian sejarahnya saya bicara tentang ilmu nasab, itu yang digodok itu, tapi saya kepikiran Rara terus …

Selain cerita dari Zaini fakta bahwa Rumail Abbas dibayar atau disponsori juga ada pengakuannya sendiri di video yang lain. Rumail sendiri mengatakan[3] :

 Keliru kalau banyak orang yang mengira aku bakal mengisbat melalui sumber sezaman, agak-agak keliru juga sihm dan kontrakku sama sponsor bukan untuk mengisbat, mencari jejak-jejak historis saja itu.

Lalu siapa sponsor si Historian Palsu dan Pendusta itu?

Gus Fuad Plered menginformasikan bahwa yang membayar Rumail Abbas adalah Nusron Wahid. Dalam penjelasannya Gus Fuad mengatakan[4]:

Nusron Wahid kan tahu siapa Ahlul Bait yang dimaksud oleh Rasulullah? Kenapa dia plesetkan? keturunan nabi Ini Habib ini, loh dia kan tahu, ini Nusron Wahid itu yang kemarin membiayai Rumail Abbas yang kemarin ditipu sama Rumail Abbas, itu Nusron Wahid itu, kayak gitu jadi menteri, makanya galak sama Aguan ya karena ini jangan-jangan ada request dari sesembahannya para Habib itu …

Selain Nusron Wahid, ada lagi pihak lain yang mensponsori Rumail Abbas. Siapa itu? Berdasar pengakuannya sendiri, yang mensponsori dia adalah Islamidotco. Pada postingan facebooknya bertanggal 06 April 2024 Rumail Abbas menuliskan[5]:

Mau melihat naskah milik saya? Jangan nantang saya, tapi minta izinlah sama ISLAMI.co (Penerbit buku saya) dan sponsor saya untuk mengakses naskah yang saya temukan. Naskah itu dicari-carri, dan dibeli juga. Pencariannya pun jauh, dan tidak seharga Sampoerna Mild satu slop saja.

Islamidotco, sebuah nama yang menarik. Apa menariknya? Mari kita pindah ke podcast Off The Record FNN berjudul “HEBOH! TAIPAN YAHUDI GEORGE SOROS TEBAR DANA UTK GULINGKAN PRABOWO. BUZZER PELINTIR BERITA” bertanggal 17 Maret 2026[6].

Dua wartawan senior yaitu Ibu Agi Betha dan Bapak Hersubeno Arief mendiskusikan mengenai kehebohan isu Taipan Yahudi George Soros Tebar Dana untuk Gulingkan Prabowo. Di tengah diskusi itu, Ibu Agi Betha, membacakan artikel dari sundayguardianlive.com berjudul “Soros Network Funds Youth Leadership, Grassrroots Mobilization in Indonesia—Leaked documents detail Open Society funding flows into Indonesia democracy programmes and networks”.[7]

Di tengah pembacaan artikel yang diterjemahkannya itu, ada beberapa nama yang disebutkan secara jelas dan spesifik, dan satu nama yang patut diperhatikan adalah Islamidotco yang mirip dengan nama yang disebut Rumail Abbas sebagai sponsornya:

Coba siapa saja nih organisasi mitra yang juga mendapatkan hibah tersebut? Di antara inisiatif spesifik yang didanai melalui Kurawal adalah program Nahdhah atau jaringan untuk memajukan martabat manusia dan harmoni demokrasi di antara pemimpin muslim. Proyek ini memberikan hibah sebesar Rp 1.600.000.000,- kepada Yayasan Islami Media Ramah, sebuah yayasan media Islam yang berbasis di Jakarta yang mengoperasikan platform online islami.co. Ini ada di Instagram, suka berseliweran di akun saya.

Disebutkan dalam artikel itu:

The project provides a grant of Rp 1,600,000,000 to Yayasan Islami Media Ramah, a Jakarta-based Islamic media foundation that operates the online platform Islamidotco.

Sangat jelas di situ disebutkan Islamidotco, Yayasan Islami Media Ramah. Saya verifikasi apakah benar website islamidotco yang selama ini saya ketahui adalah yang dimaksud oleh artikel itu? Saya periksa ke website Islamidotco bagian Profil dan benar—persis sama dengan yang ditulis artikel Sunday Guardian Live. Tertulis di situ di bagian kelembagaan:

Secara kelembagaan, Islami.co berada di bawah Yayasan Islami Media Ramah Selain menerbitkan artikel keislaman daring, kami memiliki beberapa kegiatan, seperti pelatihan, kampanye sosial yang berbentuk konten-konten audio visual, Islamifest, dan penerbitan buku yang dikelola oleh PT Islami Digital Indonesia Part of Yayasan Islami Media Ramah.[8]

Lalu siapa pemilik Islamidotco yang merupakan sponsor Rumail Abbas dan disebut namanya di artikel Sunday Guardian Live terkait pendanaan dari George Soros di Indonesia? Saya penasaran jadi saya periksa di bagian Redaksi. Di sana tertulis: Founder: Savic Ali & Saeful Uyun.[9] Siapakah Savic Ali? Nampaknya nama ini familiar. Apa betul Savic Ali yang dimaksud adalah yang kerap tampil di YouTube NU Online? Saya cari tahu.

Saya temukan di wikipedia dituliskan bahwa Savic Ali memegang posisi sebagai Ketua PBNU Bidang Media, IT & Advokasi dari 2022 hingga 2027, dan juga menjabat sebagai CEO NUCash App dari 2021 hingga 2023. Dalam perjalanan kariernya, ia telah berkontribusi di berbagai bidang, termasuk sebagai Direktur NU Online dan pendiri www.islami.co.[10]

Ah ternyata benar, inforrmasinya tepat persis sama bahwa founder Islamidotco adalah Savic Ali yang merupakan salah satu Ketua PBNU yang berseliweran di Youtube NU Online.

Dari situ kita tahu alurnya. Rumail Abbas disponsori Islamidotco yang dinahkodai oleh Savic Ali, salah satu Ketua PBNU, untuk membela Klan Habib Baalwi; di mana Islamidotco dikaitkan dengan penerimaan dana dari Open Society Funds (OSF) sebuah Yayasan Filantropi milik George Soros.

Barangkali sebagian dari Anda ada yang belum mengikuti isu OSF di Indonesia. Saya berikan ringkasan atau highlightnya.

Dikutip dari rmol.id berjudul “Waspada terhadap Penetrasi Open Society Foundations ke RI” di situ dituliskan[11]:

Informasi yang terungkap menunjukkan bahwa OSF melalui agen lokalnya, Yayasan Kurawal, telah membiayai demonstrasi kekerasan dan aksi anarkis dalam skala besar di Indonesia. Upaya tersebut dianggap sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara Indonesia.

Dituliskan pula di situ:

Selain itu, OSF juga menggunakan Media Development Investment Fund (MDIF) untuk mendukung media-media seperti Tempo, yang terus menyebar konten provokatif yang mendiskreditkan pemerintah dan meningkatkan eskalasi konflik sosial.

Dengan dukungan ekonomi dan manipulasi media, OSF telah terlibat pergantian rezim di berbagai negara untuk membuka jalan kepentingan kapitalis di global. Kini, fokus mereka beralih ke kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia menjadi target penyusupan utama karena posisinya sebagai negara strategis di kawasan tersebut.

Kasus intervensi Soros yang memicu Revolusi Oranye di Ukraina dan Revolusi Mawar di Georgia menunjukkan bahaya nyata dari penetrasi kekuatan asing. Keterlibatan OSF tidak hanya mengancam stabilitas sosial Indonesia, tetapi juga langsung merusak proses hukum dan demokrasi di negara kita. Hal ini perlu menjadi refleksi mendalam tentang pola Revolusi Warna  (Colour Revolution, pen) baik bagi masyarakat Indonesia maupun internasional.

Presiden Prabowo telah berulang kali menyampaikan kritik terhadap intervensi asing secara publik. Bapak Presiden pun menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kedaulatan negara dan stabilitas sosial.

Saya kutipkan dari sundayguardianlive.com berjudul “Internal documents reveal Soros-linked funding behind Indonesia’s protests”[12] dituliskan:

Together, these documents show a clear pattern: organisations that Indonesian media and commentators have associated with the August-September protests and subsequent riots turned to Kurawal’s Rapid Response Fund for emergency support, and that support was granted on an accelerated basis as the crisis unfolded. Formally, none of these contractual documents say that Kurawal or its partners planned, directed or financed the protests themselves. They are framed as solidarity with activists and communities facing repression. But in political terms, the line between sustaining a movement under pressure and underwriting a broader anti-government mobilisation is thin. By paying for safe houses, legal defences and living costs of organisers accused (rightly or wrongly) of inciting violent actions, the Rapid Response Fund has become, in effect, a Soros-backed financial backstop for a segment of Indonesia’s protest ecosystem. For Indonesian authorities, this is precisely the concern: that foreign-funded intermediaries are not only critiquing government policy in the abstract but are materially supporting networks that challenge his authority in the streets.

Bersama-sama, dokumen-dokumen ini menunjukkan pola yang jelas: organisasi yang telah dikaitkan oleh media dan komentator Indonesia dengan protes Agustus-September dan kerusuhan berikutnya, terhubung ke Dana Tanggap Cepat Kurawal untuk dukungan darurat (Kurawal’s Rapid Response Fund for emergency support), dan dukungan itu diberikan secara dipercepat saat krisis berlangsung. Secara formal, tidak ada satu pun dari dokumen kontrak ini yang mengatakan bahwa Kurawal atau mitranya merencanakan, mengarahkan, atau membiayai protes itu sendiri. Mereka dibingkai sebagai solidaritas terhadap aktivis dan komunitas yang menghadapi penindasan. Tetapi dalam istilah politik, garis antara mempertahankan pergerakan di bawah tekanan dan menjamin mobilisasi anti-pemerintah yang lebih luas sangatlah tipis. Dengan membayar rumah perlindungan (safe houses), pembelaan hukum, dan biaya hidup penyelenggara yang dituduh (benar atau salah) menghasut tindakan kekerasan, Dana Respon Cepat (Rapid Response Sunf) telah menjadi, pada dasarnya, sebuah backstop keuangan yang didukung Soros untuk segmen ekosistem protes Indonesia. Concern otoritas Indonesia persisnya adalah bahwa perantara yang didanai asing tidak hanya mengkritik kebijakan pemerintah secara abstrak tetapi secara material mendukung jaringan yang menantang otoritasnya di jalanan.

Silakan baca sendiri artikel tersebut karena artikel tersebut menjelaskan dengan sangat detail pergerakan OSF di Indonesia. Di sini saya hanya mengutipkan sedikit saja.

Lain daripada itu, berdasar idnfinancials.com pada artikel berjudul “Giliran Donald Trump tuding George Soros dalang aksi kekerasan” dituliskan[13]:

Trump menyebut Soros dan putranya, Alex, seharusnya didakwa melanggar Undang-Undang Pemerasan (RICO) karena mendukung aksi protes yang ia sebut “kekerasan.” Departemen Kehakiman lantas mengutip laporan Capital Research Center yang menyebut Open Society menyalurkan dana ke kelompok ekstrem. Namun, Open Society membantah keras tuduhan itu.

Serangan terhadap Soros datang pula dari tokoh publik lain. Elon Musk menulis di X bahwa “Soros mengingatkan saya pada Magneto” dan menolak anggapan bahwa ia memiliki niat baik. Sementara anggota DPR Marjorie Taylor Greene menuduh Soros merusak demokrasi Amerika dan bahkan mempertanyakan kewarganegaraannya.

Jadi di Amerika Serikat sendiri George Soros telah dicurigai sebagai dalang aksi kekerasan dan menyalurkan dana ke kelompok ekstrem. Posisikan saja itu sebagai informasi dari sisi internal.

Sedangkan dari eksternal, masih dari idnfinancials.com, dituliskan bahwa:

Sebelumnya, “seteru” Amerika, Rusia, juga telah menuding Soros berperan besar dalam aksi demontrasi di Indonesia[14] yang berujung kerusuhan dan pembakaran berbagai fasilitas publik. 

Media afiliasi pemerintah Rusia, Sputnik, menduga aksi demonstrasi itu didanai oleh asing. Sputnik, mengutip Analis Geopolitik Angelo Giuliano, menyoroti penggunaan simbol bendera bajak laut “One Piece” yang cukup masif sebelum demonstrasi memuncak.

Jadi, Rusia juga menuding Soros.

Amerika Serikat dan Rusia yang notabene musuh bebuyutan nampak bersepakat dalam hal George Soros melalui OSF-nya merupakan dalang di balik ekskalasi konflik sosial dan politik.

Berikut ini informasi lain yang dirangkum dari berbagai sumber[15]:

Hungaria: Di bawah Perdana Menteri Viktor Orbán, Hungaria menjadi salah satu penentang terkeras, menerapkan undang-undang “Stop Soros” yang membatasi pendanaan asing untuk LSM, yang memaksa OSF memindahkan kantor pusat regionalnya dari Budapest ke Berlin.

Rusia: Pada tahun 2015, Rusia melarang OSF dan yayasan terkait lainnya, melabelinya sebagai “organisasi yang tidak diinginkan” karena dianggap mengancam keamanan nasional.

Negara lain: Kritikus di negara-negara Eropa Timur dan terkadang di AS sering menuduh Soros menggunakan pendanaannya untuk memengaruhi pemilu dan kebijakan sosial, memicu seruan untuk membatasi aktivitas yayasan tersebut.

Demikianlah OSF George Soros, yang berdasar dokumen yang terungkap ke publik disebut dengan jelas dan spesifik berkaitan dengan Islamidotco yang mensponsori Rumail Abbas untuk membela Klan Habib Baalwi.

Kita ketahui bahwa Klan Habib Baalwi telah melakukan Baalwisasi-Yamanisasi sejarah Bangsa Indonesia dan ratusan bahkan ribuan kuburan leluhur Pribumi Indonesia. Baalwisasi-Yamanisasi itu dampaknya adalah mengancam kedaulatan dan keamanan Bangsa dan Negara, mengancam eksistensi Pribumi Indonesia, penguasaan sosial-politik-keagamaan Bangsa dan Negara oleh Klan Habib Baalwi, dan tentu saja pasti akan menciptakan konflik sosial yang tak berkesudahan di domestik Indonesia. Lihat bagaimana FPI dan jaringan Klan Habib Baalwi selama ini menyeru-nyerukan Revolusi dan mengajak perang ke pribumi Nusantara. Dilihat dari polanya, saya melihat polanya sejenis dengan OSF George Soros di berbagai negara yaitu Regime Change[16] atau Colour Revolutions[17] yang disebut oleh Insight Intelligence Group sebagai The Most Sophisticated Warfare Method.[18]

Karena islamidotco disebut dalam dokumen pendanaan OSF George Soros, maka wajar bila kita bertanya apa motif di balik islamidotco mensponsori Rumail Abbas untuk membela Klan Habib Baalwi? Apakah ada kaitannya dengan Operasi Baalwisasi-Yamanisasi yang terjadi di Indonesia?

Saya tidak tahu secara pasti apa jawabannya. Bisa jadi iya bisa jadi tidak. Yang tahu hanyalah Tuhan, PPATK, dan inteligent. Mari kita tunggu perkembangan lebih lanjut ke depannya bersama-sama karena menurut berita Presiden Prabowo akan mengambil tindakan tegas megenai hal tersebut untuk melindungi kedaulatan negara dan stabilitas sosial.

Tetapi yang sudah pasti adalah Rumail Abbas disponsori islamidotco di mana islamidotco disebut dengan jelas dan spesifik namanya dalam dokumen yang terkuak ke publik terkait pendanaan dari OSF George Soros. Islamidotco dimiliki oleh Savic Ali, salah satu Ketua PBNU.

Dan tentu saja, tak seorang pun yang bisa menghalangi Anda untuk berkesimpulan bahwa benar islamidotco merupakan antek Soros yang mendanai Rumail Abbas untuk membela Klan Habib Baalwi.


[1] RUMAIL ABBAS NGELANTURR😀🤭 MUANTAB,APALAGI 5 TRILYUN KARENA BAHAS NASAB DI YOUTUBE ! https://youtu.be/I6oTDACduQc?si=gml6o135vlJE-Mh9&t=17 (06 September 2023)
[2] Bocor, VN Budak2 Youtuber Pembela Habib Ba’alwi – Gus Fuad Plered https://youtu.be/9ci3EIyhxU4?si=xD0WquLjLFW-X7ys (11 Mei 2024)
[3] Lihat AMBYARR‼️RUMAIL ABBAS KECEPLOSAN ADA B0H1R YG BAYAR https://youtu.be/RQZJcUfPgGU?si=OIMeFDS4aG7PQMSo (19 November 2023)
[4] Nasionalisme Tionghoa vs Arab Yaman, Siapa Yg Jahat Kpd Indonesia? Nusron & Menag Budak Habib? https://www.youtube.com/live/xsen_Fvkqns?si=6LajAdNkjUEqpcn6&t=2294 (07 Februari 2025) ; SPILL THE TEA 🍶 GUS FUAD SEBUT SIAPA YG BAYAR SI SUNEO RUMAIL ABBAS https://youtu.be/NtP7Wr5kd7U?si=2VWZV8eYMB6-UKgr (08 Februari 2025)
[5] https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10232542187325568&set=a.1125421664134&id=1484915878 (diakses terakhir 22 Maret 2026)
[6] HEBOH! TAIPAN YAHUDI GEORGE SOROS TEBAR DANA UTK GULINGKAN PRABOWO. BUZZER PELINTIR BERITA | #1181 https://youtu.be/IdXeZb5YFcg?si=OJsRPM_nVIzfTbcc (17 Maret 2026)
[7] Soros network funds youth leadership, grassroots mobilization in Indonesia https://sundayguardianlive.com/editors-choice/soros-network-funds-youth-leadership-grassroots-mobilization-in-indonesia-174731/ (terakhir diakses 22 Maret 2026)
[8] Lihat https://islami.co/tentang-islami-co/
[9] Lihat https://islami.co/redaksi/
[10] Lihat https://id.wikipedia.org/wiki/Savic_Ali#:~:text=SavicAli
[11] Lihat https://rmol.id/publika/read/2025/12/08/689526/waspada-terhadap-penetrasi-open-society-foundations-ke-ri
[12] Lihat https://sundayguardianlive.com/news/top-5/internal-documents-reveal-soros-linked-funding-behind-indonesias-protests-161551/
[13] Lihat https://www.idnfinancials.com/id/news/57561/giliran-donald-trump-tuding-george-soros-dalang-aksi-kekerasan
[14] Lihat https://www.idnfinancials.com/id/news/57003/media-pemerintah-rusia-sebut-soros-ikut-biayai-demo-di-indonesia
[15] Sumber: Google AI
[16] Wikipedia: Perubahan rezim (regime change) adalah penggantian paksa suatu pemerintahan dengan pemerintahan baru, baik melalui intervensi asing (invasi/kudeta) maupun proses domestik seperti revolusi atau perang saudara. Ini melibatkan transformasi sistem politik, aparatur, atau birokrasi negara
[17] Google AI: A colour revolution is a term for largely nonviolent, popular uprisings that aim to replace authoritarian ordiscredited regimes with democratic governments, often using symbolic colors or flowers to identify their movement. Typically occurring in post-communist or post-Soviet regions, these movements utilize street demonstrations and civil disobedience, such as Ukraine’s 2004 Orange Revolution.
[18] Untuk memamahi lebih detail baca Colour Revolutions: The most sophisticated warfare method https://insightintelligence.com.au/colour-revolutions-the-most-sophisticated-warfare-method/

Terkait Kiriman

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

14 Maret 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

14 Maret 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Ini Sangsi Yang Akan Diterima Oknum Polres dan Jaksa Jika Paksakan RJ Dalam Kasus Pengeroyokan Oleh Bahar Smith Terhadap Anggota Banser

6 Maret 2026
Menuju Muktamar NU 2026: “PBNU Terbebas Doktrin Ba’alwi”

Menuju Muktamar NU 2026: “PBNU Terbebas Doktrin Ba’alwi”

3 Maret 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Melepas Bahar Smith Polres Metro Tangerang Kota Ada Apa?

3 Maret 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

24 Februari 2026

Info Baru Lainnya

Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

24 Maret 2026
Silaturahmi Tokoh PWILS dengan Wapres ke-13 KH Ma’ruf Amin, Bahas Kondisi Bangsa hingga Penguatan Umat

Silaturahmi Tokoh PWILS dengan Wapres ke-13 KH Ma’ruf Amin, Bahas Kondisi Bangsa hingga Penguatan Umat

23 Maret 2026
PWI-LS Kertasemaya Indramayu Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Berlangsung Khidmat

PWI-LS Kertasemaya Indramayu Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Berlangsung Khidmat

17 Maret 2026
DMI Banten Bagikan 300 Takjil untuk Pengendara di Alun-Alun Kramatwatu

DMI Banten Bagikan 300 Takjil untuk Pengendara di Alun-Alun Kramatwatu

17 Maret 2026
Kapolresta Serang Kunjungi Posko Mudik DMI di Jalur Strategis Menuju Pelabuhan Merak

Kapolresta Serang Kunjungi Posko Mudik DMI di Jalur Strategis Menuju Pelabuhan Merak

16 Maret 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .