• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Berita

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

oleh Admin
18 Januari 2026
dalam Berita, Sejarah
Waktu baca: 4 menit baca
A A

Prof. Dr. Anhar Gonggong - Sejarawan Indonesia

0
BAGIKAN
9
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarawan Indonesia Prof. Dr. Anhar Gonggong dengan tegas meminta masyarakat tidak mempercayai klaim-klaim historis palsu yang menyebut adanya peran seorang “Habib” dalam penentuan waktu maupun proses Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, klaim semacam itu tidak memiliki dasar sumber sejarah, tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan berpotensi menyesatkan publik.

Prof. Anhar menekankan bahwa berbicara sejarah tidak boleh asal bicara, apalagi disampaikan di ruang sakral seperti masjid atau media publik. Sejarah, kata dia, harus berdiri di atas sumber tertulis, arsip, dan kesaksian yang kredibel, bukan cerita lisan tanpa bukti. Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan soal etnis atau keturunan seseorang, melainkan kebenaran pernyataannya.

Proses Proklamasi: Fakta Sejarah yang Jelas

Menurut Prof. Anhar, proses menuju Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah hasil dinamika politik dan situasi internasional, bukan hasil nasihat tokoh tertentu. Setelah Jepang dinyatakan kalah pada 14 Agustus 1945, pada tanggal 15 Agustus terjadi perbedaan pendapat tajam antara Sutan Sjahrir dan Soekarno–Hatta.

Sjahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan, bahkan mengusulkan agar cukup diumumkan lewat radio. Namun Soekarno dan Hatta menolak karena ingin tetap melalui mekanisme politik yang sah, yakni PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Rencana awal proklamasi sebenarnya pada 16 Agustus, tetapi gagal karena peristiwa penculikan Soekarno–Hatta ke Rengasdengklok. Setelah kembali ke Jakarta, mereka tidak pulang ke rumah masing-masing, melainkan menuju rumah Laksamana Maeda, Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang. Di rumah Maeda inilah rumusan teks Proklamasi disusun, dengan kehadiran sekitar 30–40 orang dari kalangan tokoh pemuda dan pergerakan.

Tidak ada satu pun tokoh Habib dalam peristiwa tersebut. Prof. Anhar menegaskan, dalam buku sejarah mana pun, nama tersebut tidak pernah muncul.

Tidak Pernah Diceritakan Bung Karno dan Hatta

Prof. Anhar menantang klaim tersebut secara akademik. Bung Karno, kata dia, adalah sosok yang sangat terbuka dalam menceritakan perjalanan hidupnya. Dalam autobiografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, Bung Karno menceritakan banyak hal secara detail, tetapi tidak pernah satu kali pun menyebut adanya peran Habib dalam penentuan Proklamasi.

Hal yang sama juga berlaku pada tulisan-tulisan Mohammad Hatta dan sumber-sumber sejarah lainnya. Jika klaim itu benar, mustahil tidak tercatat dalam buku-buku tersebut.

Klaim Merah Putih Juga Tidak Berdasar

Prof. Anhar juga membantah klaim lain yang menyebut adanya tokoh Habib sebagai penggagas warna Merah Putih, penasihat pemakaian bendera, atau perancang tata cara pengibaran bendera pusaka.

Ia menegaskan bahwa:

  • Bendera Merah Putih dijahit oleh Fatmawati,
  • Sejarah Merah Putih telah dibahas panjang lebar oleh Muhammad Yamin dalam buku 6000 Tahun Sang Merah Putih,
  • Tidak ada satu pun nama tokoh Habib yang disebut dalam karya tersebut.

Menurutnya, semua klaim itu hanyalah ilusi tanpa dasar sejarah.

Dampak Berbahaya bagi Kesadaran Sejarah Indonesia

Prof. Anhar mengingatkan bahwa penyebaran narasi palsu ini sangat berbahaya. Dampaknya bisa membuat seolah-olah Soekarno, Hatta, dan Sjahrir tidak memiliki peran penting, sementara peran pahlawan bangsa justru dihapus dan digantikan oleh tokoh-tokoh yang tidak tercatat sejarah.

Ia menyebut narasi semacam ini sebagai penistaan terhadap pahlawan nasional, karena mengaburkan fakta dan merusak pemahaman generasi muda tentang proses kemerdekaan Indonesia.

Penegasan Akhir

Prof. Anhar Gonggong menutup dengan seruan tegas kepada masyarakat:

“Jangan percaya cerita sejarah yang tidak punya sumber. Kalau mau bicara sejarah, harus bisa dipertanggungjawabkan.”

Menurutnya, selama ia belajar dan mengajarkan sejarah—dari SD, SMA, hingga perguruan tinggi—tidak pernah ada satu pun guru atau dosen yang mengajarkan klaim tersebut, karena memang tidak pernah ada dalam sejarah Indonesia.

Artikel Terkait

Kiai dan Santri Banten Dikabarkan Akan Turun Bersama Banser, Tuntut Polisi Tahan Tersangka Bahar

Banser Kota Tangerang Akan Aksi Kembali Terkait Penangguhan Penahanan Bahar Setelah Aniaya Sahabat Rida

Proyek Y-DNA Bani Hasyim Asyraf dan Sadah Alawiyyin: Haplogroup J1 – L859-FGC10500

Haplogrup Y-DNA Nabi Ibrahim (Abraham) dan Keturunannya

Kesimpulannya Jelas

Klaim Habib soal Proklamasi tidak memiliki dasar sejarah, tidak didukung sumber akademik, dan justru mencederai martabat sejarah serta pahlawan bangsa. (KD)

Sumber: Anhar Gonggong Official Link: https://youtu.be/rPQ6D00z_tQ

TerkaitArtikel

Berita

Kiai dan Santri Banten Dikabarkan Akan Turun Bersama Banser, Tuntut Polisi Tahan Tersangka Bahar

oleh Admin
13 Februari 2026
0
9

TANGERANG – Gelombang dukungan terhadap aksi lanjutan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang terus menguat. Sejumlah kiai dan santri dari...

Baca lebihDetails

Banser Kota Tangerang Akan Aksi Kembali Terkait Penangguhan Penahanan Bahar Setelah Aniaya Sahabat Rida

13 Februari 2026
16

Proyek Y-DNA Bani Hasyim Asyraf dan Sadah Alawiyyin: Haplogroup J1 – L859-FGC10500

11 Februari 2026
1

Haplogrup Y-DNA Nabi Ibrahim (Abraham) dan Keturunannya

10 Februari 2026
4

KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

5 Februari 2026
29

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
20

Terbaru

Keislaman

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

oleh Admin
13 Februari 2026
0
2

بقلم: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي المقدمة: أزمة الإبستمولوجيا في ادعاءات النسب على مدى أكثر من ألف عام، استندت سلطة...

Baca lebihDetails

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

Kiai dan Santri Banten Dikabarkan Akan Turun Bersama Banser, Tuntut Polisi Tahan Tersangka Bahar

Banser Kota Tangerang Akan Aksi Kembali Terkait Penangguhan Penahanan Bahar Setelah Aniaya Sahabat Rida

MANIFESTO KEJUJURAN: Runtuhnya Hegemoni Nasab Palsu Berhadapan dengan Pedang Sains

Proyek Y-DNA Bani Hasyim Asyraf dan Sadah Alawiyyin: Haplogroup J1 – L859-FGC10500

Haplogrup Y-DNA Nabi Ibrahim (Abraham) dan Keturunannya

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
432

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025