Fenomena akhir-akhir ini umat Islam Indonesia ramai-ramai meninggalkan para habib. apa sebenarnya yang terjadi. Mereka yang dulu mempunyai ribuan jama’ah rutinan dan sering diundang mengisi ceramah kini mulai sepi.
Haul-haul yang diadakan para habaib semisal di Solo, Gersik, Tegal tidak seramai biasanya. para pengelola penginapan di Solo bahkan kecewa karena kamar-kamar penginapan mereka tidak laku. Begitupula tukang parkir mengeluh pendapatannya menurun drastis. Bahkan kabar yang beredar untuk terlihat nampak ramai para santri pondok pesantren dikerahkan untuk mendatangi tempat haul.
Habib Riziq yang dulu mempunyai pengikut dari massa FPI sekarang satu persatu anggota FPI mengundurkan diri. Habib Syekh yang dulu ramai diundang dimasarakat dengan grup sholawat sekarang juga sepi pengundang. Pengajian Jumat Kliwon di Pekalongan yang diasuh oleh Habib Lutfi juga sama.
Apakah fenomena itu diakibatkan oleh berlangsungnya polemik nasab atau dikarenakan masifnya pemberitaan tentang banyaknya para oknum habaib yang melakukan tindak kriminal seperti pemerkosaan, minuman keras, perselingkuhan, penipuan, pencurian, sodomi, hubungan sesama jenis, dan sebagainya.
Kemungkinan pula hal tersebut diakibatkan banyaknya oknum habaib yang berkeliling meminta uang kepada para kiai dengan mengatasnamakan cucu Nabi. atau hal itu murni karena isi ceramah para habib yang kurang berisi ilmu dan hanya dongeng-dongeng tentang kesaktian leluhurnya. Atau karena mereka tidak lagi mengakui para habaib ini sebagai cucu Nabi sesuai dengan kaijan para ulama dan hasil tes DNA.
Semua itu perlu kajian sosiologis dan antropologis untuk mengetahui mengapa umat Islam Indonesia sekarang berbondong-bondong meninggalkan para habib.