• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Berita

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

Prof. Dr. Anhar Gonggong - Sejarawan Indonesia

0
BAGIKAN
13
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarawan Indonesia Prof. Dr. Anhar Gonggong dengan tegas meminta masyarakat tidak mempercayai klaim-klaim historis palsu yang menyebut adanya peran seorang “Habib” dalam penentuan waktu maupun proses Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, klaim semacam itu tidak memiliki dasar sumber sejarah, tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan berpotensi menyesatkan publik.

Prof. Anhar menekankan bahwa berbicara sejarah tidak boleh asal bicara, apalagi disampaikan di ruang sakral seperti masjid atau media publik. Sejarah, kata dia, harus berdiri di atas sumber tertulis, arsip, dan kesaksian yang kredibel, bukan cerita lisan tanpa bukti. Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan soal etnis atau keturunan seseorang, melainkan kebenaran pernyataannya.

Proses Proklamasi: Fakta Sejarah yang Jelas

Menurut Prof. Anhar, proses menuju Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah hasil dinamika politik dan situasi internasional, bukan hasil nasihat tokoh tertentu. Setelah Jepang dinyatakan kalah pada 14 Agustus 1945, pada tanggal 15 Agustus terjadi perbedaan pendapat tajam antara Sutan Sjahrir dan Soekarno–Hatta.

Sjahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan, bahkan mengusulkan agar cukup diumumkan lewat radio. Namun Soekarno dan Hatta menolak karena ingin tetap melalui mekanisme politik yang sah, yakni PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Rencana awal proklamasi sebenarnya pada 16 Agustus, tetapi gagal karena peristiwa penculikan Soekarno–Hatta ke Rengasdengklok. Setelah kembali ke Jakarta, mereka tidak pulang ke rumah masing-masing, melainkan menuju rumah Laksamana Maeda, Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang. Di rumah Maeda inilah rumusan teks Proklamasi disusun, dengan kehadiran sekitar 30–40 orang dari kalangan tokoh pemuda dan pergerakan.

Tidak ada satu pun tokoh Habib dalam peristiwa tersebut. Prof. Anhar menegaskan, dalam buku sejarah mana pun, nama tersebut tidak pernah muncul.

Tidak Pernah Diceritakan Bung Karno dan Hatta

Prof. Anhar menantang klaim tersebut secara akademik. Bung Karno, kata dia, adalah sosok yang sangat terbuka dalam menceritakan perjalanan hidupnya. Dalam autobiografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, Bung Karno menceritakan banyak hal secara detail, tetapi tidak pernah satu kali pun menyebut adanya peran Habib dalam penentuan Proklamasi.

Hal yang sama juga berlaku pada tulisan-tulisan Mohammad Hatta dan sumber-sumber sejarah lainnya. Jika klaim itu benar, mustahil tidak tercatat dalam buku-buku tersebut.

Klaim Merah Putih Juga Tidak Berdasar

Prof. Anhar juga membantah klaim lain yang menyebut adanya tokoh Habib sebagai penggagas warna Merah Putih, penasihat pemakaian bendera, atau perancang tata cara pengibaran bendera pusaka.

Ia menegaskan bahwa:

  • Bendera Merah Putih dijahit oleh Fatmawati,
  • Sejarah Merah Putih telah dibahas panjang lebar oleh Muhammad Yamin dalam buku 6000 Tahun Sang Merah Putih,
  • Tidak ada satu pun nama tokoh Habib yang disebut dalam karya tersebut.

Menurutnya, semua klaim itu hanyalah ilusi tanpa dasar sejarah.

Dampak Berbahaya bagi Kesadaran Sejarah Indonesia

Prof. Anhar mengingatkan bahwa penyebaran narasi palsu ini sangat berbahaya. Dampaknya bisa membuat seolah-olah Soekarno, Hatta, dan Sjahrir tidak memiliki peran penting, sementara peran pahlawan bangsa justru dihapus dan digantikan oleh tokoh-tokoh yang tidak tercatat sejarah.

Ia menyebut narasi semacam ini sebagai penistaan terhadap pahlawan nasional, karena mengaburkan fakta dan merusak pemahaman generasi muda tentang proses kemerdekaan Indonesia.

Penegasan Akhir

Prof. Anhar Gonggong menutup dengan seruan tegas kepada masyarakat:

“Jangan percaya cerita sejarah yang tidak punya sumber. Kalau mau bicara sejarah, harus bisa dipertanggungjawabkan.”

Menurutnya, selama ia belajar dan mengajarkan sejarah—dari SD, SMA, hingga perguruan tinggi—tidak pernah ada satu pun guru atau dosen yang mengajarkan klaim tersebut, karena memang tidak pernah ada dalam sejarah Indonesia.

Kesimpulannya Jelas

Klaim Habib soal Proklamasi tidak memiliki dasar sejarah, tidak didukung sumber akademik, dan justru mencederai martabat sejarah serta pahlawan bangsa. (KD)

Sumber: Anhar Gonggong Official Link: https://youtu.be/rPQ6D00z_tQ

Terkait Kiriman

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

11 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Dorong Masjid Ramah Lingkungan, Siapkan Charger Motor Listrik di Ribuan Masjid

10 Juni 2026
DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

10 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

10 Juni 2026
DMI Banten Targetkan 3.000 Masjid Tersertifikasi, Terlindungi BPJS dan Ramah Lingkungan

DMI Banten Targetkan 3.000 Masjid Tersertifikasi, Terlindungi BPJS dan Ramah Lingkungan

10 Juni 2026
Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

5 Juni 2026

Info Baru Lainnya

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

11 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Dorong Masjid Ramah Lingkungan, Siapkan Charger Motor Listrik di Ribuan Masjid

10 Juni 2026
DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

10 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

10 Juni 2026
DMI Banten Targetkan 3.000 Masjid Tersertifikasi, Terlindungi BPJS dan Ramah Lingkungan

DMI Banten Targetkan 3.000 Masjid Tersertifikasi, Terlindungi BPJS dan Ramah Lingkungan

10 Juni 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .