Cidahu, Pandeglang – Tb. Moggi Nurfadhil bersama tim dari Crisis Center Kalinyamat Indonesia (CCKI) berkesempatan sowan ke kediaman Abuya Muhtadi Cidahu, tokoh nasional sekaligus kiai kharismatik Nahdlatul Ulama asal Cidahu, Pandeglang, Banten.
Dalam pertemuan tersebut, kembali mengemuka pandangan Abuya Muhtadi terkait persoalan habaib. Jauh sebelum polemik kajian nasab menguat seperti sekarang, beberapa tahun lalu beliau telah menegaskan sikapnya. Di hadapan para kiai yang kerap memohon restu dan nasihat kepadanya, Abuya menyampaikan dengan tegas:
“Al-ulama waratsatul anbiya, bukan habaib. Sampaikan! Al-ulama waratsatul anbiya, la habaib. Sampaikan!”
Pernyataan serupa juga kembali beliau sampaikan beberapa bulan lalu. Dalam kesempatan itu, Abuya mengatakan:
“Ulama itu tetap al-ulama waratsatul anbiya, bukan al-habaib. Tetap al-ulama. Tapi saya bukan ulama, saya mah cuma… yang punya tugas itu al-ulama waratsatul anbiya. Jangan terkejut apa-apa. Tenang, tenang. Kita jangan… tetap undang-undang dari sono tetap al-ulama waratsatul anbiya.”
Pisowanan Tb. Moggi Nurfadhil beserta rombongan kali ini bertujuan memohon doa dan restu atas pembentukan lembaga CCKI. Dalam suasana yang hangat, Abuya Muhtadi kembali menyinggung persoalan yang sama.
“…jadi mereka itu marah ke saya, bukan ke kamu. Itu marah ke saya karena mulutnya Habib, padahal Habib itu enggak ada yang cucu Nabi,” tegas Abuya.
Dalam dialog tersebut, Tb. Moggi Nurfadhil menyampaikan kepada Abuya mengenai peran CCKI yang tengah dibentuk. “Kami juga sekarang ada Crisis Center Kalinyamat Indonesia untuk mendampingi korban-korban wanita dari kasus Habib, yang korban-korban syahwatnya Habib,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Abuya Muhtadi menyatakan dukungannya. “…hayu dengan saya, dengan saya hayu, habib kayak apa habibnya siap insyaallah. Tuh lihat hancur itu gara-gara habib,” ujar Abuya sambil menunjuk kitab dan lambang NU. Abuya Muhtadi juga merespons, “Iya, iya teruskan saja ya, teruskan aja. Kalau saya monggo, sesuai dengan AD/ART”, tutupnya.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi. Pernyataan-pernyataan beliau terkait habaib dinilai semakin memperkuat pandangan yang berkembang mengenai klan Ba Alwi, dengan tetap menegaskan bahwa hal ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan klan mana pun.
Namun demikian, apabila terdapat kelompok yang dinilai kerap meninggikan diri, maka hal tersebut dianggap perlu untuk dicermati secara kritis. Pandangan Abuya Muhtadi ini juga dinilai sejalan dengan kajian yang telah dilakukan oleh KH. Imaduddin Utsman al-Bantani dan sejumlah tokoh lainnya.
Sumber: Arah 9 Channel
Link: [https://youtu.be/wq7-YWfOTRE](https://youtu.be/wq7-YWfOTRE)