• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Opini

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt
0
BAGIKAN
3
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Akademisi sekaligus kandidat doktor dari Inggris, Rocky Al-Ma’arif Syam atau Gus Rocky, secara terbuka mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto mengangkat Kiai Imaduddin Utsman Albantani sebagai Staf Khusus Presiden atau Utusan Khusus Presiden. Usulan ini muncul sebagai respons atas surat resmi yang dikirimkan Kiai Imad kepada Presiden terkait temuan riset nasab dan sejarah Islam Nusantara.

Dalam diskusi “LIVE Padasuka TV” (13/05/2026), Gus Rocky menilai bahwa kapasitas intelektual dan keberanian Kiai Imad dalam meluruskan sejarah bangsa sangat relevan dengan semangat “Anti-Nekolim” (Neokolonialisme-Imperialisme) yang sering didengungkan oleh Presiden Prabowo.

Menurut Gus Rocky, Kiai Imaduddin memiliki kualifikasi yang mumpuni karena tidak hanya berbicara berdasarkan retorika, melainkan melalui metodologi ilmiah yang kuat, mulai dari kajian manuskrip hingga pendekatan sains melalui tes DNA.

“Saya mendorong pemerintah untuk menanggapi surat Kiai Imad secara strategis. Menurut saya, beliau sangat cocok untuk menjadi Staf Khusus Presiden atau Utusan Khusus di bidang penulisan sejarah agama Islam di Indonesia,” ujar Gus Rocky.

Ia menambahkan bahwa peran ini penting untuk mengawal narasi sejarah bangsa agar tidak lagi terdistorsi oleh klaim-klaim asing yang tidak terverifikasi, yang selama ini dianggap sebagai sisa-sisa hegemoni kolonial.

Dalam keterangannya, Gus Rocky sempat membandingkan posisi tersebut dengan beberapa tokoh pendakwah yang sebelumnya pernah menduduki posisi serupa. Ia menilai Kiai Imad memiliki nilai tambah karena fokus pada pembangunan epistemologi dan kedaulatan berpikir bangsa.

“Kiai Imad tidak cuma beretorika, tetapi betul-betul menyusun karya ilmiahnya. Ini sejalan dengan visi Pak Prabowo untuk mengembalikan martabat Indonesia dan melawan hegemoni yang membelenggu memori kolektif kita,” tegasnya.

Usulan pengangkatan ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi proyek besar pemerintah yang ia sebut sebagai The Prabowo’s Project on Renarrating Indonesian Islamic History. Proyek ini bertujuan untuk menarasikan kembali sejarah Islam di Indonesia secara jujur, objektif, dan terbebas dari pengaruh manipulasi sejarah masa lalu.

Gus Rocky meyakini, jika Kiai Imad diberikan posisi resmi di lingkungan istana, proses pelurusan sejarah dan penjagaan terhadap aset intelektual bangsa akan berjalan lebih terstruktur dan memiliki legitimasi kuat di mata negara. (KD)

Terkait Kiriman

Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

25 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Habib Umar bin Hafidz Melecehkan Martabat Bangsa dan Negara Indonesia: Saya Heran NU Diam Saja

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI: Lirik Iwan Fals Buat NU

Habib Umar bin Hafidz Melecehkan Martabat Bangsa dan Negara Indonesia: Saya Heran NU Diam Saja

15 Oktober 2026

Info Baru Lainnya

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

Membaca Ketidakhadiran Presiden Prabowo Dalam Pengukuhan Pengurus PBNU 2026

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .