• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Berita

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt
0
BAGIKAN
5
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Sebuah analogi menarik muncul dalam diskusi hangat mengenai polemik nasab di Indonesia. Rocky Al-Ma’arif Syam yang akrab disapa Gus Rocky, seorang akademisi dan kandidat doktor yang kini tengah menempuh studi di Inggris, menyamakan momentum bersuratnya Kiai Imaduddin Utsman Albantani kepada Presiden Prabowo Subianto dengan peristiwa bersejarah antara fisikawan Albert Einstein dan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt.

Dalam diskusi daring melalui kanal Padasuka TV (13/05/2026), Gus Rocky menilai bahwa surat yang dikirimkan Kiai Imaduddin bukan sekadar korespondensi biasa, melainkan sebuah peringatan strategis bagi kedaulatan sejarah dan nasionalisme bangsa.

Gus Rocky menjelaskan bahwa sejarah mencatat Einstein pernah menyurati Presiden Roosevelt untuk memperingatkan adanya ancaman besar berupa pengembangan teknologi nuklir oleh Nazi Jerman. Surat tersebut kemudian memicu lahirnya Manhattan Project yang mengubah arah sejarah dunia.

“Saya berimajinasi Kiai Imad ini seperti Einstein yang mengingatkan Presiden bahwa ada proyek penggelapan sejarah, proyek infiltrasi, dan manipulasi yang kelihatannya remeh di akar rumput, tetapi sebetulnya ini sisa-sisa kolonialisme yang belum selesai,” ujar Gus Rocky.

Menurutnya, klaim-klaim nasab yang tidak terverifikasi secara ilmiah dan penguasaan narasi sejarah oleh klan tertentu merupakan bentuk “infiltrasi” yang dapat mengancam memori kolektif bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Gus Rocky memandang bahwa langkah Kiai Imad sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang dikenal memiliki retorika anti-Nekolim (Neokolonialisme-Imperialisme). Ia menyebut gerakan ini sebagai The Epistemological Project of the Islamic Third Worldism.

“Bung Karno adalah figur antikolonial di eranya, dan sekarang Pak Prabowo membawa semangat anti-Nekolim. Kiai Imad hadir untuk menarasikan ulang sejarah Islam Indonesia yang selama ini mungkin terdistorsi oleh kepentingan diaspora tertentu di masa lalu,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa selama ini ada manipulasi sejarah melalui soft power media yang mengesankan bahwa kemerdekaan Indonesia seolah-olah didominasi oleh peran klan tertentu, padahal catatan sejarah resmi seperti keanggotaan BPUPKI dan PPKI menunjukkan fakta yang berbeda.

Melihat urgensi dari riset ilmiah Kiai Imad yang menggabungkan kajian filologi dengan sains DNA, Gus Rocky mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata. Ia bahkan mengusulkan agar Kiai Imad diberikan peran strategis untuk memimpin penulisan ulang sejarah Islam Nusantara.

“Surat Kiai Imad harus ditanggapi secara strategis. Jika dulu Einstein memantik Manhattan Project, maka surat Kiai Imad ini harus mendorong Prabowo’s Project on Renarrating Indonesian Islamic History,” tegasnya.

Penutup diskusi tersebut menggarisbawahi bahwa perlawanan Kiai Imad terhadap hegemoni nasab bukan sekadar masalah silsilah, melainkan upaya besar untuk memulihkan martabat sejarah bangsa Indonesia agar tidak lagi terjebak dalam aristokrasi agama yang bersifat rasis dan diskriminatif. (KD)

Terkait Kiriman

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
Direstui Pemprov Banten, PW DMI Siapkan Panjang Mulud sebagai Ikon Wisata Religi Banten

Direstui Pemprov Banten, PW DMI Siapkan Panjang Mulud sebagai Ikon Wisata Religi Banten

17 Oktober 2026

Info Baru Lainnya

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .