• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Opini

KH Imaduddin Utsman al-Bantani: Ulama Pembebas Akal dan Penjaga Marwah Ulama Nusantara

KH Imaduddin Utsman al-Bantani: Ulama Pembebas Akal dan Penjaga Marwah Ulama Nusantara
0
BAGIKAN
261
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kang Dins

Saya bersaksi bahwa KH Imaduddin Utsman al-Bantani adalah sosok ulama sejati yang memadukan keilmuan mendalam, keluasan wawasan, keberanian intelektual, dan keteguhan spiritual dalam satu tarikan nafas perjuangan.

Beliau bukan hanya seorang ulama, tetapi juga intelektual muda tulen dan pejuang kebenaran yang menjaga marwah para kiai Nusantara. Beliau berdiri di garda terdepan untuk membentengi santri khususnya dan umat Islam umumnya dari paham-paham menyimpang, ajaran sesat, dan akhlak yang rusak. Ilmu beliau menuntun santri dan umat untuk tetap berjalan di atas jalan lurus Ahlussunnah wal Jama’ah, berakhlak mulia, beradab, dan berfikir kritis tanpa keluar dari koridor syariat.

Beliau juga Istiqomah menjaga warisan budaya Nusantara yang bernilai tinggi. Dalam setiap karya tulis dan ceramahnya, tersirat penghormatan mendalam kepada tradisi baik yang diwariskan para ulama terdahulu, para pejuang dan pahlawan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga aqidah dari segala bentuk penyimpangan yang menodai Islam.

Keberanian beliau dalam mengungkap kebenaran, termasuk riset dan tesisnya tentang sejarah dan nasab yang seringkali kontroversial, adalah cermin kejujuran ilmiah dan integritas seorang ulama pewaris Nabi. Beliau mengajarkan kepada kita makna tabayyun sejati: bukan sekadar klaim lisan, tetapi verifikasi akademik yang dilandasi keikhlasan dan kerendahan hati menerima fakta, betapapun pahitnya.

Lebih dari itu, Kiai Imad berjasa besar dalam melepaskan lilitan kuat tali perbudakan spiritual yang selama berabad-abad mengikat pemikiran umat Islam. Beliau membongkar klaim-klaim nasab palsu yang selama ini kemuliaannya dijadikan alat menekan dan membungkam nalar kritis dan pemikiran umat. Beliau membuka mata kita semua bahwa kemuliaan manusia di hadapan Allah bukan karena garis keturunan yang diklaim tanpa bukti, tetapi karena iman, ilmu, dan amal shaleh.

Beliau menyadarkan kita bahwa generasi umat Islam harus kembali bangkit, berpikir kritis, berilmu tinggi, dan berakhlak mulia tanpa harus menuhankan keturunan siapa pun. Karena ketika umat terbelenggu oleh klaim-klaim palsu yang kebablasan, maka hilanglah semangat mereka untuk berjuang mengangkat derajat diri dengan ilmu dan amal shaleh, dan bergantung hanya pada nama keturunan yang belum tentu benar.

Saya kagum saat membaca karya-karyanya. Bahasanya tegas namun indah, sistematis, mendalam, dan lahir dari kontemplasi ruhani yang panjang. Insyaallah tak ada satupun kalimat beliau yang sia-sia. Semuanya menambah iman, memperluas wawasan, dan meneguhkan tauhid kita kepada Allah SWT.

Dalam konteks kebangsaan, beliau adalah ulama yang sangat intens pemikirannya dalam konteks menjaga negeri. Dalam setiap langkah dan ucapannya, selalu tergambar visi besar untuk menjaga Indonesia tetap berdaulat, beragama, beradab, dan bermartabat. Beliau menanamkan kesadaran bahwa perjuangan hari ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk generasi anak cucu bangsa Indonesia ke depan. Agar kelak mereka tetap mengenal tauhid murni, mencintai ulama, menjaga NKRI, dan bangga menjadi bangsa yang beriman dan berakhlak.

Saya bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya atas semua ilmu, karya, dan perjuangan beliau. KH Imaduddin Utsman al-Bantani adalah bukti bahwa ulama sejati bukan hanya pewaris ilmu, tapi juga pewaris keberanian, kejujuran, dan pengorbanan Rasulullah SAW.

Semoga Allah SWT selalu menjaga beliau, melapangkan dada dan langkahnya, memberikan kesehatan dan umur panjang yang barokah, serta meneguhkan beliau dalam perjuangan menegakkan kebenaran dan menebarkan cahaya ilmu hingga akhir hayatnya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.”

Tagar: al-bantanihabib bukan cucu nabiimaduddinkhmarwah ulamanasab ba alwinasab rungkadnusantarapenjagatesis nasabulama pembebas akalutsman

Terkait Kiriman

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Muhammadiyah di Jogja Bukan Wahabi, Waketum PBNU Launching Kitab Ajak Ulama Hidupkan Kembali Semangat Keilmuan

20 Juli 2026
Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

2 Juli 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Budak-Budaknya

24 Juni 2026

Info Baru Lainnya

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

28 Juli 2026
Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

26 Juli 2026
Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

23 Juli 2026
PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

21 Juli 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .