• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Opini

Indonesia Milik Bangsa Nusantara

Indonesia Milik Bangsa Nusantara
0
BAGIKAN
10
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Bangsa Nusantara itu adalah anak negeri yang mendiami berbagai pulau di seluruh wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, anak negeri yang lahir dari orang tua dan leluhur asli negeri ini. Hidup untuk peradabannya dan mati dikebumikan di tanah negeri yang tercinta ini.

Indonesia milik bangsa-bangsa di Nusantara, bukan milik aulia Tarim, bukan milik 9 naga, bukan milik para kapitalis barat dan timur, bukan milik Arab, bukan milik Dinasti siapa pun. Indonesia adalah negeri yang merdeka dan siapapun boleh tinggal, berkiprah, berusaha baik untuk dirinya, untuk kelompoknya, untuk etnisnya, untuk komunitas agamanya, untuk organisasinya. Tetapi pemiliknya adalah bangsa Nusantara.

Kitab Negarakertagama mencantumkan wilayah-wilayah “Nusantara”, yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya. Secara morfologi, kata ini adalah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuno nusa itu pulau dan antara itu artinya lainnya dan atau seberang.

A. Samad Ahmad dalam bukunya terjemahan dari kitab Sulalatus Salatin, buku tentang Sejarah Melayu ( hlm. 43 ) Kata Nusantara tidak hanya digunakan oleh orang Jawa dan tidak hilang setelah runtuhnya Majapahit. Kata ini dapat ditemui di Sejarah Melayu, sebuah sastra Melayu klasik yang ditulis paling awal pada tahun 1612, tetapi kata Nusantara ini tetap dikenal hingga manuskrip tahun 1808 M.

Adalah Justus van der Kroef dalam jurnalnya ( hlm. 166 ) yang bertitel ” The Term Indonesia: Its Origin and Usage” yang diterbitkan oleh Journal of the American Oriental Society menjelaskan bahwa pada tahun 1920-an, Ki Hajar Dewantara mengusulkan penggunaan kembali istilah Nusantara untuk menyebut wilayah Hindia Belanda. Nama ini dipakai sebagai salah satu alternatif karena tidak memiliki unsur bahasa asing. Dan juga, alasan lain dikemukakan karena Belanda sebagai penjajah lebih suka menggunakan istilah Indie (terj. “Hindia”), yang menimbulkan banyak keracuan dengan literatur berbahasa lain yang dapat menunjukan identitas bangsa lain, yakni India.

Kata Nusantara juga memiliki beberapa alternatif lainnya, seperti “Indonesië” maksudnya Indonesia dan “Insulinde” berarti Kepulauan Hindia. Istilah yang terakhir ini diperkenalkan oleh Eduard Douwes Dekker, seorang tokoh Belanda yang masyhur dikenal dengan nama pena Multatuli, sebutan dari bahasa Latin multa tuli yang berarti banyak yang aku sudah derita. Multatuli adalah penulis Belanda yang terkenal dengan novel Max Havelaar (1860), novel satirisnya yang berisi kritik atas perlakuan buruk para penjajah terhadap orang-orang pribumi di Hindia Belanda.

Jika merujuk dari apa yang di tulis di atas jelas maksudnya bahwa bangsa Nusantara dari sabang sampai merauke adalah bangsa yang asli dan anak negeri yang terlahir dari leluhurnya yang juga lahir, hidup dan mati di tanah Nusantara ini.

Jadi tidak benar dan tidak akan pernah kita benarkan pernyataan apapun terkait Nusantara, jika ada orang yang klaim milik mereka yang tidak pernah jadi anak leluhurnya bangsa Nusantara.

Oleh: Hamdan Suhaemi

Terkait Kiriman

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Mendiagnosa NU

4 September 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026

Info Baru Lainnya

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

13 September 2026
Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

13 September 2026
KH. Ahmad Mahrussilah: Museum Raden Aria Wangsakara Harus Jadi Pusat Pendidikan Sejarah dan Keteladanan Ulama Pejuang

KH. Ahmad Mahrussilah: Museum Raden Aria Wangsakara Harus Jadi Pusat Pendidikan Sejarah dan Keteladanan Ulama Pejuang

12 September 2026
Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara: R.Tb. M. Nurfadhil Tirtayasa Bersama KH. Taqiyudin Turut Serta Dalam Peletakan Batu Pertama

Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara: R.Tb. M. Nurfadhil Tirtayasa Bersama KH. Taqiyudin Turut Serta Dalam Peletakan Batu Pertama

12 September 2026
Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

11 September 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .