TANGERANG — Santri Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum, Kresek, Kabupaten Tangerang, kembali menunjukkan keunggulannya dalam penguasaan literasi keislaman klasik di kancah regional. Pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Banten, kontingen Nahdlatul Ulum berhasil memboyong deretan juara di cabang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) dari tingkatan Ula, Wustho, dan Ulya.
Capaian ini mempertegas peran Pesantren Nahdlatul Ulum sebagai benteng tradisi tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama) yang melahirkan generasi muda khas kajian kitab-kitab kuning (turats).
Pada MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten tahun 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 10 Juli 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang santri Nahdlatul Ulum Kresek yang mewakili kabupaten dan kota nya masing-masing memborong hampir seluruh kategori dalam cabang lomba kitab kuning.
pada Golongan Ula perlombaan membaca Kitab Kasyifatus Saja karya ulama besar asal Banten, Syekh Nawawi Al-Bantani di mana kitab ini menjadi pondasi penting dalam memahami akidah, fikih ibadah, dan tasawuf, santri Nahdlatul Ulum Kresek menyabet gelar juara pertama untuk putra, yaitu diraih oleh Syaikhul Alim. Sedangkan untuk putri santri NU Kresek menyabet juara kedua dan ketiga yaitu saudari Fatiroh dan Siti Soviyatullatifah.
Untuk Golongan Wustho, perlombaan membaca kitab Nihayatuzzain karya fiqih monumental Syekh Nawawi Al-Bantani, santri NU Kresek juga menyabet gelar juara pertama putra dan putri sekaligus yaitu saudara Irwan Ikhtiyar dan saudari Safinatunnaja. Sedangkan santri putri NU lainnya yaitu Eva Hudaefah meraih juara kedua.
Tidak hanya kutab Kasifatussaja dan Nihayatuzzain, di Golongan Ulya pun yaitu perlombaan kitab tafsir munir karya Syekh Nawawi, santri NU pun menggondol juara kedua dan ketiga yaitu saudara Hambali dan Humaidi.
Rangkaian prestasi ini setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Sejak beberapa tahun yang lalu santri NU Kresek selalu meraih juara membaca kitab kuning baik di MTQ tingkat kabupaten, peovinsi maupun tingkat nasional.
Prestasi para santri asuhan K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani ini diharapkan semakin memperkokoh semangat para santri untuk terus menjaga tradisi keilmuan pesantren serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. (KD)
















