• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Berita

PWILS Pemalang Kembalikan Bantuan Korban Bentrok Kepada Bupati Pemalang Karena Ini

PWILS Pemalang Kembalikan Bantuan Korban Bentrok Kepada Bupati Pemalang Karena Ini
0
BAGIKAN
30
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

PEMALANG – Dalam sikap tegas yang memicu perhatian publik, Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (DPD PWI-LS) Kabupaten Pemalang mengembalikan dana bantuan sebesar Rp 21.647.000 yang sebelumnya diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang pada Senin, 4 Agustus 2025.

Dana tersebut awalnya diberikan sebagai bentuk bantuan pascabentrokan berdarah antara PWI-LS dan organisasi massa FPI yang pecah di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan.

Namun alih-alih disambut sebagai kepedulian pemerintah, PWI-LS justru melihat bantuan itu sebagai bagian dari strategi pencitraan politik di tengah menurunnya kepercayaan publik pasca insiden.

Melalui perwakilan Divisi Seni dan Budaya, Andi Rustono, uang bantuan dikembalikan secara simbolis kepada Kasatpol PP Pemalang, Ahmad Hidayat. Penyerahan itu ditolak dengan alasan prosedural klasik, karena “tidak ada petunjuk dari Bupati,” yang saat itu sedang berada di Jakarta.

Menanggapi penolakan itu, Andi meletakkan amplop berisi dana bantuan di Sekretariat Kabupaten Pemalang, menegaskan bahwa PWI-LS tidak ingin menerima uang yang menurut mereka sarat kepentingan.

“Kami bukan anti-bantuan. Tapi kami tahu kapan kami butuh. Dan kali ini kami tidak butuh pencitraan. Kami bisa urus sendiri pengobatan korban,” tegas Andi saat pengembalian uang pada Senin pagi (4/8).

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap mandiri dan tegas dari PWI-LS, yang menolak dimanfaatkan untuk agenda politik oleh pemerintah daerah.

Tak hanya itu, Andi mengkritik langkah Pemda yang menggelar konferensi pers lebih dulu, sebelum menyalurkan bantuan secara nyata kepada korban insiden.

“Kenapa harus konferensi pers dulu? Seolah-olah korban hanya figuran untuk sandiwara pencitraan. Padahal korban butuh pertolongan nyata, bukan kamera dan panggung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi menyampaikan kritik terhadap Bupati Pemalang yang baru-baru ini tampil dalam sebuah acara Tabligh Akbar bersama Habib Rizieq Shihab, tokoh yang kerap menuai kontroversi nasional. Menurut PWI-LS, tindakan tersebut mencederai netralitas dan justru memperuncing ketegangan sosial.

“Bupati tampil seolah-olah sebagai muhibbin. Maaf, menurut saya itu tindakan bodoh, tidak netral, dan justru memperkeruh situasi sosial,” ucap Andi dengan nada lantang.

PWI-LS mengingatkan bahwa kepala daerah harus hadir sebagai pemersatu di tengah masyarakat, bukan sebagai bagian dari konflik yang memperdalam jurang perpecahan.

“Pemimpin itu harusnya jadi penengah, bukan malah ikut main dalam panggung konflik. Jangan jadikan korban sebagai properti kampanye,” tutup Andi.

Langkah berani PD PWI-LS ini menjadi sinyal kuat bagi pejabat publik agar tidak menjadikan penderitaan rakyat sebagai bahan pertunjukan. Solidaritas sejati lahir dari ketulusan dan keberanian berpihak pada keadilan, bukan dari lampu kamera dan mikrofon politik. (red./kd)

Tagar: bupati berat sebelahbupati kibinKembalikan BantuanKepada Bupati PemalangKorban Bentrokkorban bentrok pemalangpwils pemalangpwils vs fpi

Terkait Kiriman

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
Direstui Pemprov Banten, PW DMI Siapkan Panjang Mulud sebagai Ikon Wisata Religi Banten

Direstui Pemprov Banten, PW DMI Siapkan Panjang Mulud sebagai Ikon Wisata Religi Banten

17 Oktober 2026

Info Baru Lainnya

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .