• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Kisah

Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”
0
BAGIKAN
0
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Serang — Nama Gus Aziz Jazuli telah dikenal publik setelah sejumlah ceramahnya tentang pembahasan nasab Baalwi dan khurofatnya beredar luas di media sosial khsusunya dari kanal YouTube Gus Aziz Jazuli, Lc, MH. Ia dikenal sebagai santri yang pernah menempuh pendidikan di pesantren di Pasuruan, Jawa Timur, sebelum melanjutkan studi ke kota Tarim di Hadramaut, Yaman.

Dalam berbagai kesempatan, Gus Aziz menceritakan perjalanan pendidikannya yang cukup panjang. Ia mengaku belajar di pesantren selama sekitar empat setengah tahun sejak 2004 hingga 2008.

Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di kota Tarim, Yaman, yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam klasik di kawasan Hadramaut.

“Guru-guru saya ada yang habib, ada juga yang bukan habib. Dosen saya juga begitu,” kata Gus Aziz dalam salah satu ceramahnya yang beredar di media sosial.

Menurutnya, pengalaman belajar di Tarim memberikan pelajaran penting tentang cara berpikir kritis dalam menerima sebuah informasi.

Diajarkan Tidak Langsung Percaya

Gus Aziz mengatakan, para guru di Tarim mengajarkan para mahasiswa untuk tidak langsung mempercayai sebuah informasi sebelum diuji dengan ilmu.

Ia menyebutkan berbagai disiplin ilmu yang dipelajarinya selama menempuh pendidikan, mulai dari mantiq, ushul fikih, qawaid fikih, ilmu tauhid, fikih mazhab, hingga ulumul Qur’an dan ulumul hadis.

“Fungsi dari ilmu-ilmu itu adalah untuk menguji apakah sebuah informasi itu benar atau tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa metode ilmiah seperti itu sebenarnya sudah lama dipraktikkan oleh para ulama dalam menilai hadis Nabi.

Sebagai contoh, kitab hadis besar seperti Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim diakui sebagai kitab hadis paling sahih setelah Al-Qur’an setelah melalui proses pengujian yang panjang oleh para ulama.

“Sanadnya dicek, perawinya dicek, matannya dicek. Jadi semuanya diuji,” jelasnya.

Sikap terhadap Klaim Nasab

Dalam ceramahnya, Gus Aziz juga menyinggung pentingnya sikap ilmiah dalam menyikapi berbagai klaim, termasuk yang berkaitan dengan nasab.

Ia mengatakan bahwa setiap klaim harus bisa dibuktikan secara ilmiah dan historis.

Menurutnya, sikap tersebut justru lahir dari kecintaan kepada Rasulullah.

“Saya ini belajar di pesantren habib, kuliah juga di kota habib. Justru karena menghargai ilmu yang diajarkan guru-guru saya, maka saya mengikuti jalan ilmiah itu,” katanya.

Ia menyebut dirinya berada di barisan ulama Banten Imaduddin Utsman al-Bantani, yang dikenal aktif melakukan penelitian tentang nasab dan sejarah.

Selain itu, ia juga menyebut keterlibatannya dalam organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah atau PWILS.

Islam Bukan Soal Pakaian

Dalam ceramahnya, Gus Aziz juga menyoroti fenomena sebagian orang yang menurutnya terlalu menilai keislaman dari simbol-simbol lahiriah seperti pakaian.

Menurutnya, Islam tidak ditentukan oleh warna jubah, peci, atau sorban.

“Islam itu nilai dan akhlak. Bukan sekadar pakaian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Rasulullah lebih menekankan nilai kejujuran, amanah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menekankan Kejujuran

Di akhir ceramahnya, Gus Aziz mengingatkan pentingnya sifat jujur atau siddiq, yang merupakan salah satu sifat utama para nabi.

Menurutnya, kejujuran adalah fondasi penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam urusan ilmu dan sejarah.

“Kalau kita jujur pada diri sendiri, maka kita tidak akan takut untuk menguji sebuah kebenaran,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa tujuan belajar sebenarnya sederhana: agar manusia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“Belajar itu tujuannya satu,” kata Gus Aziz, “supaya kita bisa memisahkan antara yang hak dan yang batil.” (KD)

Sumber: https://youtu.be/dBaNI_OfBRc

Terkait Kiriman

Tidak ada konten tersedia

Info Baru Lainnya

Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

7 April 2026
Foto: Indonesiakaya.com

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

6 April 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

6 April 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .