• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Opini

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia
0
BAGIKAN
7
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Belakangan setelah memperhatikan komentar banyak orang, baik dilakukan setelah wawancara atau obrolan biasa hingga melihat komentar-komentar status di media sosial, baik Facebook, Tiktok, Instagram dan media sosial lainnya itu semua tanggapannya menolak, menghujat dan membenci klan Ba’alwi terutama mereka yahg tinggal di pulau Jawa.

Jika dianalisa tentu akarnya adalah tesis ibthal atas nasab Ba’alwi sejak tahun 2022 lalu, akar kedua adalah ucapan dan perilaku beberapa habaib itu sendiri sebagai representasi klan Ba’alwi di Indonesia yang dinilai ucapannya tersebut berisi khurafat, tahayul, irrasional, bahkan sering ceramahnya berisi kebencian, provokasi dan agitasi melawan pemerintah Republik Indonesia, dimulai sejak 2014 silam.

Hampir 4 tahun issue nasab ini terus bergulir, ada naik turun konstelasi dialektika antara Habaib melalui RA ( Rabithah Alawiyah) yang didukung secara militan oleh para muhubbinnya dengan PWI LS yang mendukung tesis KH. Imaduddin Usman. Dialektika yang terkadang seram, sangar dan liar ditonton oleh banyak pengguna Medsos yang kebanyakan kaum muda milenial.

Babak baru kita temukan ada kesadaran yang semakin merata yang tumbuh di alam pikiran bangsa atas keberadaan klan Ba’alwi, yakni kesadaran bahwa mereka bukan dzuriyat Rosulullah S.a.w, mereka mencerabut makna kuwalat dan syafaat yang sejak dulu ditanamkan secara doktrin oleh para pendahulu Habaib. Hak istimewa yang dulu melekat di pribadi habib kini dicopot paksa oleh karena kesadaran tersebut.

Khurafat dan kultus individu melawan arus besar digitalisasi dan rasionalitas post modernisme yang menitikberatkan pada basis data dan ilmiah. Keduanya bertarung di ” udara ” Medsos begitu bebas. Nampak bahwa yang rasionalitas mulai menolak eksistensi Habaib oleh karena khurafat dan kultus yang jadi bahan ceramah Habaib an sich. Penolakan itu kini telah merata di alam pikiran bangsa ini.

Adalah Daniel Katz dan Robert L. Kahn, dalam teori kesadaran sosial menjelaskan bagaimana orang mengembangkan kesadaran terhadap lingkungan sosial mereka dan kesadaran terhadap diri mereka sendiri. Teori ini mengatakan bahwa kesadaran terdiri dari dua komponen utama, yaitu kesadaran diri (self-awareness) kemampuan seseorang untuk memahami pikiran, perasaan, dan tindakan mereka sendiri serta bagaimana hal itu mempengaruhi orang lain. Kesadaran diri melibatkan pemahaman tentang sikap,
prinsip, dan keyakinan pribadi mereka yang dapat mempengaruhi interaksi sosial
mereka dengan sesama atau anggota komunitas mereka.

Berikutnya adalah Kesadaran Sosial (Social Awareness) yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merespons kebutuhan, pandangan, dan emosi orang lain dalam konteks sosial disebut kesadaran sosial. Ini termasuk kemampuan orang untuk memperhatikan, mendengarkan, dan menghargai perbedaan individu, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang masalah sosial yang mempengaruhi
masyarakat (Bangun D, 2022).

Dari analisa teori sosialnya Daniel Katz itu itulah kita mendapati bahwa pandangan yang berbasis epistemologis akan menjadi pijakan manusia milenial hingga nanti, dan tentunya akan menggerus pandangan yang berbasis doxa, seperti husnu dzon, asumsi atau doktrin.

Ke depan bisa dimungkinkan kesadaran kolektif yang dikuatkan oleh basis epistemologis dan rasionalitas akan menguburkan secara masif atas eksistensi yang dibangun oleh kepalsuan. Lihat saja.

Serang, 2 Agustus 2026

Terkait Kiriman

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

15 September 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

15 September 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Mendiagnosa NU

4 September 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026

Info Baru Lainnya

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

15 September 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

15 September 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
Membaca Buku Fiqih Mistis Karya KH. Alawi Nurul Alam Al-Bantani

Membaca Buku Fiqih Mistis Karya KH. Alawi Nurul Alam Al-Bantani

13 September 2026
Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

13 September 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .