• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Opini

KH Imaduddin Utsman al-Bantani: Ulama Pembebas Akal dan Penjaga Marwah Ulama Nusantara

oleh Admin
29 Juni 2025
dalam Opini
Waktu baca: 3 menit baca
A A
0
BAGIKAN
259
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kang Dins

Saya bersaksi bahwa KH Imaduddin Utsman al-Bantani adalah sosok ulama sejati yang memadukan keilmuan mendalam, keluasan wawasan, keberanian intelektual, dan keteguhan spiritual dalam satu tarikan nafas perjuangan.

Beliau bukan hanya seorang ulama, tetapi juga intelektual muda tulen dan pejuang kebenaran yang menjaga marwah para kiai Nusantara. Beliau berdiri di garda terdepan untuk membentengi santri khususnya dan umat Islam umumnya dari paham-paham menyimpang, ajaran sesat, dan akhlak yang rusak. Ilmu beliau menuntun santri dan umat untuk tetap berjalan di atas jalan lurus Ahlussunnah wal Jama’ah, berakhlak mulia, beradab, dan berfikir kritis tanpa keluar dari koridor syariat.

Beliau juga Istiqomah menjaga warisan budaya Nusantara yang bernilai tinggi. Dalam setiap karya tulis dan ceramahnya, tersirat penghormatan mendalam kepada tradisi baik yang diwariskan para ulama terdahulu, para pejuang dan pahlawan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga aqidah dari segala bentuk penyimpangan yang menodai Islam.

Keberanian beliau dalam mengungkap kebenaran, termasuk riset dan tesisnya tentang sejarah dan nasab yang seringkali kontroversial, adalah cermin kejujuran ilmiah dan integritas seorang ulama pewaris Nabi. Beliau mengajarkan kepada kita makna tabayyun sejati: bukan sekadar klaim lisan, tetapi verifikasi akademik yang dilandasi keikhlasan dan kerendahan hati menerima fakta, betapapun pahitnya.

Lebih dari itu, Kiai Imad berjasa besar dalam melepaskan lilitan kuat tali perbudakan spiritual yang selama berabad-abad mengikat pemikiran umat Islam. Beliau membongkar klaim-klaim nasab palsu yang selama ini kemuliaannya dijadikan alat menekan dan membungkam nalar kritis dan pemikiran umat. Beliau membuka mata kita semua bahwa kemuliaan manusia di hadapan Allah bukan karena garis keturunan yang diklaim tanpa bukti, tetapi karena iman, ilmu, dan amal shaleh.

Beliau menyadarkan kita bahwa generasi umat Islam harus kembali bangkit, berpikir kritis, berilmu tinggi, dan berakhlak mulia tanpa harus menuhankan keturunan siapa pun. Karena ketika umat terbelenggu oleh klaim-klaim palsu yang kebablasan, maka hilanglah semangat mereka untuk berjuang mengangkat derajat diri dengan ilmu dan amal shaleh, dan bergantung hanya pada nama keturunan yang belum tentu benar.

Saya kagum saat membaca karya-karyanya. Bahasanya tegas namun indah, sistematis, mendalam, dan lahir dari kontemplasi ruhani yang panjang. Insyaallah tak ada satupun kalimat beliau yang sia-sia. Semuanya menambah iman, memperluas wawasan, dan meneguhkan tauhid kita kepada Allah SWT.

Dalam konteks kebangsaan, beliau adalah ulama yang sangat intens pemikirannya dalam konteks menjaga negeri. Dalam setiap langkah dan ucapannya, selalu tergambar visi besar untuk menjaga Indonesia tetap berdaulat, beragama, beradab, dan bermartabat. Beliau menanamkan kesadaran bahwa perjuangan hari ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk generasi anak cucu bangsa Indonesia ke depan. Agar kelak mereka tetap mengenal tauhid murni, mencintai ulama, menjaga NKRI, dan bangga menjadi bangsa yang beriman dan berakhlak.

Saya bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya atas semua ilmu, karya, dan perjuangan beliau. KH Imaduddin Utsman al-Bantani adalah bukti bahwa ulama sejati bukan hanya pewaris ilmu, tapi juga pewaris keberanian, kejujuran, dan pengorbanan Rasulullah SAW.

Semoga Allah SWT selalu menjaga beliau, melapangkan dada dan langkahnya, memberikan kesehatan dan umur panjang yang barokah, serta meneguhkan beliau dalam perjuangan menegakkan kebenaran dan menebarkan cahaya ilmu hingga akhir hayatnya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.”

Artikel Terkait

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Tagar: al-bantanihabib bukan cucu nabiimaduddinkhmarwah ulamanasab ba alwinasab rungkadnusantarapenjagatesis nasabulama pembebas akalutsman

TerkaitArtikel

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
5

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

23 Januari 2026
2

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

22 Januari 2026
1

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
3

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
3

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Ahmad Bin Hasan Al-Athas Ba’Alwi: Untuk Rumail Abbas

22 Desember 2025
2

Terbaru

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
5

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
431

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025