• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Opini

Prof Dr KH Ahmad Zahro: Demi Allah Ba ‘Alwi Bukan Cucu Nabi

oleh Admin
10 April 2025
dalam Opini
Waktu baca: 3 menit baca
A A
0
BAGIKAN
243
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sebuah pernyataan yang tegas dan penuh ketegasan, Prof Dr KH Ahmad Zahro, seorang tokoh terkemuka di ranah keislaman sekaligus Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya, menyampaikan sebuah nasihat penting bagi umat Islam yang kerap mengangkat isu nasab. Dengan nada yang tidak berbelit, beliau menegaskan bahwa klaim nasab Ba ‘Alwi yang sering dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW adalah hal yang tidak berdasar. “Bukan nasab Nabi, bukan demi Allah tidak sambung nasab Nabi,” demikian tegas beliau, menekankan bahwa ketidaksesuaian dalam klaim tersebut bukanlah masalah karena kebencian, melainkan merupakan bentuk keprihatinan mendalam terhadap kesalahpahaman umat terkait garis keturunan yang seharusnya sakral.

Dalam narasi panjang yang dimulai dari awal video, beliau menyampaikan pesan untuk mendengarkan dan menyimak seluruh isi penyampaian tanpa diinterupsi, agar setiap kata yang diucapkannya dapat terserap secara utuh. Menurut Prof Dr Ahmad Zahro, pembahasan mengenai nasab, terutama jika berkaitan dengan garis keturunan Rasulullah SAW, memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan formalitas atau kebanggaan diri. Beliau menyindir bahwa jika seseorang mengaku memiliki nasab yang sah, maka tidak ada larangan untuk “mencium bau surga” sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Nabi—sebuah pernyataan yang membawa makna mendalam mengenai kebaikan dan keberkahan yang harusnya didapatkan oleh yang tulus. Namun, bila klaim tersebut tidak berdasar, maka ia mengandung bahaya tersendiri, yakni sarat dengan kesombongan. “Ngaku nasab Nabi itu pasti ada sebutir pasir atau seberapa kesombongan dalam hati,” ujar beliau dengan lugas, yang sekaligus menjadi peringatan keras kepada mereka yang terlalu percaya diri dengan status keturunan tanpa pembuktian yang jelas.

Dalam penyampaian yang penuh semangat, beliau juga menyampaikan bahwa nasab yang sah seharusnya tidak dipamerkan secara terbuka. Contohnya, banyak tokoh klasik seperti para walisongo dari Maroko, Yordania, atau bahkan wilayah Arab Saudi, yang dalam kesederhanaan mereka memilih untuk tidak menonjolkan garis keturunan mereka, meskipun secara faktual memang memiliki nasab yang kuat. Sikap menahan diri ini seolah menunjukkan bahwa yang lebih utama dalam kehidupan adalah akhlak dan ketakwaan. Hal ini ditegaskan dengan mengutip prinsip “inna akramakumallahi atqakum” yang menekankan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bergantung pada keimanan dan ketakwaannya, bukan semata garis keturunan.

Lebih jauh lagi, KH Ahmad Zahro mengkritik reaksi emosional yang sering muncul ketika seseorang mempertanyakan nasab. Ia berargumen bahwa kemarahan dan keengganan untuk menerima kritik mencerminkan kelemahan karakter serta kesombongan, sehingga malah menjerumuskan individu ke dalam jurang kesesatan. Beliau pun dengan tegas menegaskan bahwa kesombongan tersebut merupakan racun yang dapat merusak ikatan persaudaraan umat, dan akibatnya dapat menimbulkan perpecahan serta ketidakselarasan dalam komunitas Islam. Menurut beliau, dengan berpegang pada nilai ketakwaan dan bukan pada suatu label nasab, umat Islam dapat terhindar dari penyelewengan dan fokus pada pencapaian akhir yang lebih hakiki—yakni mendapatkan keridhaan Allah.

Tidak hanya itu, dalam bagian akhir pesannya, Prof Dr Ahmad Zahro mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali arti dari label “Ahlul Bait.” Menurutnya, istilah tersebut secara esensial merujuk pada Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, serta kedua putra beliau, Hasan dan Husein. Penekanan ini hadir sebagai cermin atas keaslian dan kesucian peran para tokoh tersebut, sehingga klaim yang menumpuk pada nasab yang tidak terbukti seharusnya dihindari. Beliau mengingatkan bahwa tujuan sejati keislaman adalah untuk memperjuangkan kemurnian ajaran dan menjaga persatuan umat, bukan justru menimbulkan perpecahan karena garis keturunan semata.

Secara keseluruhan, penyampaian Prof Dr Ahmad Zahro memiliki pesan ganda yang mendalam: pertama, untuk berhenti mengedepankan klaim nasab yang tidak terbukti dan kedua, untuk mengedepankan nilai-nilai ketakwaan dan kerendahan hati. Pesan ini disampaikan dengan kejujuran yang tak terbantahkan, sebuah seruan agar setiap individu merefleksikan kembali makna sejati dari identitas keislaman. Di tengah dinamika kehidupan umat yang kerap kali terjebak dalam label dan identitas semu, ucapan beliau menjadi sebuah pengingat keras dan ajakan untuk kembali ke jalan yang utama dalam Islam, yakni memperbaiki diri, menumbuhkan ketakwaan, dan menjaga kesatuan umat dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Semoga pesan ini menjadi penyegar pikiran dan bahan renungan bagi semua, termasuk sosok-sosok yang berpengaruh seperti Rizieq, agar dalam perjalanan mereka senantiasa mengutamakan keikhlasan dan amal shaleh atas segala-galanya.

Artikel Terkait

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Tagar: ahlul baitBa 'Alwi Bukan Cucu NabiBa Alawi bukan cucu Nabiba alwiDr KH Ahmad Zahrodzuriyyahklaim keturunan Nabiklaim nasab tidak terbuktikritik nasab habaibnasab ba alawinasab Ba Alawi dipertanyakannasab dalam Islamnasab dan akhlaknasab dan kesesatannasab dan kesombongannasab dan persatuan umatnasab dan takwanasab palsuProf Ahmad ZahroUIN Sunan Ampel

TerkaitArtikel

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

23 Januari 2026
3

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

22 Januari 2026
1

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
3

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
3

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Ahmad Bin Hasan Al-Athas Ba’Alwi: Untuk Rumail Abbas

22 Desember 2025
2

Terbaru

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
431

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025