• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Sejarah

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?
0
BAGIKAN
0
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Rifky J. Baswara

Setelah para peneliti Indonesia berhasil membongkar kepalsuan nasab kelompok Ba’alwi (habaib) yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW dan telah terbukti bahwa sama sekali mereka bukan keturunan Nabi secara ilmiyah,  kini para peneliti bergeser meneliti berbagai macam klaim kelompok Ba’alwi terhadap sejarah masuknya Islam di  Indonesia dan sejarah kemerdekaan Indonesia. Abdurrahman Azzahir yang diklaim klompok Ba’alwi sebagai pejuang anti Belanda,  telah diteliti dan terbukti klaim itu tidak benar bahkan ia adalah penghianat rakyat Aceh yang menerima gaji dari Belanda.  Begitu pula Usman bin Yahya, kakek dari isteri Riziq Syihab, diklaim sebagai pejuang dan sempat diusulkan sebagai Pahlawan Nasional telah terbukti sebagai antek Belanda dan menerima bintang kehormatan dari Belanda. Kenyataan yang sama Ali al-Habsyi Kwitang yang diklaim kelompok Ba’alwi sebagai penentu hari kemerdekaan telah dibantah oleh sejarawan senior Anhar Gonggong dengan bukti primer. Dan kemudian telah ditemukan bukti primer pula bahwa Ali ak-Habsyi Kwitang  menerima bintang kehormatan dari Belanda.

Lutfi bin Yahya, yang sempat menjabat sebagai Dewan pertimbangan Presiden dan ketua Jatman NU terbukti telah melakukan pemalsuan sejarah NU dan seorang tokoh kraton Jogja, KRT. Sumodiningrat, yang diklaim sebagai kakeknya. Klaimnya terbukti palsu dan telah dibantah oleh para akademisi dari Jogjakarta. 

Kali ini, ada tokoh yang menarik kita gali mengenai klaim-klaim tentangnya di berbagai media. Tokoh itu adalah Riziq Syihab, eks ketua ormas terlarang FPI. Diberbagai media banyak dinarasikan hal-hal yang terkait ayahnya yang Bernama Husen. Di antara klaim-klaim terkait ayah Riziq dan keluarga Riziq adalah itu di antaranya:

  1. Ayah Riziq adalah pendiri Pandu Arab Indonesia (PAI);
  2. Ayah Riziq bekerja kepada Belanda di Rode Kruis
  3. Ayah Riziq banyak memberikan makanan untuk pejuang gerilya;
  4. Ayah Riziq ditangkap NICA, tangannya diikat dan diseret dengan kendaraan Jip;
  5. Ayah Riziq dipenjara dan divonis hukuman mati namun kemudian ia ditolong Allah dan kabur kemudian melompat ke Kali Malang;
  6. Ayah Riziq pantatnya tertembak;
  7. Ayah Riziq membakar para pemuda Arab untuk melawan Belanda;
  8. Ayah Riziq foto dengan Sukarno;
  9. Ayah Riziq foto dengan Sukarno dan Jenderal Sudirman;
  10. Keluarga Riziq menyumbang untuk pendirian NU tahun 1926 sebanyak 26 Milyar.

Klaim-klaim itu masiv dibagikan di media sosial dan media online, pertanyaannya: apakah klaim itu mempunyai sumber primer?

Klaim Ayah Riziq Sebagai Pendiri Pandu Arab Tidak Terbukti

Ayah Riziq Bernama Husain Sihab konon lahir sekitar tahun 1920, lalu konon ia menajdi pendiri pandu arab tahun 1937. Berita itu pertama kali misalnya diberitakan oleh media online FPI, Fakta Kini, dalam unggahan tanggal 2022 membuat judul: “(Video) Inilah Habib Hussein Shihab (Ayah HRS) Pendiri Pandu Arab Indonesia”. Pertanyaanya benarkah ada organisasi kepanduan Bernama Pandu Arab Indonesia? Benarkah Ayah Riziq adalah pendiri Pandu Arab Indonesia? Apa sumber data primer yang dijadikan dasar klaim itu? Dokumen apa yang dimiliki pengklaim untuk menguatkan klaimnya? Apakah ada dokumen berita acara pendirian atau akta notaris, atau ada SK kepengurusan yang menyebut nama ayah Riziq sebagai pendiri? Jika tidak ada lalu berdasar apa klaim itu harus dipercaya?

Setelah ditelusuri, klaim bahwa ayah Riziq adalah pendiri Pandu Arab Indonesia sangat sulit diterima. Dalam sejarah kepanduan Indonesia tidak ada sumber primer yang dapat mengkonfirmasi adanya sebuah organisasi kepanduan bernama Pandu Arab Indonesia atau PAI yang didirikan tahun 1937. Adapun akronim PAI biasa digunakan untuk Partai Arab Indonesia yang didirikan oleh Abdurrahman Baswedan di Semarang tahun 1934. Adapun nama-nama organisasi kepanduan yang berdiri di Indonesia sejak masa Hindia Belanda adalah: Javaansche Padvinder Organisatie (JPO) tahun 1916, organisasi kepanduan pertama di Indonesia, Hizbul Wathan (HM) pada tahun 1918, Jong Java Padvinderij (JJP) pada tahun 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS). Pada tahun 1926, INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) dibentuk sebagai peleburan dari Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JJP). Tidak ada nama Pandu Arab Indonesia. (lihat  https://vredeburg.id/id/post/menilik-kilas-balik-sejarah-kepanduan-indonesia)

Kemudian Ketika terbukti klaim itu tidak terverifikasi sumber primer,  kapan berita ini mulai muncul? Berapa tahun jarak antara klaim dan dan peristiwa itu terjadi? Apakah sumber berita itu hanya satu atau berasal dari banyak sumber?  Apakah sumber itu memiliki kaitan kepentingan dengan klaim itu atau tidak? Lalu siapa yang pertama kali menyebut bahwa ada organisasi kepanduan bernama Pandu Arab Indonesia dan ayah Riziq adalah pendirinya?

setelah diadakan penelusuran ternyata klaim tersebut baru muncul pada 2 November tahun 2020 melalui chanel Yiutube Manah Salim dengan judul “Mengenal Ayah Habib Riziq, Pejuang Kemerdekaan, Berjas, Berdasi Dan Jago Bahasa Belanda”. Dalam deskripsi video itu tertulis tulisan panjang di antaranya tentang bahwa ayah Riziq adalah pendiri Pandu Arab Indonesia. Lihat tangkapan layer berikut ini:

(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tKtQ50NLenY )

Setelah kemunculan narasi tersebut di Youtube Manah Salim, delapan belas hari kemudian narasi itu disebarkan melalui beberapa media online, agaknya penyebaran ini disengaja karena terjadi pada hari yang sama. Yaitu  pada tanggal 20 November 2020. Hari itu berbarengan dengan hari kedatanagn Riziq dari Arab Saudi setelah tiga tahun tinggal di sana karena menghindari kasus chat mesum dengan seorang  janda bernama Firza Husen. Beberapa media online yang memuat berita pertama kali tentang narasi tersebut adalah:

Pertama, Kuyou.id pada jam 09.56 dengan link: ( https://kuyou.id/homepage/read/15711/biodata-habib-rizieq-shihab-lengkap-umur-dan-agama-habib-pimpinan-fpi-yang-kharismatik),  

Kedua, Galamedianews  yang menerbitkan berita tesrsebut pada 20 November jam 14.21 dengan  link: (https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-35938022/habib-rizieq-shihab-keturunan-nabi-muhammad-silsilahnya-dari-sayyidina-ali-bin-abi-thalib?page=all#google_vignette),

Ketiga, detiknews pada jam 22.14 dengan link: (https://news.detik.com/berita/d-5249967/silsilah-habib-rizieq-shihab ),

Keempat, aksi.id pda jam 23.09 dengan link: ( https://aksi.id/artikel/61606/Keturunan-Nabi-Muhammad-Inilah-Silsilah-Habib-Rizieq-Shihab/)

Seluruh media tersebut memuat narasi yang hampir sama bahwa: ayah Riziq adalah pendiri Pandu Arab Indonesia. Jadi narasi tersebut narasi baru muncul 5 tahun lalu melalui media sosial dan media online.

Selain narasi ayah Riziq sebagai “pendiri Pandu Arab Indonesia” terdapat narasi yang menyatakan bahwa ia adalah “pemimpin Pandu Arab Indonesia”. Narasi lebih tua beredar di media online dari pada narasi “pendiri Pandu Arab Indonesia”, agaknya narasi “pemimpin” inilah yang diglorifikasi oleh narasi selanjutnya  yang menyebut “pendiri”. Mari kita lihat narasi “pemimpin” ini dalam tulisan Alwi Shahab ketika ia bercerita tentang milad FPI tahun 2007 dan ia melihat anggota FPI pawai keliling dengan patuh dilepas oleh Riziq Syihab sebagai berikut:

“Melihat begitu patuhnya para anggota FPI kepada ketua umumnya, saya teringat pada pemimpin Pandu Arab Indonesia, Husein Shihab, ayah Habib Rizieq Shihab. Pada awal 1950-an, Husein Shihab telah menghimpun para pemuda Arab untuk mengabdi pada bangsa melalui bidang kepanduan. Dia lebih dikenal dengan sebutan hopman kata Belanda untuk pemimpin kepanduan.”

