• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Keislaman Fiqih

Raudlatul Jami’ Syarah Jam’ul Jawami’, Kitab Ushul Fikih Karya KH Imaduddin Utsman Al-Bantani

Raudlatul Jami’ Syarah Jam’ul Jawami’, Kitab Ushul Fikih Karya KH Imaduddin Utsman Al-Bantani
0
BAGIKAN
82
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Kitab Jam’ul-Jawami’ fi Ushul al-Fiqh karya Tajuddin al-Subki (w.771 H) merupakan salah satu kitab Ushul Fikih yang paling terkenal di kalangan Sunni, baik di Indonesia, Timur Tengah, maupun kawasan lainnya di dunia. Selain Ushul Fikih, dibahas juga diakhir kitab tentang Ushuludin dan Tasawuf. Kitab ini merupakan saripati dari kitab Mukhtasar Ibnul Hajib dan Minhaj Al-Baydawi , beserta seratus kitab-kitab Ushul Fikih lainnya.

Kepadatan isi dan singkatnya narasi membuat kitab Jam’ul Jawami sulit difahami oleh para pembaca. Dari itu tampilah para ulama membuat kitab-kitab syarah (penjelasan) akan kitab ini. kitab-kitab yang mensyarahi kitab Jam’ul Jawami mencapai 13 kitab. di antara kitab-kitab syarah yang telah ada, yang paling terkenal dan paling banyak dikaji di Indonesia adalah Syarah Imam Jalaluddin Mahali (w. 864 H.) dan Hasyiyah Muhammad bin Hasan Al-Banani (w.1141 H.) seorang ulama Maliki dari Maroko.

Usaha pertama dalam mensyarah kitab Jam’ul Jawami dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Zarkasyi (w. 794 H.) dengan nama kitab Tasyniful Masami’ yang ditulis 23 tahun setelah wafatnya Imam Tajuddin Al-Subki. Usaha-usaha mensyarahi kitab tersebut yang paling massif terjadi di abad 9 H. Tercatat ada tujuh kitab syarah Jam’ul Jawami’ yang ditulis di abad ini, termasuk kitab syarah Imam Mahalli. Kemudian di abad 10 Hijriyah tercatat ada empat kitab mensyarahi kitab Jam’ul Jawami. Usaha mensyarahi kitab tersebut terhenti selama 432 tahun setelah pensyarah terakhir abad 10 H. yaitu Syekh Ahmad bin Abdullah Al-Gazi al-Syafi’I (w. 922 H.) wafat setelah merampungkan syarahnya.

Kemudian tampilah Syekh Muhammad Bakhit al-Muthi’i (w.1354 H.) dari Mesir melanjutkan usaha mensyarahi kitab Jam’ul Jawami setelah stagnan selama 432 tahun. Kitab syarah tersebut diberi nama kitab Al-Badrus Sathi’. Kemudian setelah 92 tahun, seorang ulama Indonesia, KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani berhasil merampungkan syarahnya terhadap kitab Jam’ul Jawami’ tersebut.

Kitab Syarah Jam’ul Jawami’ karya KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani tersebut diberi nama Raudatul Jami’ Fi Syarhi Jam’il Jawami’. Kitab tersebut sebagaimana disebutkan dalam mukadimah, ditulis dengan dua metode yaitu tashil dan ikhtisar. Tashil artinya mempermudah kalimat-kalimat yang sulit yang terdapat dalam syarah-syarah sebelumnya, sementara ikhtishar adalah meringkas kalimat yang terdapat dalam syarah-syarah tersebut tanpa mengurangi isinya. Dengan dua metode ini, pengarang mengharapkan kitabnya menjadi jalan keluar bagi pembaca kitab syarah sebelumnya ketika menemukan kesulitan memahami ibarat kitab tersebut. Metode seperti itu dilakukan juga oleh KH. Imaduddin ketika mensyarahi kitab Alfiyah Ibnu Malik dan Jauhar al-Maknun.

Kitab Raudlatul Jami’ karya KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani ini diterbitkan oleh Maktabah Nahdlatul Ulum Banten tahun 1446 H. dengan 524 halaman. Kitab ini akan menjadi tambahan khazanah perpustakaan keilmuan keislaman di Indonesia yang semakin hari semakin menunjukan kebangkitan semangat tradisi menulis kitab dalam Bahasa Arab sebagaimana dulu dilakukan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Mahfudz Al-Turmusi, Syekh Khalil Bangkalan, Syekh Hasyim Asy’ari dan ulama lainnya.

Tagar: Jam’ul JawamiKarya KH Imaduddin Utsman Al-BantaniKebangkitan ulama NusantaraKH Imaduddin UtsmanKitab Bahasa Arab IndonesiaKitab dari Bantenkitab fiqihKitab KH Imaduddinkitab kuningKitab tashil dan ikhtisarKitab Ushul FikihKitab ushul kontemporerPenerbit Maktabah Nahdlatul UlumRaudlatul JamiRaudlatul Jami’ Syarah Jam’ul Jawami’Syarah Jam’ul Jawamisyarah kitabSyarah kitab klasikTajuddin al-SubkiTradisi keilmuan pesantren

Terkait Kiriman

فقهاء إندونيسيون من مجمع فقهاء جاوة يُبطلون نسب باعلوي شرعًا وتاريخًا وجينيا

Majma’ Fuqaha Jawa: Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

3 Februari 2026
Reportase Wartawan Tentang Kasus Makam Palsu Kaitannya Dengan Sosok Lutfi bin Yahya

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

13 Januari 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

إثبات الشيخ احمد بن محمد بن علوي المالكى لا يؤثر لبطلان نسب با علوي

24 Agustus 2025
Raudlatul Jami’ Syarah Jam’ul Jawami’, Kitab Ushul Fikih Karya KH Imaduddin Utsman Al-Bantani

ما هو اسهل شروح لجمع الجوامع وما هو افضلها واحسنها؟

23 November 2025

Info Baru Lainnya

Posko Mudik DMI 1447 H Hadir di Kramatwatu Serang, Sediakan Tempat Istirahat hingga Tukang Pijat

PD DMI Kab. Serang Buka Posko Mudik 1447 H di Alun-Alun Kramatwatu, KH Bunyamin Hafiz: Dari Masjid untuk Indonesia

14 Maret 2026
Posko Mudik DMI 1447 H Hadir di Kramatwatu Serang, Sediakan Tempat Istirahat hingga Tukang Pijat

Posko Mudik DMI 1447 H Hadir di Kramatwatu Serang, Sediakan Tempat Istirahat hingga Tukang Pijat

14 Maret 2026
PWI LS Purwokerto Kidul dan Pemuda Pancasila Gelar Aksi Berbagi Takjil di Banyumas

PWI LS Purwokerto Kidul dan Pemuda Pancasila Gelar Aksi Berbagi Takjil di Banyumas

13 Maret 2026
Tokoh, Ulama dan Budayawan Banten Gelar Buka Bersama di Ponpes NU Cempaka

Tokoh, Ulama dan Budayawan Banten Gelar Buka Bersama di Ponpes NU Cempaka

13 Maret 2026
PWILS Sumbang Banyumas Bagikan Takjil ke Pengendara di Bulan Ramadhan

PWILS Sumbang Banyumas Bagikan Takjil ke Pengendara di Bulan Ramadhan

12 Maret 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .