• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Sejarah

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

Foto: Indonesiakaya.com

Foto: Indonesiakaya.com

0
BAGIKAN
6
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rifky J Baswara

Setelah gagal sebagai cucu Muhammad SAW, Riziq Syihab kini mengaku sebagai cucunya Si Pitung. Lagi-lagi klaimnya tanpa ditunjang oleh sumber sejarah. Sama seperti klaim kelompok Baalwi bahwa mereka keturunan Nabi yang telah terbukti kepalsuannya. Bahkan kini telah terbongkar, bahwa kelompok Baalwi, jangankan sebagai keturunan Nabi, orang Arab saja bukan. Klaim Rizieq sebagai keturunan Pitung bisa dilihat di link berikut ini: (lihat: https://www.youtube.com/@wahyumicorazon/shorts).

Sebelum kita permasalahkan klaim Rizieq sebagai keturunan Si Pitung, kita perlu tahu dulu siapa si Pitung? Pantaskah Riziq Bangga sebagai keturunannya?

Si Pitung bukanlah sosok Fiktif. Ia adalah seseorang yang pernah ada di masa lalu. Ia hidup di akhir abad 19 M. ia tewas ditembak polisi pada 14 Oktober 1893 M. setelah diburu beberapa waktu sebagai buronan kasus pencurian.

A. Matua Harahap dari Universitas Indonesia mengatakan:  “Untuk dipahami oleh pembaca, petualangan Si Pitoeng adalah suatu kasus umum. Berita terkait dengan Si Pitoeng antara tanggal 08-08-1892 hingga 16-10-1893 perkembangannya dari waktu ke waktu diberitakan surat kabar (nasional) Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie dan surat kabar (daerah) Bataviaasch nieuwsblad. Dua surat kabar ini terbilang sangat kredibel, ibarat koran Media Indonesia dan koran Pos Kota. Oleh karena itu kasus Si Pitoeng dapat ditelusuri secara terang benderang tanpa harus merasa ‘masuk angin’.” ( https://poestahadepok.blogspot.com/2019/12/sejarah-jakarta-61-si-pitung-dan-fakta.html)

Si Pitung Terbukti Mencuri Setrika

Dalam koran daerah bernama Bataviaasch nieuwsblad,yang terbit pada 08 Agustus 1892 M, diberitakan penangkapan seorang penjahat yang ditangkap karena dijebak oleh seseorang yang membujuknya untuk datang ke kantor kepala jaksa. Orang itu Bernama Pitung yang mempunyai senjata api tanpa izin. Ia dibujuk untuk membayar denda atas kepemilikan senjata api illegal  ke kantor jaksa. Mungkin dengan iming-iming ia tidak akan ditangkap. Sesampainya di sana ternyata ia ditangkap. Penangkapan ini terkait dengan tindak kejahatan yang dilakukan sebelumnya yaitu pencurian setrika dan perampokan. Berikut ini potongan koran berita tersebut:

(Sumber: https://poestahadepok.blogspot.com/2019/12/sejarah-jakarta-61-si-pitung-dan-fakta.html )

Terjemah:

“Sebagai tindak lanjut dari laporan kami kemarin mengenai penduduk asli Pitoeng, saya menambahkan hal berikut. Penjahat ini dapat ditangkap karena ia telah jatuh ke dalam perangkap yang dipasang untuknya. Asisten Residen di sini, No. 1, memerintahkan seorang mata-mata untuk membujuk Pitoeng agar membayar denda atas kepemilikan senjata api tanpa izin di kantor Kepala Jaksa di sini, dan ia ditangkap di sana. Lebih lanjut, enam orang mengidentifikasi Master Cornelis Pitoeng sebagai pemimpin perampokan di Hajie Sapaoedin Meroenda. Di antara barang-barang milik Pitoeng, sebuah setrika yang berasal dari pencurian yang dilakukan di rumah Mr. F. di wilayah Grogol juga disebutkan.”

Pitung Merampok Rumah Seorang Haji di Marunda

Berita koran di atas juga memberitakan bahwa Si Pitung melakukan tindakan perampokan di rumah Haji Sapaudin di Marunda. Rumah di Marunda yang sekarang dikenal dengan rumah Si Pitung, sebenarnya bukan rumahnya, tetapi adalah rumah yang menjadi saksi akan aksi perampokan Si Pitung Bersama komplotannya.

Pitung Ditangkap Dengan Tuduhan Mencuri di Rumah Seorang Ibu-Ibu

Bukti primer menyebut bahwa Si Pitung pernah ditangkap dengan tuduhan mencuri di rumah seorang ibu-ibu di Kebon Jae. Data primer yang dimaksud adalah koran Bataviaasch niewsblad yang terbit satu masa dengan kehidupan Pitung. Pada edisi 9 Agustus 1892 koran itu memberitakan aksi penangkapan Si Pitung yang telah dituduh mencuri di rumah seorang ibu-ibu Bernama Ibu DC yang beralamat di Kebon Jae. Setelah ditangkap rumah Si Pitung di Kampung Sukabumi (Rawa Belong) digeledah.  Berikut ini potongan koran Bataviaasch Nieuwsblad tanggal 9 Agustus 1892:

Terjemahan:

“TERTANGKAP. Pitoeng, warga asli daerah tersebut, yang dituduh melakukan pencurian beberapa waktu lalu di rumah Ibu D. C. di Kebon Djae-en, dan telah buron sejak saat itu, ditangkap dua hari yang lalu oleh kepala sipir penjara. Polisi Meester-Cornelis melakukan penyelidikan di rumah Pitoeng di Soekaboemi, tetapi tanpa hasil. Polisi, yang tahu pasti ada sesuatu di rumah itu, mengirim kepala dan wakil sipir penjara di sini, Raden Mas Prawira Diningrat dan Halied Ajoeb, serta wakil sheriff Tanah-Abang, ke sana sekali lagi. Akhirnya, uang tunai 125.- ditemukan di bawah atap dalam sebuah tas bambu. Tempat persembunyiannya bagus dan hanya penyelidikan yang teliti yang dapat mengungkapnya. Pitoeng, selain pencurian di rumah Ibu D. C., juga dituduh terlibat dalam perampokan di hadjie Sapi-oedin di kampung Maroenda (Mr. Cornelis).”               (sumber: https://poestahadepok.blogspot.com/2019/12/sejarah-jakarta-61-si-pitung-dan-fakta.html )

Si Pitung Bersembunyi di Kuburan

(sumber: https://www.liputan6.com/news/read/2437616/journal-jejak-si-pitung-pendekar-betawi )

Isi:

“Pitoeng tertangkap. Pada hari Saptoe jl. toewan schout Hinne dapet kabar dari satoe mata mata, jang si Pitoeng ada di kampoeng Kota-Bamboe, di antara Tan-djoong dan djati. Setelah dapat itoe kabar, toewan Hinne lantas pergi ka sana bersama sama oppas dan itoe mata mata, dan pada tempo ampir sampe di itoe kampoeng Kota-Bamboe, ija bertemoe pada satoe mata mata jang lain, dan ini mata mata menetepken bitjaranja mata mata jang pertama, dengan kasih taoe djoega, bahoewa di itoe waktoe si Pitoeng ada berdiam di soewatoe koeboeran jang ter idar dengan gegombolan. Sasoedahnja taoe terang di mata adanja koeboeran itoe, toewan Hinne ada ingat, jang djikaloe betoel si Pitoeng ada di sitoe dan niat berlari pergi, tantoe sekali ija tida nanti lari ka Djati, kerna djika lari ka sana, ija nanti dateng di djalanan raja: maka djadilah toewan Hinne serta…”

Tidak Benar Si Pitung Habis Merampok Bagi-Bagi Kepada Masyarakat

Menurut wawancara Harian Kompas tahun 1971 dengan Haji Abdul Karim cucu keponakan Si Pitung, cerita di film bahwa Si pitung bagi-bagi hasil rampokan itu tidak benar. Silsilah Haji Abdulkarim adalah Haji Abdulkarim bin Abdullatif bin Ri’in. Ri’in adalah kakak kandung dari Salihun atau Si Pitung.  Dalam sumber primer,  Si Pitung tidak diberitakan punya anak tetapi ia punya isteri Bernama Sarinah. Di bawah ini potongan koran Harian Kompas yang dibagi oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di halaman resmi Facebook Perpusnas pada 19 Januari 2019.

(sumber: https://web.facebook.com/ayokeperpusnas/posts/si-pitung-seorang-tokoh-jagoan-dari-betawi-bapak-si-pitung-berasal-dari-cirebon-/2642835749090129/?_rdc=1&_rdr#)

Sebelum Mati Si Pitung Meminta Es Tuak Manis

“Menurut surat kabar Hindia Olanda (1893), sebelum meninggalnya Si Pitung di Stadsverband, dalam keadaan yang penuh luka dan lemas Si Pitung meminta minum es tuak. Ini ia katakan sebagai permintaan terakhir sebelum pergi menuju keabadian. Peristiwa ini sebagaimana mengutip surat kabar tersebut berikut ini: “ketika ia maoe mati, tjoema ia biasa minta pada pendjaganja satoe glas toewak manis dan ijs (es). Tetapi tida sampe dikasi”. (https://www.harapanrakyat.com/2023/03/penangkapan-si-pitung-tahun-1893-jawara-betawi-kontroversial/)

Pitung berpakaian seperti Banci

“Dalam hari-hari ini polisi telah dapet kabar. Bahawa itu orang hukuman mati bernama Pitoeng, yang telah minggat dari penjara, hendak kabur dengan mengikut kapal mail Prasman dan berpakaian seperti perempuan. Dua pegawai polisi yang berpakaian preman, disuruh cegat pelari itu; tapi pelari itu tidak terdapet di antara orang-orang yang (hendak) pergi berlayar dengan itu kapal, tulis Hindia Olanda edisi 12 Mei 1893. (https://tirto.id/revolver-pitung-dan-tuak-manis-terakhirnya-bnTK )

Si Pitung Kabur dari Penjara dengan Menghilang?

Berita Hindia Olanda membalikkan anggapan mengenai kesaktian Pitung. Pada 25 April 1892, koran ini melaporkan pengakuan sipir penjara ihwal kaburnya Pitung dari penjara Meester Cornelis–sekarang Jatinegara. Sipir penjara mengaku meminjamkan perkakas dan tambang kepada Pitung. Perkakas itu kemudian digunakan Pitung dan temannya Ji’i untuk kabur dari penjara. Mitos yang berkembang menyebutkan Pitung bisa kabur dari penjara menggunakan ilmu menghilang. (https://www.liputan6.com/news/read/2437616/journal-jejak-si-pitung-pendekar-betawi )

Si Pitung Kebal Peluru?

Cerita kematian Pitung yang dilaporkan Hindia Olanda pada 14 Oktober 1893 juga mematahkan ilmu kebal Pitung. Pendekar Betawi ini disebut terluka akibat empat peluru yang bersarang di kaki, dada kanan, pinggang, dan bokong. Terdapat setidaknya tiga polisi yang menyergap Pitung. Peluru yang bersarang di dada kiri Pitung berasal dari senapan Schout Hinne. Pitung sendiri sempat balas menembaki polisi menggunakan dua revolver di tangannya. Namun, tembakan Pitung tak sempat melukai para polisi. (https://www.liputan6.com/news/read/2437616/journal-jejak-si-pitung-pendekar-betawi )

Mitos Kesaktian Pitung Disebarkan Belanda

Rushdy Husen, Sejarawan Universitas Indonesia yang mempelajari kolonialisme dan pergerakan kemerdekaan, menduga terdapat motif pribadi dan kolonial di balik berkembangnya cerita mengenai kesaktian Pitung. Dia menyebut Schout Hinne merupakan polisi rendahan–setingkat Kepala Kepolisian Sektor–yang berambisi mendapatkan jabatan lebih tinggi. Hinne, katanya, telah mempelajari psikologi masyarakat Betawi ketika itu. Ketika dihadapkan pada perampok ulung seperti Pitung, Hinne menemukan cara untuk mendapatkan jabatan itu. “Hinne ikut menyebarkan cerita soal kesaktian Pitung,” ujar dia.  Menurut Rushdy, Hinne mendapatkan penghargaan tinggi ketika dianggap berhasil menaklukkan pendekar sakti seperti Pitung. Akibatnya, Hinne mendapat promosi jabatan hingga memimpin Kepolisian Belanda untuk kawasan Batavia. Setelah kembali ke negaranya, Hinne mendapat uang dan penghormatan yang cukup besar. Cerita kesaktian Pitung, kata Rushdy juga dimanfaatkan pemerintah kolonial. Menurut dia, cerita bahwa orang sakti yang jahat bisa ditaklukkan pemerintah kolonial mengisyaratkan bahwa penguasa lebih hebat ketimbang tokoh yang dipuja masyarakat. (https://www.liputan6.com/news/read/2437616/journal-jejak-si-pitung-pendekar-betawi )

Demikianlah sosok Pencuri setrika yang dibanggakan Rizieq sebagai leluhurnya menurut sumber sezaman berupa koran-koran yang terbit pada masa Si pitung.

Terkait Kiriman

KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

5 Februari 2026
Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Ada Sebelas Kemungkinan Kenapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

22 Januari 2026
Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

18 Januari 2026
Reportase Wartawan Tentang Kasus Makam Palsu Kaitannya Dengan Sosok Lutfi bin Yahya

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

13 Januari 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

10 Januari 2026

Info Baru Lainnya

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

7 April 2026
Foto: Indonesiakaya.com

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

6 April 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

6 April 2026
Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

5 April 2026
Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

5 April 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .