• Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
newsky.id
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
newsky.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Beranda Keislaman

Riwayat Singkat KH. Markawi Sidayu, Muharrik NU Tiga Zaman

Riwayat Singkat KH. Markawi Sidayu, Muharrik NU Tiga Zaman
0
BAGIKAN
32
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hamdan Suhaemi

Markawi lahir di Sidayu Tirtayasa Serang pada 12 Maret 1945 dari ayah bernama Abdul Karim dan ibu bernama Marjanah. Markawi adalah putera kedua dari 7 bersaudara yaitu Junaid, Marsam, Jiam, Sentinah, Fatmah, dan Juhaenah, adapun kakanya yaitu Junaid adalah pendidik yang punya kelebihan tersendiri yakni mahir berbahasa Inggris, baik tulisan maupun ucapan, lidahnya sudah seperti orang Inggrisnya. Semua mengakui kemahirannya tersebut.

Markawi kecil dimasukkan oleh orang tuanya ke sekolah SR atau sekolah Ongko Loro di daerah Kawedanan Pontang, kira-kira tahun 1952 dan setelah dua tahun belajar di SR, Markawi atas arahan ayahnya menuntut ilmu agama di beberapa pesantren antara lain di Kampung Laes Warung Selikur Kragilan, lalu 2 tahun kemudian ngaji di Pesantren Gardu Keluwung, dan tidak lama dari sana ia teruskan mesantren di Giripada Cilegon.

Setelah dari Giripada, Markawi remaja pergi untuk ikut ngaji pasaran di Pesantren Kadu Kaweng Pandeglang dibawah asuhan Mama KH. Sanja, dan kemudian pergi mesantren di Sasak Keronjo Tangerang untuk beberapa tahun saja dan tidak lama.

Sejak kepulangan dari beberapa pesantren di wilayah Banten tersebut, akhirnya Markawi muda melanjutkan mesantren di Sampang Susukan dibawah asuhan Abah KH. Muhammad Syanwani yang saat itu masyhur sebagai Kiai Enom yang ‘allamah, sangat pemberani dan kasyaf, murid utama Kiai Umar Rencalang, sekaligus murid kesayangan Residen Banten Mama KH. Tb. Akhmad Khatib.

Pada tahun 1966 di era transisi Orde Lama ke Orde Baru dan dalam binaan KH. Syanwani itu Markawi ikut pendidikan PGA 6 tahun bersama temannya antara lain Suhaemi ( kelak KH. Suhaemi Bolang ), Sanan ( kelak KH. Sanan Sujung), Marjuki ( kelak KH. Marjuki Sindang Asih ) dan Sugiri ( kelak Jawara kesohor). Lalu di tahun 1987 H. Markawi ikut kuliah di PTIB ( kini IAIB) kampus Ashhabul Maimanah dan lulus pada 1992.

Saat yang bersamaan di tahun 1967 ada kebijakan dari Menteri Agama RI KH. Saefudin Zuhri mengangkat pegawai negeri baru untuk formasi guru Agama dan SK penetapannya dibagikan secara cuma-cuma untuk para guru dan ustadz di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Salah satu penerima SK pegawai negeri dengan kedinasan Departemen Agama itu adalah Markawi.

Beberapa tahun setelah selesai pendidikan PGA 6 tahun, Markawi dinikahkan oleh gurunya yakni KH. Syanwani dengan puterinya bernama Fathonah, dan kemudian dianugerahi 4 Puteri yaitu Faikoh, Iim Qoyyimah, Yayah Makkiyah, Aat Syabahat.

Pada tahun 1984 pasca tragedi Tanjung Priok atau beberapa bulan sebelum Muktamar NU di Asem Bagus Situbondo, H. Markawi dengan KH. Syanwani mertuanya diundang oleh Pangkopkamtib Jenderal L.B Moerdani di Bandung, atas prakarsa ketua PWNU Jawa Barat KH. Fuad Hasyim ( ayahnya Gus Abbas Buntet). Pertemuan ulama NU se-Jawa yang dihadiri langsung oleh Gus Dur, calon Ketum PBNU.

Setahun setelah Muktamar NU Situbondo, yaitu pada 1985, H. Markawi ditugaskan oleh KH. Syanwani untuk mengurusi perizinan pelantikan Ittihadul Mubaligin, sayap dakwah NU yang didirikan oleh KH. Ahmad Syaikhu ( Ketua DPR GR), bahkan ia ditugaskan juga sebagai sekretaris Pimpinan Cabang Serang Ittihadul Mubaligin.

Awal dekade 2000, Drs. KH. Markawi meneruskan cita-cita mertuanya tersebut dalam membina dan menggerakkan NU di Kabupaten Serang Provinsi Banten, hingga akhirnya KH. Markawi terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Serang tahun 2008-2013 dan pada 2018 KH. Markawi dapat amanat menjadi pengurus PWNU Banten dibawah kepemimpinan KH. Bunyamin Hafidz.

Pada 11 Maret 2021 Drs. KH. Markawi wafat meninggalkan istri Hj. Fathonah binti KH. Syanwani dan 4 puterinya, 4 menantunya serta peninggalan monumentalnya yaitu Ma’had Tarbiyah Islamiyah Ashhabul Maimanah Sidayu Tirtayasa Serang. Sang muharrik NU tiga zaman itu telah pergi untuk selamanya dan semoga di akhirat tergolong santrinya Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Serang 10 Juni 2025

Terkait Kiriman

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

5 Juni 2026
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

4 Juni 2026
كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

31 Mei 2026
Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

5 April 2026
Habib Ba Alwi Melecehkan Ibadah Haji dan Umrah di Kitab Tadzkirunnas

Habib Ba Alwi Melecehkan Ibadah Haji dan Umrah di Kitab Tadzkirunnas

25 Maret 2026

Info Baru Lainnya

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

DMI Banten Bentuk 200 Tim Sukseskan 30.000 Kepesertaan BPJS-TK bagi Pengurus Masjid

11 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Dorong Masjid Ramah Lingkungan, Siapkan Charger Motor Listrik di Ribuan Masjid

10 Juni 2026
DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

DMI Banten Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Masjid, Gandeng BPN dan Kemenag

10 Juni 2026
DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

DMI Banten Bentuk 200 Petugas Lapangan, Siap Datangi Masjid Door to Door

10 Juni 2026
DMI Banten Targetkan 3.000 Masjid Tersertifikasi, Terlindungi BPJS dan Ramah Lingkungan

DMI Banten Targetkan 3.000 Masjid Tersertifikasi, Terlindungi BPJS dan Ramah Lingkungan

10 Juni 2026

KategoriLainnya

  • All
  • Nasional
  • Kebangsaan
  • Keislaman
Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?
Keislaman

Apakah Zakat Fitrah Dengan Uang Harus 200 Ribu Rupiah?

oleh Admin
25 Maret 2025
0

Oleh: KH. Imaduddin Utsman (Pengasuh PP Nahdlatul Ulum, Kresek Tangerang, Banten) Beberapa hari ini, beredar di media sosial whatsapp sebuah...

Baca lebihDetails
Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

Diluruskan Gus Aziz Jazuli Tentang Nasab Ba’alwi, Gus Baha Belum Standar Ilmiah

23 November 2025
Mengenal dan Memahami Teknologi AI

Mengenal dan Memahami Teknologi AI

25 Maret 2025
RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

RUU TNI Disahkan Jadi UU, DPR Gelar Rapat Paripurna

25 Maret 2025
Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

Teknologi Baru Yang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

25 Maret 2025
Prev Next
Facebook Twitter

© 2026 Newsky - .

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Keislaman
  • Opini
    • Rakyat Bersuara
  • Tekno
  • Pendidikan
  • Olah Raga

© 2026 Newsky - .