Oleh: TB. M. Nurfadhil Satya Al Bantani
Pada Rabu, 15 April 2026, KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani bersama saya berkesempatan bersilaturahmi kepada KH. Salim Cilacap, salah satu trah dan ahli waris Kanjeng Sunan Ampel. Pertemuan ini menjadi momen penting karena mengungkap berbagai manuskrip dan data autentik primer yang sezaman dengan era Kanjeng Sunan Ampel beserta anak cucu keturunannya.
(Link Video: https://youtu.be/kZdzKbrY_6E?si=-G5SfoqhdITjXavI)
Bukti-bukti historis tersebut secara faktual menegaskan rekam jejak karya dan peninggalan Sunan Ampel serta Sunan Drajat. Fakta ini menguatkan bahwa kiprah dakwah penyebaran Islam di Nusantara, khususnya di Tanah Jawa, digerakkan oleh para Walisongo dan keturunannya yang memiliki akar sejarah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai klaim nasab dari pihak Ba’alwi yang kerap dinarasikan secara masif, namun nihil dukungan data autentik primer yang sezaman.
Namun, sangat disayangkan bahwa warisan sejarah berbasis data ini tengah menghadapi ujian keprihatinan. Di Pemakaman Umum Winongan, Pasuruan misalnya, terdapat dugaan tindakan pengaburan sejarah di mana makam leluhur keturunan dari Sunan Ampel ditimpa atau ditutup oleh makam oknum Ba’Alwi secara sepihak. Nama-nama leluhur yang dicetak tebal/berbintang dalam silsilah di bawah ini adalah Shohibul Maqam di Winongan yang makamnya terdampak oleh insiden tersebut.
Lebih memprihatinkan lagi, upaya untuk membela kebenaran dan menjaga marwah leluhur yang dilakukan oleh tokoh masyarakat seperti Gus Tom dan Gus Puja, justru berujung pada proses hukum. Mereka divonis melakukan pelanggaran terkait pembangunan cungkup makam di area tersebut. Kami sangat menyayangkan proses hukum ini dan berharap keadilan tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Nastaghfirullah wa Na’udzu billah min dzalik.
Silsilah Keturunan Sunan Ampel pada Shohibul Maqam Winongan:
- Kanjeng Sunan Ampel R. Ali Rahmatulloh; berputra
- Kanjeng Sunan Derajat R. Qosim; berputra
- Syeikh Mawlana R. Muhammad Arif; berputra
- R.M. Muhammad Pangeran Suryo Anom; berputra
- R. M. Ibrahim; berputra
- R. M. Syarifuddin; berputra
- R. M. Sulaiman; berputra
- R. M. Syeikh Abu Dzarrin; berputra
- R.M. Hasan Muhammadun Serambi Winongan*, berputra
- R. M. Kyai Sofyan; berputri
- Raden Ayu Ummi Kulsum; berputri
- Raden Ayu Siti Rahmah; berputra
- R. M. Kyai Sholeh; berputra
- R. M. Kyai Musa Serambi Winongan*, berputra
- R. M. KH. Sholeh Serambi Winongan*
اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ Allahummaghfir lahum warhamhum wa ‘aafihim wa‘fu ‘anhum, lahumul faatihah. (Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, berikanlah keselamatan/kesejahteraan kepada mereka, dan maafkanlah mereka. Untuk mereka kami hadiahkan bacaan Al-Fatihah.) Aamiin YRA.
Pesan kami kepada aparat penegak hukum: tegakkanlah keadilan dengan nurani dan seadil-adilnya. Kepada pihak-pihak yang kerap memaksakan narasi sepihak: mari kembali pada kebenaran berbasis data dan bukti sejarah serta hentikan tindakan yang merugikan pihak lain. Dan kepada umat: mari tingkatkan literasi sejarah, tetap waspada, dan istiqamah dalam amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang beradab dan berilmu.






