• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Opini

Ka’bah Palsu Di Kota Tarim?

Ka’bah Palsu Di Kota Tarim?

Gambar ilustrasi by zie

0
BAGIKAN
16
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Anggie

Sejarah mencatat bahwa sejak awal kekuasaannya di Yaman, Raja Abrahah berupaya mengalihkan kiblat masyarakat Arab pagan dari Hijaz (Mekah) ke Yaman, dan menjadikan Yaman sebagai pusat ritual keagamaan. Jika rencananya berhasil, hal itu akan menjadi jembatan baginya untuk menguasai seluruh Jazirah Arab.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Abrahah membangun sebuah bangunan tandingan guna menyaingi ka’bah. Bangunan itu dinamakan Al-Qalis (atau disebut juga Al-Qulays / Al-Qullays, berasal dari bahasa Yunani Ekles), yang dibangun di atas reruntuhan kota kuno Ma’rib. Al-Qalis menjadi bangunan termegah dan terbesar pada zamannya. Bahan bangunannya berasal dari batu marmer dan granit peninggalan Istana Ratu Balqis.

Abrahah kemudian melakukan kampanye besar-besaran, bahkan memaksa masyarakat Arab agar berziarah ke Al-Qalis dan meninggalkan ka’bah. Namun upaya itu sia-sia. Masyarakat Arab tetap menghormati ka’bah dan mempertahankan keyakinan agama nenek moyang mereka.

Di sisi lain, Abrahah merasa iri melihat ka’bah menjadi pusat ekonomi — terutama dengan ramainya para pedagang yang menjajakan dagangan di sekitar Ka’bah pada musim haji. Saat itu, banyak masyarakat Arab dan pendatang dari luar Mekah berdatangan untuk beribadah haji, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang besar.

Kondisi itulah yang membuat Abrahah bersikeras mengalihkan arah ziarah dan aktivitas perdagangan dari Mekah ke Yaman. Ia sadar bahwa ibadah haji menjadi sumber pendapatan utama bagi penduduk Mekah dan kawasan sekitarnya. Karena itu, tumbuhlah niat jahatnya untuk menghancurkan ka’bah dan membangun pusat ritual tandingan agar arus jamaah dan perdagangan berpindah ke Yaman.

Kedengkian itulah yang tersembunyi di balik ambisi Abrahah terhadap Mekah — kedengkian terhadap kemuliaan dan keberkahan yang Allah anugerahkan kepada penduduk Mekah melalui keberadaan Ka’bah. Namun pada akhirnya, seluruh upayanya gagal total.

KEGAGALAN ABRAHAH, DIRAJUT ULANG OLEH KAUM BA’ALWI YAMAN

Kaum Ba’alwi di Yaman memang tidak membangun ka’bah tandingan secara fisik di kota Tarim, Hadramaut. Namun keberadaan bangunan ibadah yang menyerupai ka’bah di wilayah tersebut dapat dipandang memiliki tujuan yang mirip: mengalihkan orientasi spiritual dan perhatian umat Islam dari Mekah menuju Tarim, Hadramaut, Yaman.

Upaya ini tampak melalui strategi “marketing religius” berupa paket Umrah Plus Tarim, yang memosisikan Tharim sebagai destinasi spiritual alternatif. Tidak sedikit para habib atau habaib Ba’alwi yang tidak menunaikan umrah atau haji ke Mekah, melainkan cukup berziarah ke Tarim saja.

Demikian pula, banyak ustadz “marketing baklawi” yang secara intens mempropagandakan ziarah ke makam para habib Ba’alwi — yang dipromosikan sebagai wali — dan mengarahkan wisata religi ke sana. Tokoh-tokoh publik seperti UAH, UAS, BY, dan lainnya kerap mempromosikan paket “Umrah Plus Tharim” yang secara tidak langsung menjadikan Tharim seperti “kota suci” baru.

KESIMPULAN

Kaum Ba’alwi Yaman, dengan beragam propaganda dan narasinya, tampak berupaya menjadikan Tarim sebagai kota suci ketiga selain Mekah dan Madinah — sebagaimana Abrahah dahulu berupaya menjadikan Yaman sebagai pusat ibadah tandingan.

Mereka menyanjung Tharim dan Hadramaut dengan berbagai sebutan dan kisah berlebihan, antara lain:

  • Disebut sebagai kota seribu wali
  • Dinyatakan banyak dihuni keturunan Nabi Muhammad SAW dari Bani Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa (konon katanya)
  • Tanah pasirnya dianggap bisa menjadi jimat penglaris
  • Tempat turunnya hujan emas
  • Tanahnya dikatakan harum hingga penduduknya berjalan tanpa alas kaki
  • Dan berbagai kisah kewalian yang bercampur dengan unsur khurafat

Kenyataannya, seluruh dunia mengetahui bahwa Yaman merupakan wilayah miskin akibat perang saudara yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi sosial, ekonomi, dan infrastrukturnya memburuk: kekurangan air, gizi buruk, minimnya layanan kesehatan dan pendidikan, serta pengangguran tinggi yang meluas.

Adalah wajar bila kaum Ba’alwi ingin memakmurkan kembali Yaman, terutama kawasan selatan yang banyak dihuni keturunan mereka. Namun apabila upaya tersebut dijalankan dengan pola dan tujuan yang menyerupai ambisi Abrahah — yaitu ingin menyaingi kemuliaan Mekkah dengan propaganda keagamaan — maka hal itu tidak akan membawa keberkahan.

Malah, hal itu justru menimbulkan pertanyaan besar: mengapa cara-cara seperti itu yang dipilih?

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Terkait Kiriman

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Ini Sangsi Yang Akan Diterima Oknum Polres dan Jaksa Jika Paksakan RJ Dalam Kasus Pengeroyokan Oleh Bahar Smith Terhadap Anggota Banser

6 Maret 2026
Menuju Muktamar NU 2026: “PBNU Terbebas Doktrin Ba’alwi”

Menuju Muktamar NU 2026: “PBNU Terbebas Doktrin Ba’alwi”

3 Maret 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Melepas Bahar Smith Polres Metro Tangerang Kota Ada Apa?

3 Maret 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

24 Februari 2026
Karya KH Imaduddin Utsman VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

Karya KH Imaduddin Utsman VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

22 Februari 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

KENAPA SANTRI PENDUKUNG HABIB BA’ALWI BISA DISEBUT JAHIL MURAKKAB FAL MURAKKAB TSUMMAL MURAKKAB

18 Februari 2026

Info Baru Lainnya

Posko Mudik DMI 1447 H Hadir di Kramatwatu Serang, Sediakan Tempat Istirahat hingga Tukang Pijat

PD DMI Kab. Serang Buka Posko Mudik 1447 H di Alun-Alun Kramatwatu, KH Bunyamin Hafiz: Dari Masjid untuk Indonesia

14 Maret 2026
Posko Mudik DMI 1447 H Hadir di Kramatwatu Serang, Sediakan Tempat Istirahat hingga Tukang Pijat

Posko Mudik DMI 1447 H Hadir di Kramatwatu Serang, Sediakan Tempat Istirahat hingga Tukang Pijat

14 Maret 2026
PWI LS Purwokerto Kidul dan Pemuda Pancasila Gelar Aksi Berbagi Takjil di Banyumas

PWI LS Purwokerto Kidul dan Pemuda Pancasila Gelar Aksi Berbagi Takjil di Banyumas

13 Maret 2026
Tokoh, Ulama dan Budayawan Banten Gelar Buka Bersama di Ponpes NU Cempaka

Tokoh, Ulama dan Budayawan Banten Gelar Buka Bersama di Ponpes NU Cempaka

13 Maret 2026
PWILS Sumbang Banyumas Bagikan Takjil ke Pengendara di Bulan Ramadhan

PWILS Sumbang Banyumas Bagikan Takjil ke Pengendara di Bulan Ramadhan

12 Maret 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .