• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Opini

Menjawab Dr. Ali Baqir al-Saqqaf dan Memberitahunya Apa Yang Sebenarnya Terjadi

oleh Admin
2 November 2025
dalam Opini, Pendidikan
Waktu baca: 13 menit baca
A A
0
BAGIKAN
24
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Rifky Zulkarnaen JB.

SUMBER

Sumber: di tulisan facebooknya https://www.facebook.com/share/19n8nSnDEU/ . Terakhir kali penulis kunjungi lagi, postingan tersebut tidak ada. Mungkin dihapus olehnya. Namun penulis masih dapat memperoleh tulisannya. Lihat gambar di bawah ini:

JAWABAN I

Dr. Habib Ali Baqir Saqqaf (HABS) berkata: … saya rasa apa yang terjadi ini sangat bertolak belakang dengan yg dikoar-koarkan di beberapa media social tentang narasi Ba’alawy oleh “segelintir” orang saja yg mana kelompok ini selalu menyudutkan Ba’alawy dengan narasi-narasi yg kurang bagus yg mungkin benar adanya akan tetapi hanya dilakukan hanya oleh “segelintir” kaum Ba’alawy saja seperti khuforat, dawir, dll.

Jawab:

(HABS): … dikoar-koarkan di beberapa media social tentang narasi Ba’alawy oleh “segelintir” orang saja…

Yang dimaksud ‘segelintir’ itu jumlahnya berapa di pikiran Anda? Menurut pikiran Anda, standar dikatakan ‘banyak’ itu pada jumlah berapa? Anda jawab itu dulu.

Lepas dari itu, Klan Habib Baalwi diejek-ejek oleh masyarakat Indonesia di media sosial melalui karya video parodi-parodi tentang Klan Habib Baalwi; dan itu jumlahnya banyak. Selain di YouTube, di tiktok nasab dan kejahatan Klan Habib Baalwi masif didiskusikan dan dibicarakan; dan itu jumlahnya banyak. Belum lagi di ranah offline yang jumlahnya banyak. Apa buktinya? Paling mudah untuk dijadikan contoh adalah PWI-LS. Kuburan-kuburan yang dipalsukan oleh Klan Habib Baalwi sudah banyak dibongkar atau dihancurkan atau diluruskan oleh PWI-LS bersama masyarakat dan aparat. Mana contohnya? Ini contohnya:

  1. Eksekusi Makam Palsu Ki Juru Mertani di Nitikan, Jogja – Gus Fuad Plered — https://youtu.be/z-5Zv5vTuak?si=Av4vT72qWmQ53-E4
  2. PEMBONGKARAN MAKAM PALSU HABIB UTSMAN BIN YAHYA OLEH LS PWI PATI DI MAITAN TAMBAKROMO PATI — https://youtube.com/shorts/JdeN4LfNK0U?si=asyarHRKanUU_6BX ;
  3. DETIK-DETIK PEMBONGKARAN MAKAM HABIB PALSU BIN YAHYA DI PEMALANG OLEH RATUSAN WARGA‼️ — https://youtu.be/NEMVTYUvrSw?si=P7g6agqtlNBABwKy ;
  4. ! makam palsu habib ba’alawi dibongkar warga isinya mengejutkan… — https://youtu.be/LlibtPxiF1c?si=w3k1Z0JWfGnimw2s

Itu yang bergerak masyarakat pribumi yang jumlahnya tidak segelintir. Lihat saja di YouTube. Jadi, Anda sepertinya sedang denial atau teralienasi dari realitas.

(HABS): … hanya dilakukan hanya oleh “segelintir” kaum Ba’alawy saja…

Satu. Satu. Cukup satu atau beberapa oknum untuk mengangkat keseluruhan kelompoknya. Seperti iklan. Cukup satu Komeng  dan beberapa orang untuk mengangkat merek Yamaha dan menenggelamkan organisasi bisnis kompetitornya. Seluruh karyawan dan struktural Yamaha tidak perlu turun tangan ikut-ikutan secara langsung. Cukup diam, tidak mambatalkan isi dan dampak dari Iklan Komeng, terus melakukan kebaikan untuk tetap menjaga citra dan posisi merek Yamaha di hadapan publik dan sebagian di balik layar saja mengorkestrasi yang di depan. Bukankah mekanisme tersebut merupakan mekanisme umum yang terjadi sebagaimana sudah Anda pahami.

Dua. Seluruh Klan Habib Baalwi Tanpa Terkecuali adalah Pelaku Kejahatan Luarbiasa dan Pembelanya Pengkhianat Bangsa dan Negara Indonesia. Pertanyaannya: bagaimana bisa begitu? Baca: https://pwils.net/?s=retrospeksi .

Jawab:

(HABS) … toh ternyata yang datang di haul solo juga membludak & yg menyambut Hb Umar sangat antusias sekali dari segala kalangan yg mana hal ini adalah fakta.

Maksud dari Dr. Habib Ali Baqir Saqqaf kemungkinan besar adalah edukasi tentang:

  1. Palsunya nasab Klan Habib Baalwi;
  2. Baalwisasi-Yamanisasi kuburan pribumi Nusantara;
  3. Baalwisasi-Yamanisasi sejarah Indonesia, NU, Muhammadiyah;
  4. Baalwisasi-Yamanisasi silsilah nasab leluhur Nusantara;
  5. Baalwisasi-Yamanisasi Pahlawan dan Tokoh sejarah Bangsa Indonesia;
  6. Klaim atas kepemilikan teritori Indonesia;
  7. Doktrin-doktrin sesat, ajaran sesat, khurafat;
  8. Sejarah Klan Habib Baalwi yang merupakan imigran Yaman Hadramaut yang didatangkan Belanda untuk jadi anteknya dan rekam jejak sejarah kejahatan Klan Habib Baalwi kepada pribumi Nusantara, dll;

… tidak berpengaruh terhadap jumlah orang yang datang ke Haul Solo dan jumlah orang yang menyambut Habib Umar bin Hafidz.

Harus diteliti terlebih dahulu:

  1. Perbedaan jumlah sebelum adanya edukasi dengan setelah adanya edukasi. Baru kita bisa tahu ada dampaknya atau tidak;
  2. Orang yang datang itu digerakkan oleh faktor apa? Apa faktor traction-nya sehingga orang mau datang? Jangan-jangan itu mobilisasi dari pihak Anda, Klan Habib Baalwi. Jangan-jangan cuma penasaran karena korban iklan—jadi mereka datang sekali, berikutnya tidak datang lagi. Atau, jangan-jangan itu fenomena vanity success. Tampak populer, tampak besar, tampak hebat, namun pada realitasnya ia minim dampak atau low conversion. Popularity bukanlah electability. Gaduh bukan berarti berpengaruh. Contohnya: FPI dan Habib Rizieq Shihab serta Klan Habib Baalwi, kalian gaduh dan nampak besar karena masif di media sosial dan di panggung-panggung. Faktanya? Data menunjukkan sebaliknya. Di pilpres dan pilkada, kalian bukan faktor penentu masyarakat memilih siapa. Buktinya? Lihat statistik dan perhatikan hasil pilkada di Pekalongan yang merupakan ‘kandang’ Habib Luthfi bin Yahya yang popularitasnya jauh lebih tinggi dibanding Anda. Padahal, saat itu Habib Luthfi bin Yahya dibranding cucu Nabi, waliyulloh, Ketua JATMAN, tokoh NU, dll, meski sudah seheboh itu masyarakat tidak mengikuti perkataan Habib Luthfi bin Yahya. Di tulisan lain akan saya bahas lebih panjang tentang itu, insyaAlloh; sebaliknya, Abuya Muhtadi mungkin tak begitu populer di media sosial namun andai beliau memfatwakan jihad melawan Klan Habib Baalwi, saya menduga, tak butuh waktu lama jarak antara fatwa beliau dengan selesainya petualangan Klan Anda di Nusantara.

Saya kira Anda tahu bahwa banyaknya jumlah atau popularitas tidaklah menjadi penentu sesuatu benar atau salah. Kesalahan logika kuantitas sebagai tanda kebenaran dikenal sebagai “Argumentum ad Populum” (Appeal to Numbers) atau “Bandwagon Fallacy”. Sesat pikir ini terjadi ketika suatu argumen dianggap benar hanya karena banyak orang yang mempercayainya atau karena populer di kalangan masyarakat.

Dan tolong jangan gunakan frase ‘Haul Solo’ karena Solo bukan milik Klan Habib Baalwi.

JAWABAN II

Dr. Habib Ali Baqir Saqqaf (HABS) berkata: … Hal ini tidak lepas dari banyaknya blunder yg dilakukan oleh pembenci Ba’alawy sendiri yg mana mereka sering menampakkan anarkisme, mendemo Sholawatan, membongkar kuburan dll yg kenyataannya beberapa dari mereka juga terpaksa berurusan dengan Polisi karena melanggar aturan.

Jawab:

(HABS): … dari banyaknya blunder…

Anda katakan ‘banyak’? Coba sebutkan.

Anda katakan ‘blunder’, tunjukkan mana yang blunder?

(HABS): … sering menampakkan anarkisme…

Yang mana yang anarkisme? Tunjukkan. Di Karawang itu Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya yang bertindak anarkis. Di Pemalang juga begitu. Masyarakat sangat paham yang sering mempersekusi dan mengintimidasi pribumi dengan kedok tabayyun adalah Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya.

Saya beri contoh:

  1. Ribut pengajian KH.Imaduddin Utsman di Tambun, adalah bukti adu domba oleh Habaib— https://youtu.be/en23O36fT2c?si=hTNIG0kTS67ijb9e ;
  2. Kelakuan bejat Habib Baalwi Kesaksian Mantan Muhibbin — https://youtu.be/ac-HwBKsf6o?si=1wYtgC5VU_4jl-jI ;
  3. Pecinta Habaib Geruduk Ustad Arjun Samarinda — https://youtu.be/TENUi1AL7t0?si=ihxnSP2KO_CdLTxR ;
  4. MIGRAN PANIK, KHABIB2 GAK JELAS TEROR PENGURUS Dr MANACHEM ALY.!–https://www.youtube.com/live/u8FmKNPuzbI?si=rhATqyzyRq1zPrDq ;
  5. GUS IMRON DIT3ROR MEREKA❗GAYA ANTUM SELALU BEGITU❗— https://youtu.be/h_jHjohzmYo?si=lQ-rPoTUgR4BlibE ;
  6. Menohok, Kyai Gresik Beri Jawaban atas Ulah 0knum Habib— https://youtu.be/IMhDxCU6wTQ?si=7ftiPXbcydu8Ht3T ;
  7. Antara Gus Nuril & Kyai Imad, Peristiwa di Panggung Ceramah— https://youtu.be/DVPR2JrVR-U?si=DCY6l_vvS49aVADA ;
  8. REKAMAN INI BOCOR GURU SEKUMPUL PERNAH DIPERSEKUSI OKNUM HABIB..!??— https://youtu.be/HhMQdh-Fz9g?si=FaTUzuqruaEkZDSa ;
  9. Warga Dipukuli Pake Sendal oleh Habib, Ragara Sebut Habib Palsu. Pelajari Cara Atasi Persekusi!— https://youtu.be/dVbJM1s65ho?si=AW_F0IlndYFJSfgU ;
  10. Dipersekusi & Diter0r Habib Taufik Assegaf dkk Smp Cerai Gara2 Menikahi Syarifah? – Gus Fuad Plered— https://youtu.be/2nrp6lSbEL4?si=o5J_eL5D3s1WktaA .

Apakah butuh contoh yang lebih banyak lagi?

(HABS): … mendemo sholawatan…

Bukan sholawatannya yang didemo tetapi yang mengisi acaranya yaitu habib.

(HABS): … membongkar kuburan…

Yang dibongkar adalah kuburan palsu yang diberi nama Klan Habib Baalwi. Kuburan palsu Klan Habib Baalwi itu mengancam eksistensi bangsa pribumi dan negara Indonesia pada derajat yang fatal. Mestinya kalau Anda dan Klan Habib Baalwi merasa bagian dari bangsa Indonesia, Anda juga akan merasa terancam, gelisah, dan terluka dengan epidemi kuburan palsu itu lalu melakukan Aksi Bela Negara. Yang dilakukan PWI-LS dan masyarakat pribumi lainnya adalah Aksi Bela Negara. Anda kok tidak melakukan Aksi Bela Negara padahal Anda dan Klan Anda tahu bahwa ada pemalsuan sejarah dan pemalsuan makam? Tapi saya memahami: karena di sini Anda cuma imigran, cuma tamu.

(HABS): … kenyataannya beberapa dari mereka juga terpaksa berurusan dengan Polisi karena melanggar aturan.

Yang mana maksud Anda? Tunjukkan. Apa maksud Anda kasus Serambi Winongan? Tunjukkan saja yang mana yang melanggar aturan atau siapa yang melanggar aturan: apakah Klan Habib Baalwi yang membangun bangunan permanen di makam umum sampai menindasi dan menghilangkan makam-makam pribumi yang bersalah atau masyarakat yang membongkar bangunan ilegal di situ yang bersalah? Silakan dibuktikan saja. Itu polisinya di-prapin-kan karena prosesnya melanggar prosedur.

JAWABAN III

Dr. Habib Ali Baqir Saqqaf (HABS) berkata: … Maka nasehat saya jika ingin bersaing dengan kaum Ba’alawy maka kembalilah kejalan ilmu seperti buat seminar tentang nasab secara umum & Nasab Ba’alawy (kalau mampu.hi5) secara khusus karena tanpa itu walaupun Dajjal keluar 2x tetap saja Habaib akan diakui sebagai keturunan Nabi.

Jawab:

(HABS) … jika ingin bersaing dengan kaum Ba’alawy maka kembalilah ke jalan ilmu…

Kalimat Anda itu salah total. Sejak awal kami di jalan ilmu. Jadi, Anda dan Klan Andalah beserta budak-budak kalian yang harus kembali ke jalan ilmu. Berhentilah memalsu kuburan; berhentilah memalsu sejarah; berhentilah memfitnah; berhentilah mempersekusi; berhentilah melakukan taktik-taktik licik; kembalilah ke jalan ilmu. Jawablah 12 pertanyaan Kyai Imad yang sudah beliau kirimkan secara resmi ke Rabithah Alawiyah (RA). Susunlah kitab jawaban untuk kitab Kyai Imad. Jika tidak mampu dalam bahasa Arab, silakan dalam bahasa Indonesia.

(HABS): … seperti buat seminar tentang nasab secara umum & Nasab Ba’alawy (kalau mampu.hi5) secara khusus …

Statement Anda itu menunjukkan betapa sungguh mengenaskannya diri Anda. Kyai Imad dkk sudah melakukannya bahkan berkali-kali, acaranya terbuka untuk umum sehingga masyarakat bisa langsung berdialog dan mengchallenge/mendebat Kyai Imad secara terbuka di depan publik.

Saya beri contoh seminar atau dialog publik atau pengajian umum di mana orang bisa langsung bertanya, mengkritisi, dan menchallenge/mendebat Kyai Imad:

  1. Di Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah: #1 Seminar Nasional Membedah Sejarah Kaum Arab-Hadrami di Indonesia & Validitas Nasabnya ke Nabi SAW — https://www.youtube.com/live/cZhb_SD2_-w?si=QJJmHe6xuKrORjnc ;
  2. Di Ponpes Manbauth Thoyyibah: SEMINAR Bedah Tesis Terputusnya Nasab HABAIB / BA’ALWY Oleh KH. IMADUDDIN USTMAN ALBANTANI — https://www.youtube.com/live/LWDXIuyQwCE?si=fbVe-uOh5nWw4UXf ;
  3. Di Bali: Bedah Buku Bersama KH. Imaduddin Utsman al-Bantani — https://www.youtube.com/live/Is4MK933ufc?si=l5cioxe5_Lx4MTXh ;
  4. Di Surabaya: KH Imaduddin Utsman : 15 Bukti Ilmiah Batalnya Nasab H4B1B Ba’alawi — https://youtu.be/JfWwYvYM2A8?si=EbpSIvUMVRrpII9F ; https://www.youtube.com/live/M1UsgmNmkQQ?si=hLL6ynmuz-8bHWGs ; bahkan Rabithah Alawiyah ditunggu kedatangannya oleh Prof. Menachem Ali Tamu Istimewa YPM At-Tauhid || Rabithah Alawiyah Kami Tunggu Kedatangannya || Demi Pencerahan Umat https://youtu.be/zcqZuProBac?si=Sf7y7dloOq-AXGlt . Apakah Rabithah Alawiyah datang? Tidak. Yang datang malah budak habib mempersekusi (mengintimidasi) Prof. Ali;
  5. Di Banyumas: 25 MENIT BAALAWI RUNGKAD ! KYAI IMAD DI BANYUMAS !! BUBARR PASARR !! ( Bag 2 ) — https://youtu.be/BnUR5JNRDDM?si=ZUGkjnMHPbPtE0UV ;
  6. Di Wonogiri: ALUMNI PONPES LIRBOYO ‼️ TESIS KH IMADUDDIN ILMIAH ‼️ KLAN BA’ALAWI BUKAN DZURIYAH ROSUL — https://youtu.be/v66R_eCWrMc?si=EUDflkThTr4Ce5u- ;
  7. Di Lampung: KYAI IMAD “DIHADANG” DI LAMPUNG!??, DIALOG MEMUKAU BANYAK MUHIBBIN MINTA MAAF KE KYAI IMAD — https://youtu.be/5mKsTRkp_1E?si=cAYzhTRUVygoV5TV ;
  8. Di Lampung: Diskusi KH. Imaduddin bersama Para Tokoh Pringsewu Lampung — https://youtu.be/qhtViDVg104?si=tWBm73htIKV54ksQ ;
  9. Di Lampung: PRIBUMI INI SANGAT BERANI‼️MENGATAKAN KIAI IMAD MASIH KURANG TEGAS : BAGI SAYA HARAM MANGGIL HABIB‼️ — https://youtu.be/DRznKuNmdc4?si=-KXdLZWcHSdxxFsd ;
  10. Di Jetis: DETIK-DETIK PARA KYAI BERKUMPUL BAHAS NASAB DAN SEJARAH. KYAI IMAD DIBERONDONG PERTANYAAN‼️ — https://www.youtube.com/live/KG0OeIH31qg?si=E0TJc9zbSrZLKRYp ;
  11. Di Tegal: Diskusi KH. Imaduddin Usman bersama Tokoh Ulama Tegal — https://youtu.be/SouFJxo88_Y?si=NrcTpLNBoVY5fYTf ; TERNYATA BUTUH MENTAL BAJA UNTUK MENGUNDANG KYAI IMADUDIN — https://youtu.be/UeeLrq_6P0k?si=i_TPxxhhHVl2-7Tb ;
  12. Di Lampung: Diskusi Nasab Ba ‘Alwi bersama KH. Imaduddin Usman Al-Bantani di Lampung — https://www.youtube.com/live/pTgcBtPEBwI?si=oHzGCBJSQJ7CFj_x ;
  13. Di Tawangsari Tulungagung: Imaduddin Usman | Seminar Nasab di Tawangsari Tulungagung— https://www.youtube.com/live/JPSOekA6Ie4?si=7f46yGEUuls9R-VS .

Di atas hanya contoh ya jangan diplintir hanya itu.

Berikut ini seminar yang digagalkan atau dibatalkan oleh Klan Habib Baalwi dan atau pihak terkait:

  1. Seminar di Studium Generale UIN Syarif Hidayatullah yang mempertemukan Kyai Imad dengan Habib Said Agil Husein Al-Munawar;
  2. Seminar di UIN Walisongo Semarang. Rabithah Alawiyah sudah diundang secara langsung ke kantor RA. Seminar ini digagalkan oleh pihak kepolisian yang terindikasi kuat atas instruksi Habib Pekalongan.

Apa Anda mau bahas tentang Debat Banten dan Debat di RA? Saya bisa jabarkan kelicikan Klan Habib Baalwi di 2 (dua) acara itu. Saya ringkas saja: (1) Debat Banten diadakan untuk menginterupsi atau mengganggu Seminar di UIN Syarif Hidayatullah, (2) Debat di RA diadakan untuk menginterupsi atau mengganggu jadwal Seminar di UIN Walisongo Semarang di mana RA pun turut diundang, (3) Jadwal seminar di UIN Syarif Hidatullah dan UIN Walisongo Semarang terjadwal dan terpublikasikan terlebih dahulu ke publik lalu RA TIBA-TIBA membuat acara yang mengundang Kyai Imad dkk secara MENDADAK yang tanggalnya menginterupsi 2 (dua) seminar tersebut. Pattern kalian begitu. Ingat: yang tidak datang ke undangan acara kalian itu bukan hanya Kyai Imad namun juga Prof. Menachem Ali, Dr. Sugeng Sugiharto, dll.

Di podcast Rhoma Irama yang merupakan kesempatan emas untuk mematahkan tesis Kyai Imad di hadapan khalayak luas, Klan Habib Baalwi tidak berani datang. Tentang itu baca: Mata Sigmund Freud Melihat Kelakuan Habib dan Budak-Budaknya https://rminubanten.or.id/mata-sigmund-freud-melihat-kelakuan-habib-dan-budak-budaknya-projection/ .

KHR. Syarif Rahmat di ILC menantang Novel Bamukmin untuk mempertemukan Luthfi bin Yahya, Rizieq Shihab, dan atau Taufik Assegaf dengan KH. Imaduddin Utsman Al Bantani untuk debat nasab. Lihat: https://youtu.be/_f2iPqIIX6I?si=E7wtaGoZBFDnwDY4 . Setelah koar-koar begitu dan ditantang Kyai Syarif di depan publik di layar kaca di program ILC, sampai sekarang bau-baunya Novel Bamukmin tidak muncul lagi. Kalau memang di posisi yang pasti benar dan dapat mematahkan tesis Kyai Imad, tentu pasti akan cepat dilakukan. Mengapa tidak dilakukan? Ya, karena tidak berani. Mengapa tidak berani? Nah itu…

Jadi, yang belum melakukan seminar umum terbuka untuk publik luas tentang nasab Baalwi adalah kalian sendiri, Klan Habib Baalwi. Bikinlah kalau mampu. Buktikan. Di samping itu, tantangan Kyai Imad masih berlaku untuk debat di kampus dengan adil dan bermartabat di hadapan para ahli dan akademisi. Silakan bikin. Kalau mampu…

(HABS): … karena tanpa itu walaupun Dajjal keluar 2x tetap saja Habaib akan diakui sebagai keturunan Nabi.

Kasihan sekali Anda ini. Anda dan Klan Anda mengalami krisis eksistensial sehingga yang diuber-uber adalah pengakuan bukan pembuktian. Jadi, kalau Klan Habib Baalwi diakui sebagai keturunan Nabi meski fakta ilmiah membuktian bukan, Anda gembira ya? Ck…ck…ck… Kasihan sekali… Anda bergembira dengan persepsi orang lain terhadap diri Anda yang persepsi itu bukanlah keaslian diri Anda. Jadi, yang mereka akui itu bukan keaslian diri Anda melainkan fantasi mereka terhadap diri Anda. Mereka menemui imajinasinya sendiri tentang Anda bukan menemui kesejatian diri Anda.

Begitulah mentalitas Klan Habib Baalwi seperti anak kecil yang karena dipuji temannya “wah hebat kamu spiderman” lantas ia jungkir balik, semakin dipuji semakin ia antusias jungkir balik, berkali-kali jungkir balik tiap kali dipuji. Anak kecil itu menduga dirinya hebat dan teman-temannya sungguh-sungguh kagum padanya, perasaannya bangga dengan dugaannya itu, ia tidak paham bahwa ia terjebak di dunia internalnya sendiri dan terputus dari realitas eksternal: sebenarnya ia hanya dibikin mainan oleh teman-temannya.

Jawaban IV

Dr. Habib Ali Baqir Saqqaf (HABS) berkata: … thesis S2 Ki Imaduddin yg sampai sekarang wujud fisiknya masih ghoib. Akan tetapi sekarang isu nasab ini lebih cenderung ke Rasisme, kesukuan & beberapa isu picisan yang tidak layak untuk ditanggapi. Wallahualam.

Artikel Terkait

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Jawab:

(HABS): … thesis S2 Ki Imaduddin yg sampai sekarang wujud fisiknya masih ghoib…

Mengenai apa itu tesis, saya sudah menjawab ketidakpahamaan Anda tentang tesis dan menjelaskan apa itu tesis di tulisan sebelumnya berjudul Mengajari Dr. Habib Ali Baqi Al-Saqqaf dan KH. Luthfi Bashori serta Budak Lainnya Tentang Apa itu Tesis.

Mengenai tesis Kyai Imad wujudnya ghoib, Anda salah total. Kami sudah mengirimkan 2012 Kitab Minhajunnassabin full berbahasa Arab ke Kyai-Kyai dan Tokoh-Tokoh Nusantara. Budak kalian juga kami kirimkan. Silakan periksa ke dedengkot NUGL Luthfi Bashori dan Ismail Kholili. Kampus-kampus pun kami kirimkan. Profesor-profesor dan doktor-doktor kami kirimkan. Versi digitalnya juga kami sediakan GRATIS sehingga semua orang yang mau mengkaji bisa memperolehnya. Kami juga mengirimkan beberapa kitab Tahafutul Ansab dan Ulama Nusantara Menggugat Nasab Palsu ke beberapa tokoh seperti Prof. Menachem Ali, Prof. Mahfud MD, MPU Aceh, KH. Fatih Syuhud, dll. Versi digitalnya pun kami sebarkan GRATIS untuk publik.

Apa artinya itu? Saya jelaskan dengan penjelasan Rocky Gerung di dialog publik bersama Polri[1]:

… Anda undang saya untuk memperhatikan logic, metodologi, dan pembicaraan dari isi disertasi itu. Semua orang yang diundang dalam forum akademis berhak untuk membantah dalil akademis. Kita biasakan itu dari PTIK misalnya, bukan cuman penguji yang berhak untuk bicara. Siapapun yang ada di ruangan itu dia adalah makhluk akademis…Itu yang namanya kebebasan berpendapat supaya kita bisa… ujian paling bermutu itu ujian eksternal bukan ujian internal. Sama seperti akuntansi. Akuntansi itu audit eksternal lebih bermutu daripada audit internal.

Semua kalimat RG di atas penting. 2 (dua) poin yang saya kutip lagi sebagai penekanan: … Semua orang yang diundang dalam forum akademis berhak untuk membantah dalil akademis… ujian paling bermutu itu ujian eksternal bukan ujian internal. Sama seperti akuntansi. Akuntasi itu audit eksternal lebih bermutu daripada audit internal.

Karya Anda untuk memperoleh gelar doktor Anda itu hanya dibaca dan diuji 3, 4, 5, atau 6 penguji. Itu pun dengan catatan: kalau proses yang Anda jalani benar—saya meragukan itu melihat kualitas pikiran dan cara Anda menulis kata-kata dan menyusun kalimat (sintaksis) bukanlah kualitas seseorang yang terbiasa menjalani proses baca-riset-tulis-uji. Anda hanya menghadapi 3, 4, 5, atau 6 penguji dan itu hanya  bersifat ujian internal tanpa audit eksternal; sementara dengan menyebarkan kitab fisik dan digital ke publik luas Kyai Imad mengundang publik dalam forum akademis; menghadapi ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, atau bahkan jutaan orang; yang itu merupakan ujian eksternal berskala massal dan kolosal sebab semua orang bisa mengaudit isi kitab Kyai Imad dan mempertontonkan hasil auditnya di ruang publik. Resikonya besar sekali bagi Kyai Imad jika Kyai Imad menulis kitabnya sembarangan. Tambahan lainnya, kitab Kyai Imad full berbahasa Arab.

Anda pun diundang dalam forum akademis ini, Anda bisa memperoleh kitab Kyai Imad. Silakan kaji—auditlah. Jawablah jika mampu. Jika tidak mampu, Anda mubahalah saja.

(HABS): … Akan tetapi sekarang isu nasab ini lebih cenderung ke Rasisme, kesukuan & beberapa isu picisan yang tidak layak untuk ditanggapi.

Yang rasis duluan ke pribumi itu Klan Anda. Pribumi hanya membela diri dan merespon balik. Saya tidak menyangka kualitas Anda serendah ini padahal Anda bergelar Doktor dan mengajar mantiq. Atau, mau kita bahas kronologinya sehingga tercipta situasi psikologis in group-out group Klan Habib Baalwi vs Pribumi Nusantara?

(HABS): … Wallahualam.

Ucapan wallahualam itu bagus cuma jangan Anda gunakan sebagai sebuah tameng dan senjata supaya Anda bisa ngomong sembarangan salah-salah untuk kemudian dimaklumi atau sebagai landasan pemakluman dengan tetap merasa benar. Saya ajari cara penggunaannya: riset dulu yang benar in optima forma lalu tulislah dan tutuplah dengan Wallahualam. Anda ngomong sembarangan, ngawur, salah-salah, terus ditutup dengan wallahualam itu seperti orang menggoreng telur dengan api yang sangat besar tanpa minyak goreng. Ketika rusak ia berkata ‘wallahualam’ supaya ia bisa lari dari tanggung jawab dan tetap merasa benar atau supaya tetap dipandang benar oleh orang lain karena sudah disclaimer wallahualam duluan atau supaya bisa berlagak tak ada yang salah meski sebenarnya ia tahu ia salah.

Selesai.

[1] https://youtu.be/ZOxe_CnYUYM?si=e8ywErRw65DdY2Qh&t=1603

TerkaitArtikel

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

23 Januari 2026
3

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

22 Januari 2026
1

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
3

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
3

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Ahmad Bin Hasan Al-Athas Ba’Alwi: Untuk Rumail Abbas

22 Desember 2025
2

Terbaru

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
431

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025