Narasi di atas terdapat dalam wordpress pribadi Alwi Shahab, lahir di Jakarta 31 Agustus 1936. Diunggah pada 26 Nopember 2009 dengan link: https://alwishahab.wordpress.com/page/3/

Dari narasi Alwi Shihab itu, kita bisa interpretasikan sebagai berikut:

Pertama, Ketika Alwi Shihab melihat anggota FPI (kini ormas terlarang) patuh berbaris ketika pawai kepada Riziq, ia teringat kepada ayahnya Riziq yang memimpin pramuka (dulu disebut pandu) pada tahun 1950-an. Karena konteknya kepatuhan baris-berbaris dalam pawai keliling, berarti yang dimaksud “pemimpin pandu” adalah pemimpin regu dalam pramuka atau pemimpin barisan dalam upacara dalam pramuka, bukan dalam arti “orang besar” yang mendirikan kepanduan untuk pemuda Arab secara luas. Interpretasi ini diperkuat oleh narasi Alwi Shahab selanjutnya:

“Acara-acara Pandu Arab yang dilakukan tiap Sabtu sore berlangsung di halaman Madrasah Unwanul Falah di Kwitang.”

Dari narasi Alwi itu diketahui kegiatan pramuka ayah Riziq dilakukan seminggu sekali, setiap sabtu sore di halaman  sebuah madrasah. Kegiatan pramuka semacam ini lazim dilakukan oleh kegiatan eskul madrasah dan sekolah di Indonesia. Jadi kata “pemimpin Pandu Arab Indonesia” itu adalah kata lain dari “kakak pramuka” di madrasah Unwanul Falah yang anggotanya adalah keturunan Hadramaut.  

Dalam Gerakan Pramuka, jumlah anggota dalam satu regu untuk tingkat Siaga, Penggalang dan Penegak terdiri dari 6 sampai 10 orang.  Setiap regu dipimpin oleh seorang Pinru (Pimpinan Regu) dan dibantu oleh seorang Wapinru (Wakil Pimpinan Regu) yang dipilih dari anggota regu itu sendiri. Kata “Pemimpin Pandu” yang diceritakan Alwi Shahab itu bisa bermakna “Pemimpin Regu” yang hanya mempunyai anggota 6-10 orang, bisa juga berarti “Pembina Penegak” yaitu pelatih pramuka ditingkat Madrasah Aliyah.

Dari narasi Alwi Shahab itu pula kita ketahui, bahwa berita yang beredar di media sosial dan media online tentang ayah Riziq mendirikan Pandu Arab Indonesia tahun 1937 itu tidak berdasar, karena berita tertua tentang kegiatan pramuka ayah Riziq adalah berita dari Alwi Shahab yang menyebut  tahun 1950-an bukan tahun 1937, tidak ada sumber apapun selain itu.  Bahkan akan menjadi tidak masuk akal jika ayah Riziq mendirikan Pandu Arab Indonesia pada tahun 1937, karena ia masih berumur 12 tahun. Dari mana saya bisa mengatakan ayah Riziq tahun itu masih berumur 12 tahun, jawabannya dari Alwi Shahab, menurut Alwi Sahab, tahun 1945 ayah Riziq berusia 20 tahun ketika masa Belanda Kembali ke Jakarta Bersama sekutu.

Kesimpulan tentang berita media sosial bahwa ayah Riziq adalah orang penting yang mendirikan Pandu Arab Indonesia tidak terbukti karena: tidak ada sumber  primer yang menyebut bahwa tahun 1937 ada organisasi yang bernama Pandu Arab Indonesia yang didirikan oleh Husen ayah Rizik Syihab. Kabar burung yang pertama kali teresbar yang menyebut ayah Riziq Syihab adalah pendiri Pandu Arab Indonesia baru ada sejak tahun 2020.   

Lalu kliam-klaim lain dalam point-point di atas: Ayah Riziq bekerja kepada Belanda di Rode Kruis; Ayah Riziq banyak memberikan makanan untuk pejuang gerilya; Ayah Riziq ditangkap NICA, tangannya diikat dan diseret dengan kendaraan Jip; Ayah Riziq dipenjara dan divonis hukuman mati namun kemudian ia ditolong Allah dan kabur kemudian melompat ke Kali Malang; Ayah Riziq pantatnya tertembak; Ayah Riziq membakar para pemuda Arab untuk melawan Belanda. Semua klaim itu terdapat dalam tulisan Alwi Shahab tersebut tanpa ada sumber primer atau sumber pembanding.  Dalam ilmu sejarah narasi anektodal yang tanpa sumber primer tidak bisa disebut fakta sejarah tapi lebih sebagai cerita dari kabar burung yang dibangun untuk kepentingan tertentu. Apalagi yang menjadi sumber adalah Alwi Shahab yang merupakan sudara  dari Riziq yang patut diduga mempunyai kepentingan membesarkan nama Riziq.

Tapi ada satu yang menarik kita cermati, mungkin saja cerita yang satu ini benar, yaitu bahwa ayah Riziq bekerja kepada kepentingan Belanda ketika Belanda datang kembali ke Indonesia. Harusnya ayah Riziq masuk Palang Merah Indoneisa (PMI) karena tahun 1945 itu Indonesia telah membentuk PMI. Kenapa harus masuk Rode Kruis (semacam PMI milik Belanda)? Ada narasi yang kontradiktif antara klaim ia membakar pemuda Arab untuk melawan Belanda tetapi ia sendiri bekerja kepada Belanda. Mungkin ini hal yang di luar kendali Alwi Shahab di satu sisi ia ingin membranding ayah Riziq sebagai orang penting dan berjasa, di sisi lain ia harus menceritakan kenyataan ayah Riziq bekerja untuk penjajah Belanda.

Akhirnya cerita  ayah Riziq bekerja untuk Belanda itu harus ia bumbui dengan walaupun ayah Riziq bekerja untuk Belanda tetapi ia berhianat kepada Belanda dengan memberikan pakaian dan makanan Belanda kepada gerilyawan Indonesia. Ketika Belanda tahu, ayah Riziq ditangkap dan diikat tangannya lalu diseret ke penjara dengan Jip. Setelah itu ayahnya dijatuhi hukuman mati dan dengan pertolongan Allah dapat kabur dari penjara, walupun ia kena tembakan di area pantat. Semua narasi itu sangat terasa janggal sekali oleh para peneliti sejarah sebagai aroma dari bumbu-bumbu suatu fakta historis yang tidak menguntungkan agar nampak bermartabat.

Cerita diseret, divonis mati dan ditembak untuk seseorang yang bekerja untuk Belanda adalah peristiwa besar yang harusnya diberitakan media massa ketika itu, apalagi ia kemudian selamat, ia tentu dapat bercerita kepada wartawan setelah kejadian  lalu dimuat. Bandingkan peristiwa itu dengan ditembaknya anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang ditembak Belanda di Malang, peristiwa itu diketahui public sampai dibuatkan tugu pengingat untuk peristiwa tersebut  yang dinamakan Monumen Peniwen (lihat  https://www.tempo.co/arsip/doa-untuk-relawan-pmi-yang-tewas-saat-agresi-militer-belanda-nbsp–1295779). Anehnya untuk kasus ayah Riziq tidak ada berita koran atau tidak ada satupun sumber yang dapat dikonfirmasi selain tulisan Alwi Shahab tahun 2009.

Klaim ayah Riziq Syihab berfoto Bersama Sukarno

Klaim atas nama glorifikasi ayah Riziq tidak hanya terbatas pada narasi berita tanpa sumber primer, tetapi juga dengan menggunakan foto-foto orang besar. Di antaranya sebuah foto yang memperlihatkan Soekarno dan beberapa orang pria berdiri sejajar dan diklaim salah seorang pria tersebut adalah ayah dari Rizieq Shihab. Klaim itu terdapat dalam suatu unggahan media sosial berikut ini:

“‘INGAT SEJARAH BIAR TIDAK DI TIPU MEREKA’

“Yg di lingkaran Warna biru adalah Habib Husen Bin Syihab ayahanda dari Habib Riziq Syihab yg membantu memproklamatorkan kemerdekaan NKRI untuk memperoleh pengakuan Kedaulatan dari Negara-negara Arab (Timur Tengah).”

Faktanya: Pria yang berdiri di dekat Soekarno itu adalah jurnalis Indonesia keturunan Arab bernama Asad Shahab, bukan ayah Rizieq Shihab

( Sumber: https://periksafakta.afp.com/pria-yang-berdiri-di-dekat-soekarno-itu-adalah-jurnalis-indonesia-keturunan-arab-bernama-asad-shahab)

Foto Muhammad yunus Khan diklaim Fotoh Ayah Riziq

Tidak hanya klaim ayah Riziq berfoto dengan Sukarno, bahkan dinarasi lain, ada klaim bahwa ayah Riziq berfoto dengan Sukarno sekaligus Jenderal Sudirman. Seperti foto berikut ini:

Dalam foto itu, bergulir narasi sejarah ini sengaja ditutupi pemerintah Belanda karena khawatir umat Islam bersatu. Berdasarkan penelusuran Tim Jala Hoaks Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, informasi itu dipastikan 100 persen  tidak benar alias hoax. Faktanya, foto yang beredar diambil pada tahun 1948, kala itu Presiden Soekarno dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman tengah meninjau pembangunan di Magelang. “Sosok pria yang berada di antara kedua tokoh revolusioner bangsa itu adalah Muhammad Yunus Khan, salah satu anggota Indian Foreign Service yang juga duta besar India untuk Indonesia,” begitu informasi yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (2/8).

Dapat disimpulkan, foto yang disebut ayah Rizieq Shihab dengan Presiden Soekarno dan Panglima Besar Soedirman adalah dusta.

(Sumber: https://www.rmoljabar.id/hoaks-bukan-ayahanda-habib-rizieq-yang-berfoto-dengan-soekarno-dan-jenderal-soedirman)

Kelurga Riziq menyumbang 26.000 Gulden

Selain tentang ayahnya, nama Riziq juga diglorifikasi dengan nama-nama keluarganya yang lain yang dikaitkan dengannya, seperti narasi dalam sebuah media online “Donatur Utama Pendirian NU 1926 adalah Keluarga Dekat Ibunda Habib Rizieq, Nyumbang Rp.26 Miliyar”. Narasi itu adalah judul besar berita online dari eramuslim.com yang terbit 24 November 2020.  Nara sumber dalam berita itu disebutkan seseorang yang bernama Abu Bakar Alatas. Abu Bakar mengatakan “…donatur utama pendirian NU 1926 adalah keluarga dekat Ibunda Habib Rizieq Shihab, beliau adalah Habib Abdullah bin Muchsin bin Abu Bakar Alatas.” (lihat: https://www.eramuslim.com/donatur-utama-pendirian-nu-1926-adalah-keluarga-dekat-ibunda-habib-rizieq-nyumbang-rp-26-miliyar)

Klaim itu klaim yang yang tidak berdasar sumber apapun. Tidak ada saksi satupun dari pelaku sejarah pendirian NU yang menyebutkan hal itu. Tidak ada satu buku sejarah pendirian NU yang pernah menuliskan hal tersebut. Klaim itu dibuat sebagai upaya merebut hati warga NU untuk Riziq Syihab dan klan Baalwi. Klaim itu langsung dibantah oleh warga NU tiga hari setelah berita itu beredar: Tidak Benar ! Kabar Donatur Terbesar Berdirinya NU adalah Keluarga HRS, Yang benar, donatur utama saat awal berdirinya Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926 adalah H. HASAN GIPO yang kemudian menjadi Ketua Tanfidziyah NU periode pertama mendampingi Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai Ro’is Akbar.” (lihat: https://web.facebook.com/hwmimedia2/posts/tidak-benar-kabar-donatur-terbesar-berdirinya-nu-adalah-keluarga-hrsyang-benar-d/888257081983005/?_rdc=1&_rdr#)

Sejarah pendirian NU pada tahun 1926 mencatat peran sentral kiai-kiai seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Dana operasional awal NU di zaman kolonial umumnya berasal dari iuran anggota (uang pangkal dan uang bulanan) serta sumbangan para kiai dan saudagar Muslim lokal. Artikel di NU Online menjelaskan secara mendalam bagaimana kemandirian finansial menjadi prinsip utama pendirian NU. Kesimpulannya: klaim bahwa keluarga Riziq menyumbang pendirian NU hanya berita dusta.

Sekian.

Terkait Kiriman

Foto: Indonesiakaya.com

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

6 April 2026
KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

5 Februari 2026
Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Ada Sebelas Kemungkinan Kenapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

22 Januari 2026
Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

18 Januari 2026
Reportase Wartawan Tentang Kasus Makam Palsu Kaitannya Dengan Sosok Lutfi bin Yahya

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

13 Januari 2026

Info Baru Lainnya

Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

10 April 2026
Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

7 April 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .