Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara
12 Data Weaponizing Histori dan Sanad Ilmu Untuk Menundukkan dan Menjajah Pribumi
Senjata utama Klan Habib Baalwi dalam menundukkan dan menjajah muslim pribumi NU adalah klaim dan doktrin “Habib = Ahlul Bait = [satu-satunya] Cucu Nabi = Rasulullah Saw = Allah Swt”.[1] Senjata turunan lainnya adalah klaim histori dan sanad keilmuan NU. Dengan klaim histori keilmuan dan sanad itu, Klan Habib Baalwi menekan dan menguasai psikologis warga NU supaya tunduk patuh kepada mereka.
Beberapa contoh di antara upaya itu sebagai berikut:
Pertama. Sanad Ilmu dan Amalan Klan Habib Baalwi Jadi Senjata untuk Menundukkan Umat; Habib Menakut-nakuti Umat supaya Tidak Memutuskan Nasab Klan Habib Baalwi dengan Memposisikan Diri sebagai Wali dan Perang dengan Allah. Pelaku: Habib Hanif Alathos. Sumber: https://youtu.be/7RrNlxvRaFk?si=0s2–YCKlFi-4hHW .
Kedua. Mengingkari Nasab Klan Habib Baalwi Berarti Merusak Nasab Keilmuan NU; Menafikan Nasab Habib Kualat dan Su’ul Khotimah, Mempercayai Nasab Habib adalah Syariat. Pelaku: Habib Jamal bin Thoha Baagil. Sumber: https://youtu.be/w8bUIjDgU34?si=432r-z4UTtzmBxN- .
Ketiga. Tidak Mengakui Habib sebagai Cucu Nabi Muhammad Ilmu Aswaja di Indonesia Runtuh; Yang Membawa Ilmu Para Kyai adalah Ilmu Baalawi (Habib). Pelaku: Habib Sholeh Al Jufri. Sumber: https://youtu.be/LXW8GvrVc-8?si=m0u5nI6RoS5xPdfU&t=169 .
Keempat. Habib adalah Sumber Keilmuan karena Memiliki Silsilatul Dzahab Mata Rantai Emas Hadits-Hadits Ahlul Bait. Pelaku: Habib Bahar bin Smith. Sumber: https://youtu.be/Y9mGJeCfsIs?si=9tLFLzTYjgces8ge&t=334 .
Kelima. Membatalkan Nasab Habib, Semua Ilmu Akan Hilang. Pelaku: Kyai Miftah Fauzi Pandeglang. Diceritakan oleh Gus Ubad Aminullah. Sumber: https://youtu.be/WK36Q-uJjaM?si=m5wehLQtbos-q3Ue&t=58 .
Keenam. Para Ulama Mengambil Ilmu dari Habib, Ulama Yang Mengambil Ilmu Selain Dari Habib Mereka Ulama yang Sesat Menyesatkan, Yang Benci Habib Semua Amal Ibadahnya Ditolak Allah Swt. Pelaku: Habib Ali Abdullah Alaydrus. Sumber: https://youtu.be/KCLTAKO22KA?si=6M-_1lNF3XtiHM_D .
Ketujuh. Masyarakat Yang Mengkritisi Habib adalah Anak Zina karena Melupakan Jasa Habib yang Meng-Islam-kan Masyarakat (Mengklaim Mengislamkan Masyarakat Indonesia) dan Karenanya Indonesia Akan Muncul Bajingan dan Pengkhianat Muda; Indonesia adalah Tempat No. 2 Hadhramaut. Pelaku: Habib Fahmy Alaydrus (Al Idrus). Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=b41Lxr7SrNc .
Kedelapan. Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani dan Guru-Guru Masyarakat Menyambung Ilmuya dari Baalwi (Habib). Pelaku: Pengasuh PP. Ali Ba’alawy Jember, KH. Sholahuddin Munshif (asal Sedan-Rembang-Jateng) yg juga alumni PP. Al-Anwar Sarang. Sumber: https://youtu.be/iAg56FtLfDg?si=mBVFK43-CliTN2Ws .
Kesembilan. Semua Kyai & Ulama Berguru pada Habaib. Pelaku: Habib Muhammad Farid Al Muthohhar. Sumber: https://youtu.be/fVJF4QGdt2I?si=qOlE5PS7i3N_fDh_ .
Kesepuluh. Meragukan Nasab Baalwi Berarti Meragukan Keilmuan Ulama Nusantara. Pelaku: Habib Abdurrahman Bilfaqih. Sumber: https://youtu.be/KBwkifJ6kXI?si=Ttf8qQKRWu4puOFR .
Kesebelas. Tanpa Ubaidillah Leluhur Habib Kita Tidak Tahu Apa-Apa. Pelaku; RAIS AAM PBNU, KH. MIFTACHUL AKHYAR. Sumber: https://youtu.be/g3CVFknicGU?si=y3-Gtme3vPIggo-R .
Keduabelas. Membatalkan Nasab Habib Meruntuhkan Akidah dan Keilmuan. Pelaku: K.H. IMRON MUTAMAKKIN, KETUA TANFIDZIYAH PCNU KABUPATEN PASURUAN. Sumber: https://youtu.be/biQxNc01kFo?si=-cQPdxw6lpU-RMhM .
Apabila ada sumber di atas yang invalid itu berarti video itu sudah dihapus. Dan, Maha Hebat Allah, wallahul khoirul maakirin, Anda bisa memperolehnya dari sumber lain yang bertebaran di internet terutama YouTube. Cari saja. Pasti ketemu.
Konstruksi Penguasaan Sanad, NU, dan Muslim Indonesia
Yang saya sebutkan di atas hanya 12 (dua belas) contoh saja. Ada banyak lagi lainnya umpamanya apa yang didoktrinkan oleh PP Al Anwar Sarang Rembang Connection atau Gus Kautsar. Semuanya bernada dan bermaksud sama yaitu menekan mental muslim pribumi NU harus tunduk patuh kepada Klan Habib Baalwi (di bawah ‘karena nasab’) karena keislaman dan sanad ilmu NU berasal dari Klan Habib Baalwi. Konstruksi berikutnya: “Habib dan NU Tak Terpisahkan, NU = Habib, Habib = NU”. Konstruksi ini untuk menundukkan dan menguasai NU dan muslim pribumi Indonesia melalui NU (pesantren-pesantren dan nonsantri yang mengaku sebagai NU yang jumlahnya 50% ke atas dari populasi muslim Indonesia). Konstruksi ini dan konstruksi berikutnya tidak saya urai detail di sini namun, semestinya, Anda sudah dan dapat memahaminya secara mandiri.
Silsilatul Dzahab
Dengan diitemukan dan diungkapkannya manuskrip-manuskrip Sunan Ampel yang dimiliki KHR. Mas Muhammad Salim bin Sunan Ampel[2] membuktikan kembali dengan tegas bahwa Walisongo bukan Baalwi, sanad keilmuan Islam di Nusantara bukan dari dan ke Baalwi; dan yang menyebarkan Islam di Nusantara bukan Baalwi melainkan Walisongo—Walisongo bukan Baalwi dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan Baalwi.
Manuskrip Bantarsari sekaligus membungihanguskan seluruh klaim historis, klaim sanad keilmuan, dan doktrin-doktrin penjajahan Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya yang menggunakan klaim historis dan sanad keilmuan sebagai senjatanya (weaponizing).
Manuskrip Bantarsari juga membuktikan yang memiliki Sanad Silsilah Emas adalah Trah Walisongo khususnya KHR. Mas Salim bin Sunan Ampel dan diteruskan kepada KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Ini adalah Silsilatul Dzahab (Mata Rantai Emas) hingga Rasulullah Saw yang nampaknya tidak dimiliki oleh Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya. Ini saya simpulkan dari keterangan yang ada bahwa KH. Agus Sunyoto berkeliling Nusantara untuk mencari manuskrip Walisongo namun yang ditemukan berangka tahun 1800an dan 1900an. Jika kita extend, sebagai buffer posibilitas, anggap saja sampai 1700an. Manuskrip pada periode itu rentan bias kolonial. Sementara, manuskrip Bantarsari berangka tahun 1481 atau 1400an. Ini data sezaman dengan Mbah Sunan Ampel dan suci dari bias kolonial dan suci dari Baalwi sebagai anteknya.
NU Mengaku Penerus Walisongo
NU, secara organisasi, mengklaim sebagai penerus Walisongo. Maka demikian, semestinya sanad ilmunya ke Walisongo. Masih ada kemungkinan ini kurang tepat tetapi saya kira termasuk pesantren-pesantren NU, termasuk yang ‘besar-besar’ itu, terutama yang berafiliasi baik erat atau tidak erat dengan Klan Habib Baalwi, juga tidak memiliki sanad ilmu sebagaimana yang dimiliki KHR. Mas Salim dan Kyai Imad. Sekali lagi, jika berdasar kenyataan bagaimana KH. Agus Sunyoto tidak menemukannya padahal sudah keliling Nusantara. Wallahualam bisshawab tentang itu. Silakan diteliti lagi. Jika Anda punya manuskrip sebagaimana Bantarsari silakan diungkapkan.
Dari Mana Sanad Ilmu Klan Habib Baalwi dan Budak-Budaknya?
Melihat histori dan sanad ilmu dijadikan weapon oleh Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya untuk menekan psikis dan menjajah muslim pribumi NU, saya kira saya tidak dapat disalahkan dan merupakan suatu kewajaran apabila saya menanyakan balik hal serupa:
Pertama. Dari mana sanad ilmu pesantren-pesantren tokoh-tokoh NU yang membela Klan Habib Baalwi? Ke Walisongo hingga Rasulullah Saw? Mana buktinya, tunjukkan.
Kedua. Dari mana sanad ilmu Klan Habib Baalwi termasuk pensantren-pesantrennya? Ke Rasulullah Saw via leluhur Klan Habib Baalwi? Jika mereka bersanad kepada leluhur Klan Habib Baalwi, mereka fiktif. Jika mereka bersanad ke sosok fiktif berarti mereka bersanad ke Setan atau Dajjal yang berpura-pura menjadi penyambung Rasulullah Saw. Kerjaan Dajjal kan memang begitu.
Statement KHR. Mas Muhammad Salim bin Sunan Ampel
Pada video yang beredar tanggal 19 April 2026, Kyai Salim—pemilik manuskrip-manuskrip Sunan Ampel menyampaikan beberapa hal:[3]
Pertama. Bagi warga dan Kyai-Kyai yang mau menyambung sanad silsilah aurod ke Walisongo, silakan minta sanad ijazahnya ke KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Kyai Imad sudah saya ijazahkan dan saya Ridhoi untuk mengijazahkan menyambungkan sanad-sanad aurod dan keilmuan sampai ke Walisongo.
Kedua. Silakan minta ijazahnya ke Kyai Imad supaya ketika warga dan Kyai mengamalkan sesuatu sanadnya tersambung ke Walisongo sebagai bukti benar-benar sebagai warga NU lahir-batin luar-dalam.
Ketiga. Yang tidak mau ijazah sanad ilmu ke Walisongo ini berarti penyusup di tubuh NU.
Keempat. Luarnya NU, (kok) yang diamalkan (amalan) Baalawi. [suara beliau kurang jelas terdengar, jadi mungkin kalimat dan maksudnya begitu].
Epilog
Jadi sekarang, episentrum dan puncak sanad keilmuan dan aurod Walisongo ada di 2 (dua) tokoh yaitu KHR. Mas Salim dan KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Di mana KHR. Mas Salim sudah mengumumkan bahwa yang mau minta ijazah sanad ke Walisongo (Mbah Ampel) silakan ke KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Maka, mengerucut hanya kepada satu nama yaitu Al Alim Alllamah, Ki Ageng Imaduddin Utsman Al Bantani.
Nah, kalau NU mengaku penerus Walisongo, dan siapa saja yang mengaku NU, mau tidak mau harus (wajib) memiliki sanad ilmu dan aurod ke Walisongo. Kalau tidak punya, gugur klaim itu. Klaim dan Iklan itu harus direvisi—kalau tidak direvisi berarti berdusta atas nama Wali, pelakunya menyakiti poro Wali, barangsiapa menyakiti Wali—Allah menabuh genderang kepadanya, ya kualat poro Wali karena Anda pasti tidak menang berperang melawan Allah. Saya khawatir yang melakukan itu mati suul khotimah.
Artinya, harus datang baik-baik dan datang dengan tawadhu menunduk kepada Kyai Imad sebagaimana adab yang selama ini dijejalkan kepada muslim pribumi. Sekarang waktunya para Kyai dan orang-orang yang mencitrakan dirinya sebagai ulama penerus Nabi untuk membuktikan praktek ilmu yang selama ini ia ajarkan. Kabura maqtan indallah kalau ndak begitu. Maka datanglah baik-baik, menunduklah dengan tawadhu, jalan lutut—kalau perlu ngesot dari jarak 30 meter, cium tangan bolak-balik 4 (empat) kali, ngomong baik-baik minta ijazah sanad ke Rasulullah Saw via Walisongo. Yang tawadhu.
‘Anda menghina?!” Lho saya ndak menghina, saya cuma mengartikulasikan ajaran pesantren Anda selama ini. Kalau yang saya artikulasikan di atas dianggap menghina itu sama saja artinya Anda mengatakan ajaran Anda adalah ajaran hina dan Anda menghinakan dan memandang hina santri-santri dan muslim pribumi yang selama ini mempraktekkan itu kepada Anda. Lho, bagaimana? Hina apa mulia? Kalau ajaran adab Anda itu mulia, maka harus bersemangat melakukannya. Kalau ajaran adab Anda itu hina, lalu kenapa Anda mengajarkannya kepada orang lain? Berarti Anda sedang menghinakan orang lain berkedok adab?
Bagaimana? Ini terserah Anda. Saya hanya berbasis ajaran dan doktrin Anda sendiri.
Nah, orang mengaku NU, NU mengaku penerus Walisongo, sanadnya mana? Tidak punya. Kalau tidak punya, minta ke yang punya. Siapa? Kyai Imad. Maka mintalah ke Kyai Imad. Cuma masak Anda ndak malu Anda minta ijazah sanad ilmu Walisongo ke orang atau pihak yang selama ini Anda fitnah dan hina sebagai anak zina, PKI, khawarij, wahabi, syiah, antek Yahudi, dan tudingan keji lainnya. Ya harusnya malu.
Cuma kadang Allah memang bikin-bikin skenario begitu dan menuju Allah dan Rasulullah memang mengharuskan manusia berkorban. Jangan cuma nyembeleh kambing, sapi dan kerbau. Itu gampang, kan cuma urusan duit saja itu. Sembelehlah juga nafsu ananiyah Anda. Jangan hanya pandai mengartikulasikan tulisan Arab dan ceramah-ceramah monolog saja—itu kan cuma urusan reading skill dan public speaking skill saja—orang juga mesti pandai melakukan. Kalau ndak mau begitu, ya ndak apa-apa. Tinggal Anda tentukan saja pilihan hidup Anda: Anda mau bersanad ke Dajjal atau ke Walisongo?
Lalu, Klan Habib Baalwi sanadnya ke mana? Ke orang-orang fiktif dan orang-orang yang ajarannya sesat dan khurafat yang menista Allah Swt dan Rasulullah Saw. Itu sanad Dajjaliyah. Baalwi kalau tidak pindah sanad ke sanad yang nyambung ke Rasulullah Saw, suul khotimah. Anda tidak perlu percaya yang saya katakan tentang suul khotimah. Sebagaimana gravitasi: tidak peduli Anda percaya atau tidak percaya kepada gravitasi, gravitasi tetap ada di sana dan tetap berjalan hukumnya. Baalwi pindah sanad mau minta sanad ke Walisongo? Wah, sungguh berat itu urusannya. Kalau ndak mau menunduk jalan lutut, ngesot, cium tangan bolak-balik, cium lutut, cium dada, cium kaki—kalau perlu, dan berirkrar jadi budak seanakturunannya selama-lamanya; gimana ya… berarti Anda dimurkai Allah dengan murka yang amat besar karena Anda tidak mempraktekkan apa yang Anda ucapkan yaitu beradab dengan definisi dan teknis spesifik sebagaimana ajaran Anda sendiri. Kabura maqtan indallahi antaqulu maa laa taf’aluun. Kan begitu kan? Makanya sungguhberat itu urusannya.
[1] Lihat https://rminubanten.or.id/senjata-utama-klan-habib-baalwi-dalam-operasi-klandestin-baalwisasi-yamanisasi-nusantara/ dan https://rminubanten.or.id/habib-baalwis-doctrine-psycho-linguistic-model-pattern-and-its-impact-to-nusantara/
[2] Lihat https://www.nahdlatul-ulum.com/geger-manuskrip-manuskrip-sunan-ampel-dari-abad-15-dan-16-masehi-ditemukan-di-bantarsari-cilacap/ dan https://www.nahdlatul-ulum.com/sanad-yasin-fadhilah-dan-tahlil-dari-sunan-ampel/ ; dalam format video https://youtu.be/kZdzKbrY_6E?si=2T5T0-rbIJHCHyeK, https://youtu.be/M3CCCxNjBkQ?si=POQGe1KR41RCDmCz, https://youtu.be/qOwvGPOCqrI?si=lM2NIhKklN5yycP2
[3] Lihat https://youtube.com/shorts/aLGBLiPq0Nw?si=Z4SnImLAhH-dFq8h ; https://www.youtube.com/live/LlM5j4dVbps?si=9i4sf9Wk3UymSrnV














