• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Berita

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi
0
BAGIKAN
3
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR — Penyegelan Pondok Pesantren Darun Naim di Kabupaten Bogor yang mengidientifikasi diri sebagai bagian dari ormas Nahdlatul Ulama (NU) menuai sorotan. Langkah sejumlah
oknum yang diduga eks ormas terlarang FPI melakukan penyegelan terhadap lembaga pendidikan keagamaan tersebut mendapat kecaman dari ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama, KH Imaduddin Utsman Al-Bantani. Ia menilai tindakan penyegelan pesantren semacam itu hanya dilakukan oleh PKI.

“Penyegelan pesantren yang berafiliasi kepada NU itu hanya dilakukan oleh PKI. Yang tidak suka dengan pesantren NU hanya orang-orang PKI,” tegasnya.

Menurut Kiai Imad, kajian ilmiyah semestinya diselesaikan melalui mekanisme ilmiyah dan forum keilmuan.

“Kalau tidak setuju dengan sebuah kajian, bantah dengan kajian. Kalau merasa ada pelanggaran hukum, tempuh jalur hukum. Jangan main segel, jangan main tekan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan tindakan yang mengedepankan otot bukan otak adalah tindakan orang-orang primitif.

“Menyegel pesantren hanya karena ada perbedaan pandangan ilmiyah adalah tindakan orang-orang primitif yang tidak berperadaban. Tindakan tersebut tidak mencerminkan tradisi ilmiah dan kehidupan demokratis,” tambah KH Imaduddin.

Kiai Imad berharap para perusuh itu ditangkap karena menganggu ketertiban dan santri yang sedang menuntut ilmu.

“Saya berharap aparat tegas menindak para pelaku kerusuhan itu. Tindakan mereka itu menganggu para santri dan mencegah orang belajar dan ibadah”, tutupnya.

Sebelumnya, pesantren Darunnaim menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bahtsul Masail Majlis Ulama Kabupaten Bogor yang di antaranya membahas tentang batalnya nasab Baalwi. Sekelompok orang lalu keberatan tentang acara tersebut dan mendatangi pesantren tersebut. (Din)

Terkait Kiriman

Susunan Lengkap PBNU 2026–2031: Syuriyah, A’wan hingga Tanfidziyah

Susunan Lengkap PBNU 2026–2031: Syuriyah, A’wan hingga Tanfidziyah

1 Oktober 2026
Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

23 September 2026
Membaca Buku Fiqih Mistis Karya KH. Alawi Nurul Alam Al-Bantani

Membaca Buku Fiqih Mistis Karya KH. Alawi Nurul Alam Al-Bantani

13 September 2026
Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

13 September 2026
Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

13 September 2026
KH. Ahmad Mahrussilah: Museum Raden Aria Wangsakara Harus Jadi Pusat Pendidikan Sejarah dan Keteladanan Ulama Pejuang

KH. Ahmad Mahrussilah: Museum Raden Aria Wangsakara Harus Jadi Pusat Pendidikan Sejarah dan Keteladanan Ulama Pejuang

12 September 2026
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .