• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Berita

PWI-LS Desak DPRD Pemalang Bentuk Pansus Bentrokan Pemalang Minta Pertenggungjawaban Bupati

oleh Admin
5 Agustus 2025
dalam Berita
Waktu baca: 2 menit baca
A A
0
BAGIKAN
46
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Andi Rustono mengumumkan langkah lanjutan PWI-LS usai aksi pengembalian uang bantuan tersebut.
“Setelah ini, kami akan menyambangi gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Kami akan mendesak agar segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) atas tragedi Pegundan berdarah ini. Kami ingin semua fakta dibuka terang benderang, dan jangan sampai ada lagi nyawa yang jadi korban dari konflik politik dan sektarian,” pungkas Bung Andi Rustono di depan Pendopo Kabupaten Pemalang.

Sikap PWI-LS hari ini menegaskan bahwa kehormatan, keadilan, dan keberpihakan pada korban tidak bisa digadaikan hanya dengan sebundel uang atau panggung pencitraan. Di tengah krisis moral dan sosial, suara perlawanan mereka justru menjadi alarm keras bagi para pemegang kekuasaan.

DPD PWI-LS Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Sorotan Sorotan Berita Viral pengikut Pengikut Publik Viral Sorotan Public TV Di bawah terik matahari siang, halaman depan Pendopo Kabupaten Pemalang menjadi saksi suara keras yang dilontarkan oleh PWI-LS (Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah). Dalam wawancara eksklusif bersama awak media, Bung Andi Rustono, juru bicara Divisi Seni dan Budaya DPD PWI-LS Pemalang, menyuarakan sikap tegas menolak upaya rekonsiliasi dengan ormas FPl yang disebut-sebut telah menyebabkan bentrokan berdarah di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, pada 23 Juli 2025 lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan rekonsiliasi, Bung Andi justru balik bertanya dengan tajam:

“Apakah kami, PWI-LS, harus berdamai dengan organisasi yang telah pernah dilarang oleh negara? Lalu apakah negara—termasuk aparat kepolisian—akan memfasilitasi rekonsiliasi dengan ormas yang pernah masuk daftar hitam pemerintah sendiri?”

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Insiden kekerasan di Pegundan, yang menyeret PWI-LS dan FPl ke dalam konflik terbuka, masih menyisakan luka dan ketidakpercayaan. Belum reda penderitaan korban, kini muncul narasi damai yang dinilai oleh PWI-LS sebagai upaya menormalisasi kehadiran kelompok yang mereka anggap tidak sah secara hukum dan moral.

Saat ditanya soal dugaan keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap kelompok tertentu, Bung Andi memberikan jawaban lugas:

“Kehadiran mereka satu panggung dengan Bupati harusnya sudah cukup menjawab semua pertanyaan itu. Jadi, kami kembalikan uang itu bukan karena sombong. Tapi demi menjaga marwah PWI-LS, demi kehormatan, dan demi harga diri kami sebagai organisasi yang berpihak pada keadilan.”

Ia menegaskan bahwa penolakan dana bantuan senilai Rp 21 juta lebih dari Pemkab Pemalang bukan tindakan emosional, melainkan sikap moral.

Lebih jauh, Bung Andi juga menyoroti latar belakang politik sang Bupati yang menurutnya selama ini dekat dengan kelompok muhibbin habaib, yang secara simbolik ditunjukkan dalam kehadirannya dalam Tabligh Akbar bersama Habib R!z!eq.

“Berhentilah jadi muhibbin! Kita semua tahu jejak politik beliau kemarin—jelas sekali kedekatannya dengan para habaib. Ini bukan waktunya bermain citra, ini waktunya memihak rakyat dan menyelesaikan konflik dengan benar,” tegasnya.

Sementara itu, KH. Ismail, selaku Kasepuhan PWI-LS Ranting Desa Klareyan, turut menyerukan agar Bupati dan jajaran Pemda memiliki sensitivitas dalam membaca kondisi sosial masyarakat. Beliau meminta agar keputusan-keputusan politik tidak diambil secara gegabah, apalagi mengabaikan luka masyarakat pasca-bentrokan.

“Kami harap Bupati bisa bersikap adil dan arif. Lihat kondisi lapangan, jangan hanya panggung politik. Jangan lukai hati masyarakat dengan langkah-langkah yang bias,” ujar KH. Ismail. (red./kd)

Artikel Terkait

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

21 Januri 2026 Jagat Tangerang Akan Gelar Haul Akbar ke-345 Raden Aria Wangsakara Pahlawan Nasional RI

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

Tagar: Bentrokan PemalangBentuk PansusBupati PemalangDesak DPRD Pemalangfpi dibubarkanfpi ormas terlarangPertenggungjawabanPWI-LSPWILS

TerkaitArtikel

Berita

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

oleh Admin
23 Januari 2026
0
7

Cidahu, Pandeglang – Tb. Moggi Nurfadhil bersama tim dari Crisis Center Kalinyamat Indonesia (CCKI) berkesempatan sowan ke kediaman Abuya Muhtadi...

Baca lebihDetails

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

22 Januari 2026
11

21 Januri 2026 Jagat Tangerang Akan Gelar Haul Akbar ke-345 Raden Aria Wangsakara Pahlawan Nasional RI

20 Januari 2026
23

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

18 Januari 2026
8

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

18 Januari 2026
5

Peluang Kolaborasi Ekonomi Pesantren: Bank BJB dan RMI PWNU Banten Lakukan Pembahasan

17 Januari 2026
8

Terbaru

Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

oleh Admin
25 Januari 2026
0
11

وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “ Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia...

Baca lebihDetails

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara: Banten Bergema dengan Semangat Sang Pahlawan

Hikmah Perseteruan Rais Aam & Ketum PBNU: Pelajaran Tentang Husnudzon, Keadilan, dan Sikap Beragama

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
431

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025