• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Opini

Ka’bah Palsu Di Kota Tarim?

oleh Admin
30 Oktober 2025
dalam Opini
Waktu baca: 3 menit baca
A A

Gambar ilustrasi by zie

0
BAGIKAN
8
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Anggie

Sejarah mencatat bahwa sejak awal kekuasaannya di Yaman, Raja Abrahah berupaya mengalihkan kiblat masyarakat Arab pagan dari Hijaz (Mekah) ke Yaman, dan menjadikan Yaman sebagai pusat ritual keagamaan. Jika rencananya berhasil, hal itu akan menjadi jembatan baginya untuk menguasai seluruh Jazirah Arab.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Abrahah membangun sebuah bangunan tandingan guna menyaingi ka’bah. Bangunan itu dinamakan Al-Qalis (atau disebut juga Al-Qulays / Al-Qullays, berasal dari bahasa Yunani Ekles), yang dibangun di atas reruntuhan kota kuno Ma’rib. Al-Qalis menjadi bangunan termegah dan terbesar pada zamannya. Bahan bangunannya berasal dari batu marmer dan granit peninggalan Istana Ratu Balqis.

Abrahah kemudian melakukan kampanye besar-besaran, bahkan memaksa masyarakat Arab agar berziarah ke Al-Qalis dan meninggalkan ka’bah. Namun upaya itu sia-sia. Masyarakat Arab tetap menghormati ka’bah dan mempertahankan keyakinan agama nenek moyang mereka.

Di sisi lain, Abrahah merasa iri melihat ka’bah menjadi pusat ekonomi — terutama dengan ramainya para pedagang yang menjajakan dagangan di sekitar Ka’bah pada musim haji. Saat itu, banyak masyarakat Arab dan pendatang dari luar Mekah berdatangan untuk beribadah haji, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang besar.

Kondisi itulah yang membuat Abrahah bersikeras mengalihkan arah ziarah dan aktivitas perdagangan dari Mekah ke Yaman. Ia sadar bahwa ibadah haji menjadi sumber pendapatan utama bagi penduduk Mekah dan kawasan sekitarnya. Karena itu, tumbuhlah niat jahatnya untuk menghancurkan ka’bah dan membangun pusat ritual tandingan agar arus jamaah dan perdagangan berpindah ke Yaman.

Kedengkian itulah yang tersembunyi di balik ambisi Abrahah terhadap Mekah — kedengkian terhadap kemuliaan dan keberkahan yang Allah anugerahkan kepada penduduk Mekah melalui keberadaan Ka’bah. Namun pada akhirnya, seluruh upayanya gagal total.

KEGAGALAN ABRAHAH, DIRAJUT ULANG OLEH KAUM BA’ALWI YAMAN

Kaum Ba’alwi di Yaman memang tidak membangun ka’bah tandingan secara fisik di kota Tarim, Hadramaut. Namun keberadaan bangunan ibadah yang menyerupai ka’bah di wilayah tersebut dapat dipandang memiliki tujuan yang mirip: mengalihkan orientasi spiritual dan perhatian umat Islam dari Mekah menuju Tarim, Hadramaut, Yaman.

Upaya ini tampak melalui strategi “marketing religius” berupa paket Umrah Plus Tarim, yang memosisikan Tharim sebagai destinasi spiritual alternatif. Tidak sedikit para habib atau habaib Ba’alwi yang tidak menunaikan umrah atau haji ke Mekah, melainkan cukup berziarah ke Tarim saja.

Demikian pula, banyak ustadz “marketing baklawi” yang secara intens mempropagandakan ziarah ke makam para habib Ba’alwi — yang dipromosikan sebagai wali — dan mengarahkan wisata religi ke sana. Tokoh-tokoh publik seperti UAH, UAS, BY, dan lainnya kerap mempromosikan paket “Umrah Plus Tharim” yang secara tidak langsung menjadikan Tharim seperti “kota suci” baru.

KESIMPULAN

Kaum Ba’alwi Yaman, dengan beragam propaganda dan narasinya, tampak berupaya menjadikan Tarim sebagai kota suci ketiga selain Mekah dan Madinah — sebagaimana Abrahah dahulu berupaya menjadikan Yaman sebagai pusat ibadah tandingan.

Mereka menyanjung Tharim dan Hadramaut dengan berbagai sebutan dan kisah berlebihan, antara lain:

  • Disebut sebagai kota seribu wali
  • Dinyatakan banyak dihuni keturunan Nabi Muhammad SAW dari Bani Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa (konon katanya)
  • Tanah pasirnya dianggap bisa menjadi jimat penglaris
  • Tempat turunnya hujan emas
  • Tanahnya dikatakan harum hingga penduduknya berjalan tanpa alas kaki
  • Dan berbagai kisah kewalian yang bercampur dengan unsur khurafat

Kenyataannya, seluruh dunia mengetahui bahwa Yaman merupakan wilayah miskin akibat perang saudara yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi sosial, ekonomi, dan infrastrukturnya memburuk: kekurangan air, gizi buruk, minimnya layanan kesehatan dan pendidikan, serta pengangguran tinggi yang meluas.

Adalah wajar bila kaum Ba’alwi ingin memakmurkan kembali Yaman, terutama kawasan selatan yang banyak dihuni keturunan mereka. Namun apabila upaya tersebut dijalankan dengan pola dan tujuan yang menyerupai ambisi Abrahah — yaitu ingin menyaingi kemuliaan Mekkah dengan propaganda keagamaan — maka hal itu tidak akan membawa keberkahan.

Artikel Terkait

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Malah, hal itu justru menimbulkan pertanyaan besar: mengapa cara-cara seperti itu yang dipilih?

Wallahu a‘lam bish-shawab.

TerkaitArtikel

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

23 Januari 2026
3

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

22 Januari 2026
1

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
3

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
3

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Ahmad Bin Hasan Al-Athas Ba’Alwi: Untuk Rumail Abbas

22 Desember 2025
2

Terbaru

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
431

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025