• About Us
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman
Beranda Berita

Majma’ Fuqoha Jawa Gelar Pertemuan di Demak, Bahas dan Putuskan Status Nasab Ba Alwi

oleh Admin
1 Februari 2026
dalam Berita
Waktu baca: 3 menit baca
A A
0
BAGIKAN
45
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Demak — Sejumlah ulama dan ahli fikih dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Majma’ Fuqoha Jawa menggelar Nadwah (forum ilmiah) pertama di Pesantren Al-Arbain, Demak, Jawa Tengah, pada Sabtu–Ahad, 31 Januari–1 Februari 2026. Forum tersebut membahas status nasab Ba’alwi dari perspektif syariat (syar’i), sejarah, dan genetika.

Keterangan dari panitia, Didin Syahbudin, menjelaskan bahwa nadwah ini merupakan forum akademik untuk mendiskusikan persoalan nasab secara terbuka dan berbasis argumentasi ilmiah. “Forum ini dihadirkan sebagai ruang kajian ilmiah, bukan untuk menyerang individu, melainkan untuk menguji klaim berdasarkan dalil, data sejarah, dan temuan ilmiah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dalam forum tersebut, para peserta mempresentasikan makalah dalam bahasa Arab. Di antara pemateri yang hadir antara lain K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani (Pesantren NU Cempaka Kresek, Tangerang), Dr. K.H. Abbas Bili Yachsyi (Pesantren Annadwah Cirebon), Gus Aziz Jazuli, Lc., M.H. (Pesantren Al-Mubarak Cinangka), K.H. KRT. Nur Ihya Hadinegoro, K.H. Ja’far Shodiq Fauzi (Pondok Pesantren Abu Syamsuddin Batu Ampar), K.H. Abdul Ghalib, Dr. K.H.R. Ubaidillah Tamam Munji (Pesantren Asshuffah Rembang), K.H. Wahib Mahfudz (Pesantren Al-Huda Jetis Kebumen), K.H. Muharrar Hudari (Pesantren Al-Arbain Demak), K.H. Faqih Mudawam Hadinegoro (Ketua MUI Rembang), K.H. Ja’far Shiddiq (Pesantren Riyadul Huda Majalengka), K.H. Mahfudz Saleh Al-Hafidz (Pesantren Sunan Kalijogo Jatirogo Tuban), K.H. Umar Sonhaji (Brebes), K.H. Ahmad Gazali (Pesantren Assaadah Tangerang Selatan), K.H. Rofiq Masykur (Pesantren Futuhiyah Ali Masykur Wonosobo), K.H. Abdul Jalil Masbahah (Pesantren Darussalam Mijen Semarang), K.H. Matori (Bahsul Masail PCNU Semarang), K.H. Drs. Saifuddin Zuhri (Ponpes I’anatuttalibin Malang), dan K.H. Ahmad Hasan (Pesantren Benda Kerep Cirebon). Turut hadir sebagai pemateri tokoh muda Cirebon, Roqi Maarif Syam.

Empat Poin Keputusan

Dalam qararat (keputusan) yang dibacakan di akhir nadwah, Majma’ Fuqoha Jawa menyatakan beberapa poin utama.

Pertama, secara syar’i, forum tersebut menyimpulkan bahwa klaim nasab Ba’alwi kepada Nabi Muhammad SAW dinilai tidak memiliki dasar yang sah menurut kajian kitab-kitab nasab klasik. Forum menyoroti tidak ditemukannya nama tertentu dalam literatur nasab abad kelima hingga kedelapan Hijriah serta mempertanyakan validitas sejumlah manuskrip yang beredar.

Kedua, dari sisi historis, disebutkan adanya sejumlah nama dalam rantai silsilah yang dinilai tidak memiliki bukti keberadaan dalam sumber sejarah kontemporer, sehingga dinyatakan tidak dapat diverifikasi secara akademik.

Ketiga, dari perspektif genetika, forum merujuk pada hasil uji kromosom Y yang disebut menunjukkan perbedaan haplogrup antara sebagian anggota Ba’alwi dan garis keturunan yang selama ini diakui sebagai Bani Hasyim di sejumlah negara Timur Tengah. Berdasarkan itu, nadwah menyimpulkan bahwa klaim nasab melalui jalur laki-laki dinilai tidak sejalan dengan temuan genetik yang dikaji.

Keempat, forum juga menyampaikan dugaan adanya pemalsuan catatan sejarah serta pembangunan makam yang dikaitkan dengan tokoh tertentu tanpa dasar historis yang kuat.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil pembahasan, Majma’ Fuqoha Jawa merekomendasikan kepada pemerintah agar:

1. Melarang klaim keturunan Nabi Muhammad SAW tanpa dasar yang dapat diverifikasi.

2. Menindak dugaan pemalsuan sejarah dan pembangunan makam yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum.

Dokumen keputusan tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan ditandatangani oleh para peserta nadwah.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Ba’alwi atau organisasi yang mewakili mereka terkait hasil nadwah tersebut.

Sejumlah pengamat hukum dan sejarah menyatakan bahwa persoalan nasab merupakan isu sensitif yang memerlukan kajian multidisipliner serta verifikasi terbuka. Mereka menilai pentingnya dialog akademik dan klarifikasi dari berbagai pihak guna menghindari polemik yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Artikel Terkait

Kiai dan Santri Banten Dikabarkan Akan Turun Bersama Banser, Tuntut Polisi Tahan Tersangka Bahar

Banser Kota Tangerang Akan Aksi Kembali Terkait Penangguhan Penahanan Bahar Setelah Aniaya Sahabat Rida

Proyek Y-DNA Bani Hasyim Asyraf dan Sadah Alawiyyin: Haplogroup J1 – L859-FGC10500

Haplogrup Y-DNA Nabi Ibrahim (Abraham) dan Keturunannya

Pemerintah sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait rekomendasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

Isu nasab Ba’alwi telah menjadi perdebatan di ruang publik dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait validitas historis dan pendekatan genetika dalam penelusuran garis keturunan. Nadwah Majma’ Fuqoha Jawa menjadi salah satu forum terbaru yang secara terbuka menyampaikan pandangan akademiknya atas persoalan tersebut.

TerkaitArtikel

Berita

Kiai dan Santri Banten Dikabarkan Akan Turun Bersama Banser, Tuntut Polisi Tahan Tersangka Bahar

oleh Admin
13 Februari 2026
0
9

TANGERANG – Gelombang dukungan terhadap aksi lanjutan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang terus menguat. Sejumlah kiai dan santri dari...

Baca lebihDetails

Banser Kota Tangerang Akan Aksi Kembali Terkait Penangguhan Penahanan Bahar Setelah Aniaya Sahabat Rida

13 Februari 2026
16

Proyek Y-DNA Bani Hasyim Asyraf dan Sadah Alawiyyin: Haplogroup J1 – L859-FGC10500

11 Februari 2026
1

Haplogrup Y-DNA Nabi Ibrahim (Abraham) dan Keturunannya

10 Februari 2026
4

Majma’ Fuqaha Jawa: Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

3 Februari 2026
25

قرارات مجمع فقهاء جاوة في الندوة الاولى 31 يناير-1 فبراير 2026 في دماك جاوة الوسطى اندونسيا حول بطلان نسب باعلوي الى النبي محمد صلى الله عليه وسلم

3 Februari 2026
19

Terbaru

Keislaman

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

oleh Admin
13 Februari 2026
0
2

بقلم: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي المقدمة: أزمة الإبستمولوجيا في ادعاءات النسب على مدى أكثر من ألف عام، استندت سلطة...

Baca lebihDetails

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

Kiai dan Santri Banten Dikabarkan Akan Turun Bersama Banser, Tuntut Polisi Tahan Tersangka Bahar

Banser Kota Tangerang Akan Aksi Kembali Terkait Penangguhan Penahanan Bahar Setelah Aniaya Sahabat Rida

MANIFESTO KEJUJURAN: Runtuhnya Hegemoni Nasab Palsu Berhadapan dengan Pedang Sains

Proyek Y-DNA Bani Hasyim Asyraf dan Sadah Alawiyyin: Haplogroup J1 – L859-FGC10500

Haplogrup Y-DNA Nabi Ibrahim (Abraham) dan Keturunannya

Prev Next

BeritaPopuler

Dilaporkan, Gus Fuad Banjir Dukungan Pribumi Nusantara

oleh Admin
30 Maret 2025
0
556

Panitia Haul Syekh Nawawi Al-Bantani ke-132: Tepis Isu Miring Didanai PIK 2

oleh Admin
24 April 2025
0
432

Rizieq Shihab Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

oleh Admin
14 April 2025
0
429

newsky.id

Copyright © 2025

Navigasi

  • Nasional
  • Tekno
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Keislaman

Ikuti Kami

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Copyright © 2025