• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Berita

PWI-LS Desak DPRD Pemalang Bentuk Pansus Bentrokan Pemalang Minta Pertenggungjawaban Bupati

PWI-LS Desak DPRD Pemalang Bentuk Pansus Bentrokan Pemalang Minta Pertenggungjawaban Bupati
0
BAGIKAN
50
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Andi Rustono mengumumkan langkah lanjutan PWI-LS usai aksi pengembalian uang bantuan tersebut.
“Setelah ini, kami akan menyambangi gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Kami akan mendesak agar segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) atas tragedi Pegundan berdarah ini. Kami ingin semua fakta dibuka terang benderang, dan jangan sampai ada lagi nyawa yang jadi korban dari konflik politik dan sektarian,” pungkas Bung Andi Rustono di depan Pendopo Kabupaten Pemalang.

Sikap PWI-LS hari ini menegaskan bahwa kehormatan, keadilan, dan keberpihakan pada korban tidak bisa digadaikan hanya dengan sebundel uang atau panggung pencitraan. Di tengah krisis moral dan sosial, suara perlawanan mereka justru menjadi alarm keras bagi para pemegang kekuasaan.

DPD PWI-LS Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Sorotan Sorotan Berita Viral pengikut Pengikut Publik Viral Sorotan Public TV Di bawah terik matahari siang, halaman depan Pendopo Kabupaten Pemalang menjadi saksi suara keras yang dilontarkan oleh PWI-LS (Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah). Dalam wawancara eksklusif bersama awak media, Bung Andi Rustono, juru bicara Divisi Seni dan Budaya DPD PWI-LS Pemalang, menyuarakan sikap tegas menolak upaya rekonsiliasi dengan ormas FPl yang disebut-sebut telah menyebabkan bentrokan berdarah di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, pada 23 Juli 2025 lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan rekonsiliasi, Bung Andi justru balik bertanya dengan tajam:

“Apakah kami, PWI-LS, harus berdamai dengan organisasi yang telah pernah dilarang oleh negara? Lalu apakah negara—termasuk aparat kepolisian—akan memfasilitasi rekonsiliasi dengan ormas yang pernah masuk daftar hitam pemerintah sendiri?”

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Insiden kekerasan di Pegundan, yang menyeret PWI-LS dan FPl ke dalam konflik terbuka, masih menyisakan luka dan ketidakpercayaan. Belum reda penderitaan korban, kini muncul narasi damai yang dinilai oleh PWI-LS sebagai upaya menormalisasi kehadiran kelompok yang mereka anggap tidak sah secara hukum dan moral.

Saat ditanya soal dugaan keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap kelompok tertentu, Bung Andi memberikan jawaban lugas:

“Kehadiran mereka satu panggung dengan Bupati harusnya sudah cukup menjawab semua pertanyaan itu. Jadi, kami kembalikan uang itu bukan karena sombong. Tapi demi menjaga marwah PWI-LS, demi kehormatan, dan demi harga diri kami sebagai organisasi yang berpihak pada keadilan.”

Ia menegaskan bahwa penolakan dana bantuan senilai Rp 21 juta lebih dari Pemkab Pemalang bukan tindakan emosional, melainkan sikap moral.

Lebih jauh, Bung Andi juga menyoroti latar belakang politik sang Bupati yang menurutnya selama ini dekat dengan kelompok muhibbin habaib, yang secara simbolik ditunjukkan dalam kehadirannya dalam Tabligh Akbar bersama Habib R!z!eq.

“Berhentilah jadi muhibbin! Kita semua tahu jejak politik beliau kemarin—jelas sekali kedekatannya dengan para habaib. Ini bukan waktunya bermain citra, ini waktunya memihak rakyat dan menyelesaikan konflik dengan benar,” tegasnya.

Sementara itu, KH. Ismail, selaku Kasepuhan PWI-LS Ranting Desa Klareyan, turut menyerukan agar Bupati dan jajaran Pemda memiliki sensitivitas dalam membaca kondisi sosial masyarakat. Beliau meminta agar keputusan-keputusan politik tidak diambil secara gegabah, apalagi mengabaikan luka masyarakat pasca-bentrokan.

“Kami harap Bupati bisa bersikap adil dan arif. Lihat kondisi lapangan, jangan hanya panggung politik. Jangan lukai hati masyarakat dengan langkah-langkah yang bias,” ujar KH. Ismail. (red./kd)

Tagar: Bentrokan PemalangBentuk PansusBupati PemalangDesak DPRD Pemalangfpi dibubarkanfpi ormas terlarangPertenggungjawabanPWI-LSPWILS

Terkait Kiriman

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
Direstui Pemprov Banten, PW DMI Siapkan Panjang Mulud sebagai Ikon Wisata Religi Banten

Direstui Pemprov Banten, PW DMI Siapkan Panjang Mulud sebagai Ikon Wisata Religi Banten

17 Oktober 2026

Info Baru Lainnya

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .